Penemuan Virus Polio Di Pidie, Ketua TP PKK Aceh: Saya Sakit Hati

Pj Ketua Tim Penggerak (TP)  Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Aceh, Ayu Candra Febiola Nazuar, mengaku sangat sedih Pidie mengalami status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas penemuan kasus Polio (lumpuh layu) pada anak-anak.

 Hal itu diungkapkannya saat menghadiri pertemuan lintas sektor, di Ooproom Kantor Bupati Pidie, Sabtu (19/11/2022).

“Lutut saya lemes saat mendengar Pidie mendapat musibah ini. Saya tidak bisa bayangkan kalau misalnya virus tersebut menimpa anak saya. Saya merasa Aceh kampung saya, saya mempunyai rasa memiliki untuk Aceh. jadi kalau ada yang seperti ini, saya sakit hati,” kata Ketua TP PKK Aceh sambil menangis.

Menurut Ayu Candra, anak-anak adalah titip Allah. Ia meminta, bagi yang mempunyai peran dalam pemerintahan untuk bekerja maksimal dan penuh tanggugjawab.

“Anak adalah titipan Allah, kalau kita tidak pedulikan anak-anak maka kita zalim. Tolong untuk Bapak Ibu pertanggungjawabkan atas pekerjaan kita. Tolong kita usahakan maksimal lalu kerjasama yang baik,” pintanya.

Selain kasus virus Polio, dalam pertemuan ini juga membahas kasus stunting.

Untuk mecegah peningkatan stunting di Pidie, selain pemberian imunisasi dan gizi yang lengkap, dalam hal ini, Ayu Candra menyarankan, untuk membuat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kepada anak-anak stunting.

“Program BPJS untuk anak-anak stunting saya mau seluruh Aceh seperti ini dan saya berharap Pidie akan jadi seperti itu,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua TPPKK Pidie, Ny Suaidah Sulaiman, mengatakan, segala upaya dan usaha terus dilakukan supaya Pidie segera bebas dari kasus yang sedang terjadi ini.

“Perlu kami sampaikan bahwa untuk aksi penanganan permasalahan yang ada, melalui arahan Pj Bupati Pidie, lintas sektor SKPK terkait, berkomitmen dan bahu membahu memikirkan program kegiatan yang bersifat menurunkan angka stunting,” terangnya.

Lebih lanjut, Ny Suaidah menyampaikan, untuk keluar dari kondisi saat harus didikung dengan kolaborasi yang baik, sehingga anak-anak Pidie tumbuh menjadi generasi muda berprestasi.

“Mudah mudahan Pidie menjadi amal jariah kita semua untuk bisa berkontribusi lebih banyak dalam meningkatkan derajat kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Pidie sehingga anak lahir generasi-generasi yang cerdas di Pidie,” jelasnya.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Pidie, dr Arika Aboebakar, Sp.OG, terkait kasus Polio sudah dilakukan respon awal berupa Penyelidikan Epidemiologi (PE). Termasuk pencarian kasus tambahan di wilayah terdampak baik di masyarakat maupun melalui kunjungan ke puskesmas dan RS setempat.

Hadir Ketua TPPKK Provinsi Aceh, Ketua TPPKK Pidie, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama, Ketua Persit, Ketua Bayangkari, Ketua Adhi Yaksa Dharma Karini, Ketua Darma Wanita, Ketua Pokja Kecamatan, Ketua TPKK Kecamatan, dan Ketua TPKK Gampong yang paling tinggi stunting, Ketua TP Gampong yang paling tinggi Bumil KEK, dan Kepala Dinas terkait.