Pendidikan merupakan kebutuhan dasar dan sebagai salah satu pilar penting untuk mengukur Indek Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) atau Human Development Indeks(HDI). Kuatnya suatu negara sangat ditentukan oleh rata-rata tingkat pendidikan masyarakatnya, begitu juga untuk mengukur kemampuan daerah dalam menghadapi persaingan global dan regional dalam berbagai aspek. Artinya semakin tinggi rata- rata tingkat pendidikan penduduk, semakin tinggi pula kemampuan daerah tersebut bersaing dengan daerah lain.

Fasilitas sarana sekolah yang ada di Kabupaten Pidie dapat digambarkan sebagai berikut :

  1. Sekolah Dasar / Sederajat berstatus negeri 325 sekolah, berstatus swasta 15 sekolah. Total jumlah Sekolah Dasar / Sederajat adalah 340 sekolah.
  2. Sekolah Menengah Pertama / Sederajat berstatus negeri 66 sekolah, berstatus swasta 36 sekolah. Total jumlah Sekolah Menengah Pertama / Sederajat adalah 102 sekolah.
  3. Sekolah Menengah Atas / Sederajat berstatus negeri 32 sekolah, berstatus swasta 20 sekolah. Total jumlah Sekolah Menengah Atas / Sederajat adalah 52sekolah.
Semua sekolah tersebut tersebar di 23 Kecamatan dalam Kabupaten Pidie.





Kualifikasi pendidik adalah keahlian yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan guru dengan melalui pendidikan khusus keahlian. Tenaga kependidikan meliputi kepala sekolah/madrasah, pengawas satuan pendidikan, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, teknisi, pengelola kelompok belajar, pamong belajar, dan tenaga kebersihan. Data kualifikasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan tahun 2017 – 2021 disajikan pada tabel berikut.





Tinggi rendahnya tingkat pendidikan di suatu daerah dikaitkan oleh beberapa indikator pendidikan, antara lain Angka Partisipasi Sekolah (APS), Angka partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK).

  1. Angka Partisipasi Sekolah (APS)

    Secara umum di Kabupaten Pidie APS kelompok umur 7-12 tahun (jenjang SD/MI) mengalami penurunan dari angka 73,31 persen tahun 2017 menjadi sebesar 67,25 persen di tahun 2021, sedangkan APS kelompok umur 13-15 tahun (SMP/MTs) di Kabupaten Pidie justru mengalami peningkatan dari sebesar 47,53 persen di tahun 2017 menjadi sebesar 70,70 persen di tahun 2021. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.





  2. Angka Partisipasi Murni (APM)

    Angka Partisipasi Murni (APM) adalah persentase siswa dengan usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikannya dari jumlah penduduk di usia yang sama. capaian Angka Partisipasi Murni (APM) penduduk Kabupaten Pidie tingkat SD/MI dan SMP/MTs dari tahun 2017-2021 bergerak fluktuatif. Tahun 2020 APM tingkat SD/MI sebesar 94 persen dan meningkat di tahun 2021 menjadi 97,28. Di tingkat SMP/MTs pada tahun 2017 sebesar 82,40 persen dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 96,74.





  3. Angka Partisipasi Kasar (APK)

    Angka Partisipasi Kasar (APK) merupakan persentase jumlah penduduk yang sedang bersekolah pada suatu jenjang pendidikan (berapapun usianya) terhadap jumlah penduduk usia sekolah yang sesuai dengan jenjang pendidikan tersebut. Perkembangan Angka Partisipasi Kasar (APK) Kabupaten Pidie Jenjang Pendidikan SD/SMP selama Tahun 2017-2021 dapat dilihat pada tabel berikut.





Tingkat pendidikan yang ditamatkan merupakan salah satu indikator keberhasilan pendidikan formal suatu wilayah. Semakin tinggi rata-rata tingkat pendidikan yang ditamatkan semakin tinggi pula keberhasilan pembangunan bidang pendidikan suatu wilayah.

Pada tahun 2021 dari Total 335.036 Penduduk berumur 15 Tahun ke atas di Kabupaten Pidie, sebesar 18,07 persen penduduk tidak/belum tamat sekolah/SD, 24,54 persen, 24,04 persen tamat SLTP/sederajat, 38,57 persen tamat SLTA/sederajat, sebesar 12,86 persen tamat perguruan tinggi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut ini.





Berikut beberapa indikator terkait dengan pendidikan antara lain sebagai berikut :

  1. Angka Melek Huruf (AMH)

    AMH Kabupaten Pidie masih berada dibawah AMH Aceh dan AMH Nasional, dimana AMH Aceh pada Tahun 2021 adalah 99,43, AMH Nasional 97,82, sedangkan AMH Kabupaten Pidie 95,57. Angka Melek Huruf di Kabupaten Pidie yang terus mengalami kenaikan setiap tahunnya memperlihatkan bahwa berbagai upaya Pemerintah Kabupaten Pidie dalam menurunkan angka melek huruf melalui berbagai strategi dan program telah memperoleh hasil yang membanggakan seiring dengan terlaksananya berbagai strategi yang inovatif dan menjawab kebutuhan belajar masyarakat.





  2. Angka Rata-Rata Lama Sekolah

    Lamanya Sekolah atau years of schooling adalah sebuah angka yang menunjukkan lamanya bersekolah seseorang dari masuk sekolah dasar sampai dengan tingkat pendidikan terakhir. Rata-rata Lama Sekolah penduduk Kabupaten Pidie pada tahun 2017 adalah 8,76 kemudian tahun Tahun 2019 meningkat menjadi 8,82 serta pada tahun 2021 meningkat lagi menjadi 9,00. Bila dibandingkan dengan rata-rata lama sekolah di Provinsi Aceh dari tahun 2017 sampai 2021, rata-rata lama sekolah di Kabupaten Pidie selalu di bawah angka Provinsi Aceh. Lebih jelasnya, Rata-Rata Lama Sekolah penduduk Kabupaten Pidie dapat dilihat pada tabel dan gambar di bawah ini.





  3. Angka Harapan Lama Sekolah (HLS)

    Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) dihitung untuk penduduk berusia 7 tahun ke atas. HLS dapat digunakan untuk mengetahui kondisi pembangunan sistem pendidikan di berbagai jenjang yang ditunjukkan dalam bentuk lamanya pendidikan (dalam tahun) yang diharapkan dapat dicapai oleh setiap anak. Angka harapan lama sekolah Kabupaten Pidie meningkat dari tahun ke tahun. HLS Kabupaten Pidie Tahun 2021 masih berada dibawah Provinsi Aceh yaitu sebesar 14,47 tahun, sedangkan Aceh berada pada posisi 14,63 tahun. Ini menunjukkan bahwa seorang yang berusia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 14,47 tahun atau sampai jenjang perkuliahan di tahun kedua. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel berikut.





Berikut adalah beberapa indeks terkait dengan pendidikan yang ada di Kabupaten Pidie.