slide

Abusyik Teleconferen dengan PT KAI Soal Tanah Lokasi Masjid Al Falah Baru, Ini Isinya

93935628_2409396862685916_5352929281305477120_n

PIDIEKAB.GO.ID | Sigli – Bupati Pidie, Roni Ahmad SE atau Abusyik melakukan teleconference dengan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Kegiatan itu berlangsung di ruang kerja Bupati Pidie, Senin (20/4/2020).

Abusyik didampingi Sekda Pidie H Idhami SSos MSi, para asisten dan sejumlah kepala bagian di Setdakab Pidie.

Sedangkan di pihak PT KAI adalah John Roberto selaku Direktur Keselamatan PT KAI.

Pertemuan berlangsung sekira 40 menit itu membahas terkait tanah PT KAI di Gampong Blok Sawah, Kota Sigli.

Tanah ini berstatus masih milik PT KAI.

Keseluruhan tanah itu meliputi kompleks lokasi pembangunan Masjid Al Falah baru seluas 20.000 meter persegi.

Kemudian pertokoan komplek masjid baru itu seluas 2.022 meter persegi.

Lalu jalan komplek masjid baru seluas sekira 6.588 meter persegi.

Nah oleh Pemkab Pidie telah melakukan beberapa kali koordinasi dan permohonan hibah atas tanah PT KAI tersebut menjadi milik Kabupaten Pidie.

Upaya itu sudah dirintis sejak tahun 2018 dengan mengadakan pertemuan dan penjajakan termasuk menemui langsung pihak PT KAI.

Bahkan sebagai gantinya, Pemkab Pidie telah membeli tanah seluas 4 hektare untuk pembangunan rumah untuk bekas keluarga PT KAI.

Keluarga PT KAI dimaksud ini mereka yang tergusur di Komplek Gampong Blok Sawah.

Nah sebagai ganti ini, Abusyik memohon supaya PT KAI dapat menghibahkan tanah di lokasi masjid baru menjadi milik masyarakat Pidie.

Sekda Pidie, H Idhami SSos MSi menambahkan, sesuai Peraturan Mentri Keuangan (PMK) no 6 tahun 2016 Pemerintah pusat boleh menghibah aset ke pemerintah daerah

dengan pertimbangan untuk kepentigan sosial, keagamaan dan pendidikan.

Hal ini diperkuat lagi dengan PP No 27 tahun 2014 pasal 82 Tentang pengelolaan barang milik negara dibolehkan hibah menjadi milik daerah dengan pertimbangan sebagai kepentingan sosial, budaya, keagamaan dan kemanusiaan.

“Jadi ini kan jelas. Apalagi kita gunakan sebagai tempat membangun masjid,” tambah Sekda Pidie.

Sementara itu, John Roberto, Direktur Keselamatan PT KAI yang mewakili PT KAI di Jakarta melalui teleconference ini mengatakan, pihaknya sudah menerima surat permohonan Pemkab Pidie melalui Kementrian BUMN pada Maret 2020.

Surat itu menindaklanjuti permohonan pemerintah Pidie untuk memohom hibah tanah tersebut.

“Kami sudah menerima surat dari Kementrian BUMN maret 2020. Tentang permohonan dan usulan di Sigli Pidie,” katanya.

Menurut John Roberto, usulan ini belum bisa menemukan dasar hibah. “Agak sulit bagi kami mengikuti usulan itu, mengeluarkan aset menjadi milik PT KAI,” katanya.

Sementara itu, ada pihaknya akan melakukan koordinasi kembali dengan pihak BUMN sehingga payung hukum jelas.

“Kami sangat memahami keinginan Pak Bupati. Kami akan koordinasi kembali dengan BUMN,” demikian John Roberto, Direktur Keselamatan PT KAI.

 

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Abusyik Teleconferen dengan PT KAI Soal Tanah Lokasi Masjid Al Falah Baru, Ini Isinya, https://aceh.tribunnews.com/2020/04/20/abusyik-teleconferen-dengan-pt-kai-soal-tanah-lokasi-masjid-al-falah-baru-ini-isinya.
Penulis: Nur Nihayati
Editor: Nur Nihayati

Hosted by e-Padi.com
Back to top button
Close