BeritaSeputar PidieSlideshow

Peserta Diklat Nasional Kaji Persoalan Pangan di Pidie

SIGLI – Sebanyak 19 orang peserta Lokalitas dan Praktek Lapangan Diklat Fungsional Penjenjangan Perencana Pertama, Angkatan XVII tahun 2015, yang merupakan utusan beberapa Provinsi di Indonesia, melakukan praktek lapangan soal ketahanan pangan di Pidie, Kamis (29/10). Dipilih Pidie karena daerah ini pernah populer sebagai lumbung padi.varietas-kipas-merah-ist_20150609_105456

 

 

Ketua rombongan peserta diklat itu, Dr H Mukhlis Yunus MSc, mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) kerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.

“Di kelas kami diajarkan pengetahuan yang akan diaplikasikan sesuai situasi daerah. Termasuk program nasional ketahanan pangan.

Karena itu, kami ingin melakukan kajian terkait konversi lahan, pergantian musim, persoalan lahan petani yang makin kecil karena peralihan fungsi sawah, output pertanian yang variatif, sampai mata rantai pemasaran yang selama ini menguntungkan pedagang dan bukannya menguntungkan petani,” katanya

Menurut Mukhlis, di Pidie, petani belum mampu menjual beras, namun hanya menjual gabah. “Lebih sedih lagi, gabah di Pidie dibawa ke Medan. Lalu diolah menjadi beras di Medan, dikirim lagi ke Aceh dengan nama beras Medan,” katanya.

Karena itu, diperlukan sebuah program yang berpihak pada petani di Pidie. “Diklat ini diharapkan bisa melahirkan program untuk mengatasi persoalan tersebut, yang kemudian akan diserahkan ke kepala daerah setempat.

Staf ahli bidang kemasyarakatan Pemkab Pidie, Effendi Usman MSi, saat menerima kunjungan peserta diklat nasional itu, menyebutkan bahwa salah satu program untuk meningkatkan pangan yang sedang dilakukan adalah membangun waduk skala besar di Rukoh-Tiro.

“Waduk ini menjadi sumber air dan diharapkan bisa mengatasi soal kekeringan di seluruh Pidie yang sering terjadi saat musim kemarau,” ujarnya.

Efendi juga memaparkan, jumlah penduduk Pidie 454.907 jiwa. Hingga saat ini perekonomian di Pidie sangat bergantung pada sektor pertanian. Tapi, warga Pidie juga menggarap tanaman hortikultura seperti kakao, kopi, dan lainnya.(aya)

 

http://aceh.tribunnews.com/2015/10/30/peserta-diklat-nasional-kaji-persoalan-pangan-di-pidie

BERITA TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hosted by e-Padi.com
Back to top button
Close