Seputar Pidie

REKAPITULASI LAPORAN BULANAN KLINIK KB

TINGKAT KABUPATEN/KOTA

NAMA KABUPATEN/KOTA : KABUPATEN PIDIE

NAMA PROVINSI : PROVINSI. NAD

NO

TEMPAT PELAYANAN KB

YANG ADA

YANG MELAPOR

1

2

3

4

1

Jumlah Dokter Praktek Swasta

16

16

2

Jumlah Bidan Praktek Swasta

161

161

I. HASIL PELAYANAN PESERTA KB BARU

NO

METODA KONTRASEPSI

JUMLAH PEMBERIAN INFORMED CONSENT

JUMLAH PESERTA KB BARU YANG DILAYANI OLEH

JUMLAH PESERTA KB BARU KELUARGA PRA S DAN KS 1

KLINIK KB

DOKTER PRAKTEK SWASTA

BIDAN PRAKTEK SWASTA

TOTAL

1

2

3

4

5

6

7

8

1

IUD

4

4

0

0

4

3

2

MOW

2

2

0

2

2

3

MOP

0

0

0

0

4

KONDOM

54

1

49

104

55

5

IMPLANT

1

0

0

1

1

6

SUNTIKAN

314

33

248

595

354

7

P I L

272

11

197

480

312

JUMLAH

647

45

494

1186

727

II. PELAYANAN PESERTA KB ULANG

A. HASIL PELAYANAN KASUS

METODA KONTRASEPSI

JUMLAH KOMPLIKASI BERAT

JUMLAH KEGAGALAN

JUMLAH PENCABUTAN IUD DAN IMPLANT OLEH

NO

KLINIK KB

DOKTER PRAKTEK SWASTA

BIDAN PRAKTEK SWASTA

TOTAL

IUD

IMPLANT

IUD

IMPLANT

IUD

IMPLANT

IUD

IMPLANT

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

1

IUD

2

MOW

3

KONDOM

4

MOP

5

IMPLANT

6

SUNTIKAN

7

P I L

JUMLAH

B. HASIL PELAYANAN KONTRASEPSI ULANG

NO

METODE KONTRASEPSI

JUMLAH GANTI CARA KE

JUMLAH PEMASANGAN ULANG IMPLAN DAN IUD OLEH

JUMLAH PEMBERIAN KONTRASEPSI ULANG

JUMLAH PELAYANAN ULANG KELUARGA PRA S DAN KS 1

KLINIK KB

DOKTER PRAKTEK SWASTA

BIDAN PRAKTEK SWASTA

TOTAL

IUD

IMPLANT

IUD

IMPLANT

IUD

IMPLANT

IUD

IMPLANT

PIL

SUNTIKAN

KONDOM

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

1

IUD

2

MOW

3

KONDOM

402

352

4

MOP

5

IMPLANT

6

SUNTIKAN

861

841

7

P I L

1261

1097

JUMLAH

III. PERSEDIAAN ALAT KONTRASEPSI

PERSEDIAAN ALAT KONTRASEPSI

I U D

KONDOM

IMPLANT

SUNTIKAN

PIL

NO

( Unit )

( Lusin )

( Set )

(Vial)

(Strip)

1

2

3

4

5

6

7

1

Sisa Akhir Bulan Lalu

76

3.506

29

2.666

10.590

2

Diterima Bulan ini

1

144

10

1.360

2.891

3

Dikeluarkan Bulan in

5

730

3

2.007

3.613

4

Sisa Akhir Bulan ini

72

2.920

36

2.019

9.868

Sumber Data : Badan Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Perempuan Kab. Pidie, Tahun 2009.

JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN

BERDASARKAN KECAMATAN DI KABUPATEN PIDIE TAHUN 2010

No

Kecamatan

Jumlah Penduduk

Jumlah

Ket

Laki-Laki

Perempuan

(Jiwa)

(Jiwa)

(Jiwa)

1

2

3

4

5

6

1

Muara Tiga

8.996

8.747

17.743

2

Padang Tiji

11.236

11.210

22.446

3

Delima

11.210

11.053

22.263

4.

Grong-Grong

3.481

3.474

6.955

5.

Batee

9.909

9.617

19.526

6.

Pidie

21.669

21.963

43.632

7.

Kota Sigli

11.380

11.444

22.824

8.

Simpang Tiga

11.465

11.696

23.161

9.

Kembang Tanjong

11.282

11.231

22.513

10.

Peukan Baro

9.953

10.143

20.096

11.

Indra Jaya

12.474

12.384

24.858

12.

Mutiara

10.039

10.170

20.209

13.

Mutiara Timur

17.662

17.770

35.432

14.

Mila

4.792

4.802

9.594

15.

Sakti

10.358

10.309

20.667

16.

Tiro / Truseb

3.957

4.051

8.008

17.

Titeu

3.447

3.310

6.757

18.

Keumala

5.036

5.051

10.087

19

Tangse

13.122

13.182

26.304

20.

Geumpang

3.228

3.213

6.441

21.

Mane

4.327

4.494

8.821

22

Glumpang Tiga

9.186

9.403

18.589

23

Glumpang Baro

5.329

5.762

11.091

Jumlah

213.538

214.479

428.017

Sumber Data : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Tahun 2011.

JUMLAH PENDUDUK MENURUT STRUKTUR USIA

KABUPATEN PIDIE tahun 2008

NO

STRUKTUR USIA

JUMLAH

PERSENTASE

KET.

(JIWA)

(%)

1

2

3

4

5

1

0 – 4

Tahun

44.466

10,38

2

5 – 9

Tahun

42.099

9,83

3

10 – 14

Tahun

45.461

10,61

4

15 – 19

Tahun

50.473

11,78

5

20 – 24

Tahun

45.885

10,71

6

25 – 29

Tahun

37.394

8,73

7

30 – 34

Tahun

32.738

7,64

8

35 – 39

Tahun

26.457

6,18

9

40 – 44

Tahun

22.952

5,36

10

45 – 49

Tahun

18.424

4,30

11

50 -54

Tahun

17.794

4,15

12

55 – 59

Tahun

13.028

3,04

13

60 – 64

Tahun

11.143

2,60

14

65 – 69

Tahun

8.190

1,91

15

70 – 74

Tahun

6.320

1,48

16

>74

Tahun

5.461

1,28

JUMLAH

428.285

100

Sumber data : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Pidie, 2009

JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS PENDIDIKAN

KABUPATEN PIDIE TAHUN 2009

NO

JENIS PENDIDIKAN

JUMLAH

PERSENTASE

KET.

(JIWA)

(%)

1

2

3

4

5

1

Pra Sekolah

43.501

10,16

2

SD/Sederjat

49.850

11,64

3

SLTP/Sederjat

24.630

5,75

4

SLTA/Sederajat

25.057

5,85

5

Perguruan Tinggi

285.247

66,60

JUMLAH

428.285

100

Sumber data : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Pidie, 2009

DAFTAR :

ORGANISASI KEMASYARAKATAN (ORMAS) DAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT (LSM) KABUPATEN PIDIE PER 30 JUNI TAHUN 2010

NO

NAMA ORMAS / LEMBAGA

PERIODE KEPENGURUSAN

PENGURUS

ALAMAT SEKRETARIAT

KET.

1

2

3

4

5

6

LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT (LSM)

1

YAYASAN PANTI ASUHAN ANAK SEJAHTERA

2007 – 2011

K

:

Gusmawar, S.Pd

Jln. Lingkar Blang Paseh Belakang TKIT

S

:

Anita

Al-Uswah Kota Sigli

B

:

Safrina, A.Md

2

YAYASAN KELUARGA SAKINAH

2007 – 2011

K

:

Jamilah, S.Pd

Jln. Melati No. 19 Gampong Blok Sawah Sigli

S

:

Nurlaili, S.Pdi

B

:

Leni Safrita Rohadi, A.Ma

3

YAYASAN SAHABAT WANITA DAN ANAK

2005 – 2010

K

:

Mahyurita

Gp. Blok Sawah Kec. Kota Sigli

S

:

Safrina, A.Ma

B

:

Suratni

4

YAYASAN MALAHAYATI

2007 – 2011

K

:

Rosnita, Am.Keb

Jln. Perintis No.5 Ling. Semadi Gp. Blang Paseh

S

:

Nora Folina, SE

Kec. Kota Sigli Kab. Pidie

B

:

Syarifah Jamilah

5

YAYASAN HARAPAN UMMAT (HARUM)

2008 – 2012

K

:

Saifil Anwar

Jln. Iskandar Muda Blok Sawah Kota Sigli

S

:

Rinaldi, S.Ag

B

:

T. Lukman Budi

ORGANISASI MASYARAKAT (ORMAS)

6

REMAJA MESJID AGUNG AL-FALAH SIGLI

2007 – 2011

K

:

M. Nasir Yusuf, A.Ma

Jln. Prof. A. Majid Ibrahim Sigli

S

:

Zarli Umran

B

:

Eviyani

KESAMAAN KEGIATAN

7

GEMPAR

2008 – 2010

K

:

Marzuki AB, SH

Jln. Perniagaan Gang Menara No. 1 Lt. II Kramat

S

:

Anwar Saibon

Dalam Kec. Kota Sigli

B

:

Bakhtiar

8

FORUM PEDULI LINGKUNGAN ACEH (FOPELIA)

2008 – 2011

K

:

Ismail Hasan

Gp. Reuba Waido Jl. Lampoih Saka No. 54

S

:

M. Yani M. Isa

Kec. Peukan Baro Kab. Pidie

B

:

Suniati Umar

9

KOMUNITAS PENCINTA ALAM (KOPALA)

2010 – 2013

K

:

M. Rizal

Ds. Pulo Pisang Jln. B. Aceh-Medan Kec. Pidie

S

:

Zubi Zareta

Telp. 24151

B

:

Masykur

10

RABITHAH ANEUK NANGGROE UNTUK PEDULI

2010 – 2012

K

:

Zaldy Mulyadi

Jln. Tanggul Pinggir Pantai Gampong Kuala Pidie

(RANUP)

S

:

Ibnu Hajar, ST

Kec. Kota Sigli Kab. Pidie

B

:

Risna Rivi Yana

11

YAYASAN SERAMOE JUANG

2010 – 2013

K

:

T. Zoelbaharsyah

Jln. T. Syik Ditiro No. 41 Sigli Kec. Kota Sigli

S

:

Rizal Bahri

Kab. Pidie

B

:

T.Firdaus Akbar

12

YAYASAN PEMUDA KARYA INDONESIA

2010 – 2013

K

:

M. Rahmadsyah

Jln. B. Aceh – Medan Perunnas lhok Ketapang

S

:

Eka Ummami

Lr. Seroja No. 12 B

B

:

Ade Nurafni

13

ASOSIASI PETANI GARAM ACEH (APGA)

2010 – 2013

K

:

Hamzah Hamid

Jln. Sigli Kembang Tanjong No. 4 Blang Paseh

S

:

Nesa Elvida

Kota Sigli

B

:

Tgk. Nurdin Harun

KESAMAAN PROFESI

14

PERSATUAN TUNA NETRA INDONESIA (PERTUNI)

2008 – 2013

K

:

Ishak Ramli

Jln. B. Aceh – Meda N0. 63 Kota Mini Beureunun

S

:

Samaun

B

:

Razali M. Adam

15

FORUM PENINGKATAN EKONOMI RAKYAT ACEH

2010 – 2013

K

:

Rahmatul Walidain

Gp. Meucat Teubeng Kec. Pidie

(FORTEKORA)

S

:

Yasniati Putri, A.Md

B

:

Dhinatul Hayati

KESAMAAN AGAMA

16

MAJELIS ULAMA NANGGROE ACEH ( MUNA)

2008 – 2011

K

:

Waled Nasir

Sigli – Kabupaten Pidie

S

:

Tgk. Amri KPA

B

:

Tgk. Sayed Abdurrahman

KEPEMUDAAN

17

SEURAMO MEUSAPAT ANEUK MUDA NEULOP

2009 – 2012

K

:

Mulyadi Zakaria

Teupin Raya Kec. Glumpang Tiga

SEUMENT (EURAPAT AMNESMENT)

S

:

Ghazali Aiyub, S.Pdi

B

:

Fitri Andayani, S.Pdi

 

Data. Kesbang 2010 Laporan Keterangan Terdaftar

SIGLI, 05 JULI 2010

KEPALA BADAN KESBANG, POLITIK DAN LINMAS

KABUPATEN PIDIE

Drs. YUSRI

Pembina Tk. I / Nip. 195990525 198501 1 002

REKAPITULASI JUMLAH KK, PENDUDUK MISKIN DAN KK MISKIN

DALAM KABUPATEN PIDIE TAHUN 2007

NO

KECAMATAN

JUMLAH

KET

KK

PENDUDUK MISKIN

KK MISKIN

1

2

3

4

5

6

1

KOTA SIGLI

5.076

5.345

1.543

2

PIDIE

9.876

26.473

6.936

3

INDRAJAYA

5.735

3.930

2.483

4

PEUKAN BARO

4.512

3.039

2.678

5

SIMPANG TIGA

5.009

11.345

3.214

6

KEMBANG TANJONG

5.412

1.407

3.558

7

BATEE

5.237

18.064

4.691

8

DELIMA

4.893

12.243

3.738

9

GRONG-GRONG

1.475

2.331

606

10

PADANG TIJI

4.694

11.109

2.840

11

MUARA TIGA

4.415

15.044

3.929

12

MILA

2.127

5.104

1.663

13

SAKTI

4.673

4.333

1.286

14

KEUMALA

2.186

4.573

1.447

15

TIRO/TRUSEB

1.886

5.691

1.485

16

TANGSE

6.538

19.479

5.106

17

GEUMPANG

1.330

1.188

535

18

MANE

1.195

7.664

994

19

GLUMPANG TIGA

4.374

12.841

3.414

20

MUTIARA

4.098

7.727

2.648

21

MUTIARA TIMUR

7.515

24.253

5.087

22

GLUMPANG BARO

2.821

5.031

1.350

23

TITUE

1.419

3.439

955

JUMLAH

96.496

211.653

62.186

SUMBER DATA : BPMD KAB.PIDIE

PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

DAN SUMBER DAYA AIR

DALAM PANDANGAN FIKIH[1]

Oleh: Khairizzama[1]Staf Bidang Peribadatan Dinas Syari`at Islam Kabupaten Pidie.

TGL.22 MARET 2009

[1]Tulisan ini diminta dalam rangka memperingati hari Air Se-Dunia pada tanggal 22 Maret 2009, sebagai bahan untuk dapat diinformasikan kepada masyarakat yang berada di wilayah Kabupaten Pidie tentang pentingnya penyediaan air bersih sebagai kebutuhan dasar kehidupan manusia ditinjau dari perpspektif fikih.

Pendahuluan

Islam adalah Diin yang Syaamil (Integral), Kaamil (Sempurna) dan Mutakaamil (Menyempurnakan semua sistem yang lain), karena ia adalah sistem hidup yang diturunkan oleh Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, hal ini didasarkan pada firman Allah Swt : “Pada hari ini Aku sempurnakan bagimu agamamu dan AKU cukupkan atasmu nikmatku, dan Aku ridhai Islam sebagai aturan hidupmu. “(Q.s. Al Maidah: 3). Oleh karena itu, aturan Islam haruslah mencakup semua sisi yang dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupannya, termasuk persoalan penciptaan alam raya dan lingkungan kosmos yang menjadi kebutuhan manusia (tanah, air dan udara).

Alam dan lingkungan kosmos ini sangat penting dijaga, dipelihara dan dilestarikan sedemikian rupa karena sangat berguna bagi kehidupan manusia. Manusia sangat membutuhkan lingkungan dan bahkan menjadi pihak yang sangat menentukan dalam lingkungan hidup. Baik tidaknya suatu lingkungan sangat tergantung kepada manusia yang ada di sekitarnya. Hampir semua agama memberikan perhatian yang tinggi terhadap lingkungan sebagai tempat hunian makhluk-Nya Islam bahkan melarang manusia menimbulkan kerusakan terhadap alam dan lingkungan kehidupannya (Al`A`raaf : 56). (Q.s. Ar Rum : 41) bahkan dituntut supaya senantiasa dijaga, dipelihara dan ditata dengan baik dan bersih.

Secara ekologis pelestarian lingkungan merupakan keniscayaan ekologis yang tidak dapat ditawar oleh siapapun dan kapanpun. Oleh karena itu, pelestarian lingkungan tidak boleh tidak harus dilakukan oleh manusia. Sedangkan secara spiritual fiqhiyah Islamiyah Allah SWT memiliki kepedulian ekologis yang paripurna. Paling tidak dua pendekatan ini memberikan keseimbangan pola pikir bahwa lingkungan yang baik berupa sumber daya alam yang melimpah yang diberikan Allah SWT kepada manusia tidak akan lestari dan pulih (recovery) apabila tidak ada campur tangan manusia.

Beberapa tokoh lingkungan hidup menyebutkan bahwa agama mempunyai lima resep dasar untuk menyelamatkan bumi : (1) Reference atau keyakinan yang dapat diperoleh dari teks (kitab-kitab suci) dan kepercayaan yang mereka miliki masing-masing; (2) Respect, penghargaan kepada semua makhluk hidup yang diajarkan oleh agama sebagai makhluk Tuhan; (3) Restrain, kemampuan untuk mengelola dan mengontrol sesuatu supaya penggunaanya tidak mubazir; (4) Redistribution, kemampuan untuk menye­barkan kekayaan; kegembiraan dan kebersamaan melalui langkah derma­wan; misalnya zakat, infak dalam Islam; (5) Responsibility, sikap bertang­gung jawab dalam merawat kondisi bumi dan lingkungan.

Kelima dasar ini dapat menumbuhkan semangat untuk berbuat lebih banyak untuk melestarikan lingkungan dengan kepedulian. Dalam hal ini, kepedulian terhadap bumi amat tergantung pada bagaimana aspek-aspek ajaran agama disajikan dan dieksplorasi dengan bahasa serta idiom-idiom modern dan ekologis. Lingkungan sebagaimana disebutkan di atas mencakup segala sesuatu yang ada di sekitar manusia, termasuk penyediaan dan pelestarian air bersih sebagai kebutuhan dasar hidup manusia.

Islam sangat memperhatikan keberadaan, ketersediaan, pendistribusian air yang memadai dan pelestariannya. Islam menempatkan air bukan saja sebagai minuman bersih dan sehat yang dibutuhkan untuk kelestarian hidup semua makhluk hidup, melainkan juga menjadikannya sebagai sarana penting yang sangat menentukan bagi kesah-han sejumlah aktifitas ibadah manusia dan kesempurnaan iman seseorang. Sejumlah ibadah seperti shalat, baca al-Qur`an, thawaf dan sejenisnya mengharuskan pelakunya suci dari segala hadas dan najis. Fikih bahkan menetapkan bahwa alat suci dari hadas dan najis yang paling utama dan terpenting adalah air, melalui wudhuk atau mandi.

Setiap pembahasan dan kajian fikih, mazhab manapun, pada umumnya didahului dengan pembahasan tentang air, karena pembahasan fikih selalu diawali dengan pembahasan tentang hukum ibadah. Dalam setiap pembahasan ibadah selalu didahului dengan pembahasan tentang bersuci (thaharah) sebagai persyaratan wajib pelaksanaan ibadah tersebut. Dalam setiap pembahasan tentang bersuci, air selalu menjadi faktor utama, karena air dalam fikih adalah alat bersuci (thaharah) yang paling utama.

Pentingnya air dalam kehidupan ini dijelaskan oleh Al-Qur`an dalam surat Al-Anbiya` (21), ayat 30: ”… dan Kami jadikan dari air itu segala sesuatu yang hidup…”. Sejalan dengan ayat ini, kita dapat melihat kenyataan bahwa kehidupan di alam ini sangat berkepentingan dengan air. Didukung dengan kenyataan bahwa tiga perempat dari isi bumi yang kita huni ini adalah air, jelas semakin memperkuat lagi kedudukan dan kepentingan air bagi semua jenis kehidupan. Dengan demikian masalah air adalah masalah dunia dan kehidupan yang seharusnya menjadi perhatian semua pihak.

Pencemaran Air

Terma air (al-ma`u) yang terdapat dalam wacana fikih meliputi masalah sumber air, kualitas air dan pemeliharaannya dari sumber pencemaran. Dalam kajian fikih disebutkan bahwa ada tujuh sumber air murni (ma`u al-muthlak), air yang suci dan menyucikan. Air ini sangat baik digunakan untuk kepentingan kehidupan segala jenis makhluk hidup, termasuk untuk kepentingan pelaksanaan ibadah. Ketujuh sumber air tersebut adalah sebagai berikut:

1. Air hujan (ma`u al-sama` atau mau al-mathar)

2. Air laut (ma`u al-bahr)

3. Air sungai (ma`u al-nahr)

4. Air sumur (ma`u al-bi`r)

5. Mata air yang memancarkan air (ma`u al-ain)

6. Salju, yakni air yang membeku (ma`u al-tsalji)

7. Embun, yakni titik-titik air yang jatuh dari udara pada malam hari yang sering ditemukan di atas dedaunan atau rerumputan.

Selanjutnya fikih juga membahas masalah kualitas air. Siapapun manusia berkewajiban untuk menjaga, memelihara dan melindungi kemurnian sumber air ini dari pencemaran, karena kualitas air menjadi hak setiap orang untuk memperoleh air bersih, suci dan menyucikan. Fikih membagi kualitas air itu kepada empat kategori:

1. Air bersih dan membersihkan (thahir muthahhir). Kategori ini disebut juga dengan (ma`u muthlaq). Air kategori ini sangat diharapkan oleh semua makhluk hidup, karena sangat baik untuk kehidupan dan dapat membersihkan sesuatu yang terkena najis atau hadas. Islam sangat mendambakan kualitas air ini untuk segala jenis kebutuhan termasuk dalam hal pelaksanaan ibadah.

2. Air bersih dan membersihkan tetapi tercela untuk dipakai, yaitu air yang sengaja dipanaskan di bawah terik matahari dalam bejana tembaga atau semacamnya. Air ini bersih/suci dan bias membersihkan, tetapi berbahagia bagi kesehatan, karena itu penggunaannya menjadi makruh. Sebaiknya tidak digunakan untuk kepentingan manusia.

3. Air bersih (dalam arti tidak kotor), tetapi tidak sah dipakai sebagai alat pembersih, yaitu air bekas atau air yang yang sudah terpakai untuk mmebersihkan sesuatu. Kategori ini disebut ma`u al-mustakmal. Termasuk dalam kategori ini adalah air yang tak murni karena sudah berubah rasa, bau dan warnanya akibat tercampur dengan benda-benda kotor yang mengubah kemurniannya, seperti air limbah pabrik yang sudah bercampur dengan zat-zat yang berbahaya (yang bukan najis).

4. Air kotor/najis, yaitu air yang tercemar oleh najis (benda-benda yang dipandang kotor dalam ajaran Islam). Air ini tidak boleh dan tidak sah digunakan untuk kebersihan dan menyucikan dari hadas dan najis. Air yang sudah tercemar oleh limbah industri yang mengandung zat-zat berbahaya dan merusak kesehatan termasuk ke daam kategori ini, maka dilarang menggunakannya.

Fikih juga membahas tentang banyak dan sedikitnya air (al-ma`u al-katsir wa al-ma`u al-qalil) sejauh mana dapat terpengaruh kualitasnya. Demikian juga tentang air yang mengalir dan tidak mengalir (al-ma`u al-jari wa al-ma`u al-rakid) sejauhmana dapat terpengaruh kualitasnya.

Air yang bersumber dari tujuh sumber tadi pada dasarnya tidak perlu diragukan lagi kebersihan dan kesuciannya dan dapat digunakan untuk membersihkan sesuatu yang terkena najis dan hadas. Akan tetapi air ini bisa saja menjadi tidak murni bahkan sangat membahayakan jika udara yang kita hirup dan tanah tempat kita berpijak yang berhubungan langsung dengan sumber-sumber air sudah tercemar sedemikian rupa atau sumber air itu sudah tercemar oleh zat-zat lain, sehingga air yang turun dari awan dan keluar dari tanah itu mengandung zat-zat yang membahayakan dan merusak kesehatan, seperti air lumpur belerang, hujan asam dan sebagainya.

Maka untuk kepentingan kehidupan, kemanusiaan dan ibadah, setiap muslim harus mengupayakan tersedianya air bersih yang berstandar bersih dan membersihkan (thahir muthahhir), yakni air murni untuk diminum, untuk kebersihan badan, pakaian dan tempat serta menyucikan diri dari najis dan hadas. Untuk itu, pemeliharaan sumber air dari pencemaran dengan sendirinya menjadi waji dilakukan oleh semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah. Kewajiban ini didasarkan pada kaidah fiqhiyyah “Ma la yatimmu wajib illa bihi fa hua wajib”, sesuatu yang menyebabkan suatu kewajiban tidak terlaksana secara sempurna, maka sesuatu itu menjadi wajib dilakukan atau disediakan untuk kesempurnaan pelaksanaan kewajiban itu.

Dalam konteks pemeliharaan sumber air dari pencemaran, ajaran Islam sudah menunjukkan ke arah pencegahan yang sangat cermat, misalnya ada aturan pelarangan buang kotoran di tempat penampungan air yang tidak mengalir, di bawah pohon yang sedang berbuah, di jalan raya, tempat perteduhan dan lain-lain. Aturan-aturan ini dapat disimpulakan bahwa Islam menghendaki ada tempat khusus untuk buang kotoran, karena selain akan mengganggu kenyamanan lingkungan juga akan mencemarkan air, tanah maupun udara. Air yang sudah tercemar oleh kotoran manusia akan menjadi air najis yang berakibat kepada tidak sahnya ibadah seseorang.

Langkah Strategis Memelihara Lingkungan Hidup dan Penyediaan Air Bersih

Mengingat masih banyaknya faktor yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup dan pencemaran air. Baik pemerintah atau masyarakat sebagai individu harus berinisiatif mengambil peran strategis untuk memelihara lingkungan sekitarnya, minimal pemeriharaan itu dapat dilakukan dari dalam rumah masing-masing. Ada beberapa langkah yang dapat diambil sebagai berikut :

1. Pemerintah yang sedang berkuasa mempunyai kewajiban menjaga dan melindungi hak-hak warganya dan aset-aset alam yang dimiliknya, melalui serangkaian kebijakan berorientasi pada kepentingan bersama (tasharrufu al-imâm ‘alâ al-ra‘iyyah manûthun bi al-mashlahah). Pemerintah menindak tegas pelanggaran perusakan lingkungan hidup. Setiap tindakan pencemaran air bersih yang merugikan kepentingan masyarakat banyak dan negara merupakan pelanggaran hukum dan pelakunya harus dikenakan sanksi hukum dunia (penjara).

2. Masyarakat hendaknya menerapkan pola hidup ramah lingkungan. Melalui Kitab Suci Al Qur’an, Allah telah memberikan informasi spiritual kepada manusia untuk bersikap ramah terhadap lingkungan. Menjaga semua aset-aset yang telah diberikan Tuhan. Informasi tersebut memberikan sinyalamen bahwa manusia harus selalu menjaga dan melestarikan lingkungan agar tidak menjadi rusak, tercemar bahkan menjadi punah, sebab apa yang Allah berikan kepada manusia semata-mata merupakan suatu amanah. Melalui Kitab Suci yang Agung ini (Al-Qur’an) membuktikan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kepada umatnya untuk bersikap ramah lngkungan.

3. Ulama` hendaknya mampu membangun keyakinan Umat Islam untuk tidak merusak lingkungan hidup.

4. Ulama` Umara dan masyarakat mampu memakmurkan bumi. Bumi merupakan kesatuan lingkungan hidup yang amat luas. Permukaannya diperkirakan seluas 510 juta Hektar, tapi dengan permukan tanah hanya 153 juta Km persegi atau 15.300 juta Hektar. Oleh karena itu, suatu desa tempat tinggal kita hanya merupakan luasan lingkungan hidup yang amat kecil jika dibandingkan dengan bumi sebagai suatu tatanan lingkungan hidup yang besar. Namun begitu, suatu perbuatan negatif ataupun positif oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap lingkungan hidupnya dalam batasan luasan yang kecil sekalipun, akan membawa pengaruh kepada tatanan lingkungan hidup or­ang lain yang dekat maupun jauh. Cepat atau lambat secara akumulatif akan berpengaruh pula kepada bumi sebagai suatu kesatuan lingkungan hidup umat manusia serta, makhluk Allah Swt selain manusia.

Kesimpulan

Manusia hendaknya memelihara lingkungannya dengan baik, tidak melakukan perusakan terhadap lingkungan, sebagaimana firman Allah SWT yang artinya : “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah Allah memperbaikinya dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik“. (Al`A`raaf : 56). Di dalam surat Ar Ruum ayat 41 Allah SWT memperingatkan bahwa terjadinya kerusakan di darat dan di laut akibat ulah manusia.  “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) “. Serta surat Al Qashash ayat 77 menjelaskan : “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.

Semua jenis air dari sumber apapun pada hakekatnya adalah milik Allah Swt yang dipersiapkan untuk semua makhluk-Nya demi kelangsungan hidupnya di jagat raya ini (Al-Anbiya` : 30). Semua air itu pada hakekatnya adalah suci. Manusialah yang membuatnya kotor, najis dan tercemar, sehingga tidak layak dikonsumsi dan digunakan untuk kelangsungan kehidupan ini. Oleh karena itu, menyediakan, menjaga, memelihara dan melindungi air dari pencemaran adalah kewajiban semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat untuk kelangsungan hidup semua makhluk-Nya yang dalam komponen dasar kehidupan tergolong ke dalam hifdh al-nafs (perlindungan jiwa, raga dan kehormatan). Air sebagai kebutuhan utama manusia perlu diatur dan dikelola dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal bagi semua kebutuhan kehidupan makhluk-Nya. Semoga Bermanfaat. Amin!!

Wallahu `Aklamu bi Al-Shawab

Daftar Bacaan

Al-Qur’an al-Karim.

Ali, Mukti, 1999. Memahami Beberapa Aspek Ajaran Al Qur’an, Mizan, Bandung.

Abdillah, M. 2005. Fikih Lingkungan. UPP AMP YKPN, Yogyakarta

Abdurrahim, M. Imaduddin, 2002. Islam Sistem Nilai Terpadu, Gema Insani Pers, Jakarta.

Harahap, A, dkk. 1997. Islam dan Lingkungan Hidup. Penerbit Yayasan Swarna Bhumy, Jakarta.

Kahar, M.A., 1996. Almanak Lingkungan Hidup Indonesia 1995/1996. Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup, Jakarta.

Kementerian Lingkungan Hidup, 2002. Himpunan Peraturan Perundang-undangan dibidang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pengendalian Dampak Lingkungan. Jakarta.

Sirozi, dkk., 2001. Islam Humanis (Islam dan Persoalan Kepemimpinan, Pluralitas, Lingkungan Hidup, Supermasi Hukum, dan Masyarakat Marginal), Moyo Segoro Agung, Jakarta.

Shihab, M. Quraish, 1996. Wawasan Al-Qu’an, Mizan. Bandung.

Shihab, M. Quraish, 1992. Membumikan Al-Qur’an : Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat”, PT. Mizan, Bandung, 1992.


Data Kepegawaian Pemerintah Kabupaten Pidie


Potensi Pegawai Pemerintah Kabupaten Pidie

Rekapitulasi Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Pidie

 


 

JUMLAH PEGAWAI DI MASING-MASING UNIT KERJA

BERDASARKAN GOLONGAN PADA PEMERINTAH KABUPATEN PIDIE

TAHUN 2008

NO

UNIT KERJA

JUMLAH PEGAWAI

JUMLAH

GOL. I

GOL. II

GOL. III

GOL. IV

1

2

3

4

5

6

7

1

Sekretariat Daerah

6

101

92

25

224

2

Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi

0

19

42

2

63

3

Dinas Sumber Daya Air

12

68

25

3

108

4

Dinas Sosial dan Tenaga Kerja

0

13

31

7

51

5

Dinas Syariat Islam

0

4

25

8

37

6

Dinas Pemuda, Olah Raga dan Kebudayaan

0

5

18

5

28

7

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi

0

14

61

4

79

8

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

1

11

20

4

36

9

Dinas Bina Marga dan Cipta Karya

4

87

53

2

146

10

Dinas Pertanian dan Peternakan

0

27

65

7

99

11

Dinas Kehutanan dan Perkebunan

2

51

71

5

129

12

Dinas Kelautan dan Perikanan

0

22

24

2

48

13

Dinas Pendidikan

1

113

133

106

353

14

Dinas Kesehatan

19

1040

472

11

1542

15

Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah

0

38

49

6

93

16

Badan Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Perempuan

0

32

77

10

119

17

Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat

1

5

18

5

29

18

Badan Kepegawaian Daerah

0

9

18

2

29

19

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

1

14

35

5

55

20

Badan Pemberdayaan Masyarakat

0

10

24

3

37

21

Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan

1

27

67

9

104

22

Badan Pengendalian Dampak Lingkungan

1

2

18

6

27

23

Kantor Perpustakaan dan Arsip

0

11

10

1

22

24

Kantor Pendidikan dan Pelatihan

1

9

15

2

27

25

Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu

0

9

9

1

19

26

Kantor Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran

3

10

17

1

31

27

Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah

0

9

8

3

20

28

Kantor Pembinaan Pendidikan Dayah

0

2

9

2

13

29

Sekretariat DPRK

1

15

14

4

34

30

Inspektorat

0

10

21

7

38

31

Akper

0

1

21

0

22

32

Rumah Sakit Umum Daerah

2

244

112

5

363

33

Kecamatan Padang Tiji

3

3

10

1

17

34

Kecamatan Geumpang

11

4

6

0

21

35

Kecamatan Simpang Tiga

1

2

8

1

12

36

Kecamatan Delima

4

4

10

0

18

37

Kecamatan Glumpang Tiga

2

7

10

0

19

38

Kecamatan Mila

2

4

9

1

16

39

Kecamatan Mane

1

2

5

2

10

40

Kecamatan Tangse

17

7

8

1

33

41

Kecamatan Kota Sigli

6

25

34

1

66

42

Kecamatan Batee

9

13

10

0

32

43

Kecamatan Glumpang Baro

0

1

9

0

10

44

Kecamatan Tiro Truseb

11

10

8

1

30

45

Kecamatan Pidie

1

14

10

1

26

46

Kecamatan Mutiara

3

20

13

0

36

47

Kecamatan Peukan Baro

0

8

10

1

19

48

Kecamatan Grong-grong

0

5

10

1

16

49

Kecamatan Muara Tiga

1

2

9

1

13

50

Kecamatan Keumala

3

10

7

0

20

51

Kecamatan Sakti

5

15

12

1

33

52

Kecamatan Titeue

1

4

12

1

18

53

Kecamatan Mutiara Timur

0

12

12

1

25

54

Kecamatan Indrajaya

4

9

12

1

26

55

Kecamatan Kembang Tanjong

3

4

11

1

19

56

SMA Negeri 1 Tangse

0

8

14

16

38

57

SMA Negeri 1 Geumpang

2

4

7

6

19

58

SMA Negeri 1 Glumpang Tiga

1

3

13

20

37

59

SMK Negeri 1 Sigli

0

1

21

27

49

60

SMK Negeri 2 Sigli

0

3

38

5

46

61

SMA Negeri 2 Sigli

0

2

36

15

53

62

SMK Negeri 3 Sigli

0

2

17

14

33

63

SMA Negeri 1 Simpang Tiga

0

5

17

13

35

64

SMA Negeri 1 Glumpang Baro

0

0

13

5

18

65

SKB Kab. Pidie

0

4

14

1

19

66

SMA Negeri 1 Delima

0

0

17

19

36

67

SMA Negeri 1 Indrajaya

0

0

17

21

38

68

SMA Negeri 1 Kembang Tanjong

0

0

21

17

38

69

SMA Negeri 1 Muara Tiga

0

2

14

5

21

70

SMA Negeri 1 Mutiara

0

3

27

39

69

71

SMA Negeri 1 Padang Tiji

1

2

13

14

30

72

SMA Negeri 1 Peukan Baro

0

4

14

29

47

73

SMA Negeri 1 Peukan Pidie

0

2

11

13

26

74

SMA Negeri 1 Sakti

0

2

18

34

54

75

SMA Negeri 1 Sigli

0

3

35

57

95

76

SMA Negeri 2 Indrajaya

0

2

6

14

22

77

SMA Negeri 2 Mutiara

0

4

11

12

27

78

SMA Negeri 1 Keumala

0

5

13

16

34

79

SMP Negeri 1 Sigli

0

6

17

39

62

80

SMP Negeri 2 Sigli

0

2

18

32

52

81

SMP Negeri 4 Sigli

0

10

14

13

37

82

SMP Negeri 1 Peukan Pidie

0

5

5

15

25

83

SMP Negeri 2 Peukan Pidie

0

3

15

16

34

84

SMP Negeri 1 Delima

0

6

9

18

33

85

SMP Negeri 2 Delima

0

6

19

9

34

86

SMP Negeri 1 Batee

0

10

8

7

25

87

SMP Negeri 1 Padang Tiji