Seputar Pidie

Abusyik akan Berantas Preman-preman yang Berkeliaran di Pemerintah Pidie

IMG_2696

Sigli  | Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik) menegaskan akan memberantas praktik premanisme yang selama ini terjadi di lingkup pemerintahan Pidie.

Hal ini disampaikannya di depan peserta audensi yang berasal dari jajaran Rumah Sakit Umum Tgk Chik Ditiro, Selasa (25/07/2017).

Namun Abusyik tak menjelaskan siapa preman-preman yang berkeliaran di jajaran pemerintah tersebut.

Dia hanya meminta agar aparatur tak takut terhadap tindakan-tindakan premanisme tersebut. “Jangan takut, kedepan tidak ada lagi preman di semua SKPK,” kata Abusyik.

Abusyik menegaskan, masa transisi pemerintahan sudah berakhir dan saat ini pemerintah Pidie dijabat oleh bupati dan wakil bupati yang baru.

Karena itu, dia meminta agar aparatur bisa bekerja dengan semangat baru.

Abusyik Beri Waktu Tiga Bulan Pejabatnya Tingkatkan Kinerja
Bupati Pidie Roni Ahmad pimpin apel perdana

Bupati Pidie Roni Ahmad pimpin apel perdana

Sigli | Bupati Pidie Roni Ahmad atau Abusyik mewanti-wanti para pejabatnya agar berkerja maksimal jika ingin tetap bertahan di posisinya.

“Kami memberi waktu tiga bulan untuk memperbaiki kinerja, coba buktikan lebih baik, dan saya yakin kalian bisa, karena jika tidak, maka kami tidak segan-segan menganti,” kata Abusyik saat memimpin apel perdananya sebagai bupati Pidie, di halaman kantor bupati, Senin (24/7/2017).

Abusyik menegaskan agar semua pegawai mematuhi aturan yang ada. “Jangan coba-coba melanggar, sebab yang menjaga kalian bukan saya, tapi aturan itu,” kata Abusyik.

Abusyik memaparkan bahwa dia sangat paham aturan. Keberadaannya bersama Wakil Bupati Fadhlullah juga untuk memastikan semua pegawai menaati aturan tersebut.

Para pegawai, kata Abusyik, tidak perlu takut meski nantinya kepemimpinan mereka akan melakukan sejumlah perubahan di sistem pemerintahan.

“Berkerjalah seperti yang sudah dibebankan kepada kita semua, tidak ada istilah anak kandung dalam peraturan, semua sama,” katanya.

sumber beritakini.co

Abusyik Lepas PSAP Bertanding di Liga Nusantara
Tim PSAP Pidie bersama Abusyik di Meuligoe Bupati sebelum bertolak ke Banda Aceh, Rabu 19 Juli 2017

Tim PSAP Pidie bersama Abusyik di Meuligoe Bupati sebelum bertolak ke Banda Aceh, Rabu 19 Juli 2017

SEBANYAK 26 pemain PSAP Pidie, empat pelatih, empat ofisial dan dua orang pembantu tim, dijamu Bupati Roni Ahmad (Abusyik) di Meuligoe Bupati Pidie sebelum bertolak ke Banda Aceh, Rabu 19 Juli 2017.

Saat melepaskan tim kebangaan masyarakat Pidie untuk bertanding pada Liga Nusantara itu, Abusyik berharap PSAP mampu menggangkat marwah masyarakat Pidie di bidang olahraga.

“Tunjukkan bahwa kita mampu menjadi juara, prestasi kalian hari ini akan menjadi cermin di masa yang akan datang,” ujarnya.

Selain meminta manajemen untuk lebih profesional dan transparan, Abusyik juga berjanji akan memperhatikan dan mengupayakan sponsor untuk tim yang berjuluk laskar aneuk nanggroe, agar bergerak maju dan mampu bertanding pada liga yang lebih tinggi sehingga marwah sepokbola Pidie kembali berjaya.

Sebelum diberangkatkan, tim di bawah manajer Iptu Andi Permadi ini juga dipakaikan kopiah merah dan berfoto bersama Abusyik di teras rumah dinas Bupati Pidie.

sumber humas protokol

Pemain Persimura Dikasih Kopiah Merah, Ini Alasan Abusyik

abusyik-hadiahkan-kopiah-merah_20170721_213043

SIGLI –  Bupati Pidie, Roni Ahmad atau kerap disapa Abusyik, menyerahkan kopiah merah kepada 24 pemain Persimura di meuligoe bupati setempat, Jumat (21/7/2017).

Penyerahan kopiah merah dilakukan Abusyik saat melepas pemain Persimura, untuk bertolak ke Bireuen dalam rangka mengikuti kompetisi liga 3 tahun 2017, Regional Aceh.

Dalam kegiatan itu juga diserahkan baju klub Persimura oleh Pimpinan Bank Aceh Sigli, H Muslim AR, yang diterima Manejer Persimura, Khairullah.

“Saya menghadiahkan kopiah merah kepada pemain Persimura, agar mereka teringat kewajiban seorang muslim untuk menunaikan shalat,” ucap Abusyik di depan pemain di Meuligoe Bupati Pidie, Jumat (21/7/2017.

Lanjutnya, pemain harus kosentrasi penuh selama bermain bola, dan mereka harus melupakan kegiatan lain.

” Beuk teungeh meuen bola teuingat keuweu leumou (jangan sedang main bola teringat kandang lembu),” kata Abusyik. (*)

Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyik) menyerahkan kopiah merah kepada pemain Persimura yang diterima ketu rombongan tim, Serda Muzakir, di Meuligoe Bupati Pidie, Jumat (21/7/2017)

sumber serambi

Hari Kedua Sebagai Bupati, Abusyik Sidak RSUD Tgk. Chik Di Tiro Sigli

Hari kedua menjabat sebagai Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyik) melakukan sidak ke Rumah Sakit Umum Daerah Sigli, Rabu 19 Juli 2017, setelah sehari sebelumnya ia mengawalinya dari Masjid Al Falah Sigli dan juga berziarah ke makam Tgk Hasan Tiro di Indrapuri Aceh Besar.

Sidaknya kali ini adalah untuk memastikan pelayanan Rumah Sakit tersebut benar-benar berjalan dengan baik, serta mendengar pendapat pasien rumah sakit secara langsung. Ia pun tidak lupa berdiskusi dengan para dokter dan perawat tentang tantangan dan hambatan selama ini.

IMG-20170719-WA0020

“Kedatangan saya hari ini adalah untuk memastikan bahwa pasien disini benar-benar terlayani secara baik dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan,” ungkap Abusyik.

Ia mengatakan Rumah Sakit adalah tempat vital yang harus benar-benar dipantau secara baik, jangan sampai ada warga yang tidak dilayani. “Kita ingin rumah sakit ini kedepan benar-benar berkualitas dan mampu melayani seluruh warga pidie dengan sarana dan prasarana yang bagus,” jelas Abusyik.

IMG-20170719-WA0031

Bupati Pidie ini juga mengatakan ingin mendengar secara langsung dari dokter, perawat dan juga pengurus rumah sakit terkait tantangan selama ini, “insya Allah kita akan selalu bersama-sama membangun rumah sakit daerah Sigli ini menjadi semakin baik,” ungkapnya.

Abusyik juga mengapresiasi tugas para dokter dan perawat yang memang tidaklah mudah, bahkan mereka harus berkorban baik secara waktu dan tenaga demi kemanusiaan. “Dan ini harus dipahami oleh seluruh pasien, dokter ataupun perawat juga manusia yang harus dihormati dan dihargai,” pungkasnya.

IMG-20170719-WA0025

sumber klikkabar.com

Pemerintah Kabupaten Pidie Mengucapkan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Gubernur Aceh Bpk drh. H. Irwandi Yusuf, MSc. dan Wakil Gubernur Aceh Bpk Ir. H. Nova Iriansyah, M.T Periode 2017-2022
Pelantikan Gubernur Aceh Bpk drh. H. Irwandi Yusuf, MSc. dan Wakil Gubernur Aceh Bpk Ir. H. Nova Iriansyah, M.T Periode 2017-2022

Pelantikan Gubernur Aceh Bpk drh. H. Irwandi Yusuf, MSc. dan Wakil Gubernur Aceh Bpk Ir. H. Nova Iriansyah, M.T Periode 2017-2022

Bupati Pidie Lantik Pejabat Struktural Baru
Bupati Pidie H Sarjani Abdullah melantik 41 pejabat struktural baru di Oproom Setdakab Pidie. Rabu 21 Juni 2017.

Bupati Pidie H Sarjani Abdullah melantik 41 pejabat struktural baru di Oproom Setdakab Pidie. Rabu 21 Juni 2017.

BUPATI Pidie H Sarjani Abdullah melantik 41 pejabat struktural baru di jajaran lingkungan pemerintahan Kabupaten Pidie. Delapan di antaranya adalah pejabat eselon II, 19 pejabat eselon III, dan 14 pejabat eselon IV.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Oproom Setdakab Pidie, turut dihadiri Wakil Bupati M Iriawan SE, Sekda Pidie, dan unsur Forkopimda Pidie. rabu 21 Juni 2017.

Dalam arahannya bupati mengatakan, pelantikan ini berkenaan dengan agenda reformasi birokrasi, yang diharapkan mampu bekerja maksimal sebagai upaya menjawab tantangan birokrasi dalam rangka mewujudkan Good Governance, meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat, maupun upaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah.

Bupati menyebutkan, pelantikan pejabat struktural ini merupakan tindak lanjut dari proses evaluasi dan restrukturisasi organisasi perangkat daerah dalam upaya mewujudkan peningkatan efektifitas dan produktivitas birokrasi serta loyalitas.

“Ini merupakan bagian dari semangat dalam mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik dan bersih dengan menitikberatkan pada revitalisasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik,” kata H Sarjani.

Berikut delapan pejabat baru eselon II yang dilantik:

  1. Jufrizal, S Sos, M Si, dilantik menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, sebelumnya adalah Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
  2. Zulfikar, MM, dilantik menjadi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, sebelumnya adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong.
  3. H Malek Kasem, dilantik menjadi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pidie, sebelumnya adalah staf ahli bidang kemasyarakatan dan sumberdaya manusia.
  4. Ainul Mardhiyah, dilantik menjadi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, sebelumnya adalah Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pidie.
  5. H Syarkawi M Si, dilantik menjadi staf ahli bidang pembangunan, ekonomi dan keuangan, sebelumnya adalah Kepala Dinas Pertanian dan Pangan.
  6. H Arifin, dilantik menjadi Kepala Dinas Parawisata, kebudayaan, kepemudaan dan olahraga, sebelumnya adalah staf ahli bidang pembangunan, ekonomi dan keuangan.
  7. Syarkawi M Si, dilantik menjadi staf ahli bidang kemasyarakatan dan sumber daya manusia, sebelumnya adalah pelaksana pada badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya.
  8. Bukhari SPd, M Pd, dilantik menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, sebelumnya adalah Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

 

sumber humas dan protokol

RSU Chik di Tiro Kerja Sama Bedah Saraf dengan RSUP Sardjito Yogyakarta
RSUP Sardjito Yogyakarta

RSUP Sardjito Yogyakarta

UNTUK melayani pasien bedah Saraf Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik di Tiro Sigli melakukan bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Sardjito Yogyakarta.

Hal itu dikatakan Direktur RSU Tgk Chik di Tiro Sigli drg Mohd Riza Faisal MARS, saat menerima perwakilan tim Advance Sister Hospital RSUP Sardjito, Fakultas Kedokteran UGM (Universitas Gajah Mada) Yogyakarta dan RTD “Trauma Kepala dan Stroke, di Oproom Setdakab Pidie. Kamis 18 Mei 2017.

Menurutnya, penanganan terhadap pasien yang membutuhkan bedah saraf selama ini dirujuk ke RSU Zainal Abidin Banda Aceh. Dia menjelaskan, kerjasama tersebut dalam bentuk Tim Advance Sister Hospital yang melibatkan tenaga dokter RSUP Sardjito, Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta dan Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh.

“Dengan adanya kerja sama ini, RSU Sigli akan dapat menangani pasien bedah saraf. Kontrak kerjanya akan diperpanjang tiap tahun,” ujarnya.

Wakil Bupati Pidie M Iriawan dalam sambutannya mengatakan, kerja sama pelayanan bedah dalam bentuk tim Advance Sister Hospital diharapkan akan membantu pasien yang membutuhkan pertolongan.

“Seiring peningkatan status dari C ke tipe B, RSU Tgk Chik di Tiro juga dapat meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat,” ujarnya.

Hadir pada acara tersebut, dr Mei Neni Sitaresmi Sp A (K) PhD dari UGM, dr Rachmat Andi Hartanto Sp,. BS (K) ahli traumatic and non traumatic brain injury, dr M Eka Agusfansyah Sp B, penanganan dini tarumatic kepala, dan dr Fajriman Sp S ahli Neuro Traumatologi serta unsur Muspida Pidie.

sumber humas & protokol

Pekan Ini, Abu Mudi Asuh Majelis Pengajian Tastafi di Sigli dan Banda Aceh

WhatsApp Image 2017-05-03 at 1.36.36 PM

Pengajian rutin Tastafi di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh yang diadakan setiap malam Sabtu awal bulan kali ini dijadwalkan akan diasuh langsung oleh Abu Syekh H Hasanoel Basri HG (Abu MUDI Samalanga). Pengajian bulan ini akan berlangsung pada tanggal 5 Mei 2017 dengan mengusung tema khusus “Fiqh Puasa dan Amaliyah Ramadhan”. Tema ini sengaja dipilih sebagai persiapan agar masyarakat dapat menyambut Ramadhan dengan berbekal ilmu dan pengetahuan tentang hukum hukum puasa dan amaliyah lainnya yang sangat dianjurkan untuk dilakukan di bulan Ramadhan. Sebagaimana biasanya, pengajian ini akan disiarkan langsung di RRI Pro 1 Banda Aceh 97,7 FM.
hqdefault
Selain di Banda Aceh, Abu MUDI juga dijadwalkan akan mengisi pengajian rutin malam Jumat awal bulan di Mesjid Agung Al-Falah Sigli tepatnya malam Jumat (4/5/2017). Pengajian ini diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Pidie bekerja sama dengan PC RTA Pidie dan juga Pengurus Tastafi Kabupaten Pidie. Dalam hal ini panitia telah menyebarkan selebaran, sms dan informasi kepada masyarakat baik melalui media online, surat kabar dan radio. Pengajian di Mesjid Al-Falah Sigli akan disiarkan langsung melalui radio Al-Falah FM.
Pengurus Tastafi berharap kepada siapa saja yang telah mendapatkan informasi ini untuk menyebarkannya agar wadah untuk menambah wawasan keilmuan ini diketahui oleh masyarakat pada umumnya. Selain kajian kitab, Pengajian ini juga diisi dengan zikir dan tanya jawab masalah aktual.
sumber www.mudimesra.com
Peringatan Hari Malaria Sedunia, Pidie Terima Sertifikat Bebas Malaria dari Menkes RI

C-ORaXoVoAMn5yL

MASYARAKAT Kabupaten Pidie patut berbahagia, karena merupakan salah satu kabupaten dari 7 kabupaten/kota di Indonesia yang menerima Sertifikat Bebas Malaria dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof dr Nila A Moeloek, Sp.M (K). Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Bupati Pidie M Iriawan SE, pada acara Peringatan Hari Malaria Sedunia ke 10 yang dilaksanakan di Lapangan Pelabuhan Perikanan Kota Ternate Maluku Utara. Kamis 27 April 2017.
Sertifikat penghargaan tersebut diperoleh setelah tim dari hari-malaria-sedunia-25-april-Subdit Malaria Kementerian Kesehatan RI melakukan Verifikasi ke Kabupaten Pidie pada akhir tahun 2016, dan memperoleh hasil dan Kabupaten Pidie ditetapkan sebagai daerah Eliminasi (bebas) Malaria.
Pemerintah Kabupaten Pidie sejak tahun 2010 lalu telah melakukan berbagai upaya untuk menangani dan menurunkan kasus angka penyakit Malaria, karena Pidie merupakan salah satu daerah endemis malaria, di mana angka kasus malaria masih tergolong tinggi dalam beberapa tahun sebelumnya.
Bupati Pidie Sarjani Abdullah, pada Tahun 2014, telah menandatangani Peraturan Bupati Nomor 6 tentang Eliminasi Malaria yang dijadikan dasar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie untuk melakukan beberapa kegiatan mewujud Pidie sebagai bebas malaria.
Adapun kegiatan yang dilaksanakan yaitu, advokasi dan sosialisasi eliminasi malaria bagi lintas sektor terkait, peningkatan kapasitas petugas mikroskopis malaria puskesmas, peningkatan kapasitas bidan desa, melakukan monitoring dan evaluasi program serta penguatan sistem pelaporan dan pendataan.
Hasil yan diperoleh sangat signifikan, yang mana pada Tahun 2012 terdapat 82 kasus positif malaria, turun menjadi 52 kasus di tahun 2013, pada tahun 2014 turun menjadi 25 kasus, dan di tahun 2015 turun drastis menjadi 5 kasus, sedangkan pada tahun 2016 lalu hanya terdapat 2 kasus, itupun bukan merupakan kasus setempat (Indeginous) atau kasus import.

Sertifikat Bebas Malaria dari Menkes RI 2017

Sertifikat Bebas Malaria dari Menkes RI 2017


Saat ini acara sedang berlangsung bertepatan dengan Peringatan Hari Malaria se-Dunia ke 10, Menteri Kesehatan RI berkenan menyerahkan Sertifikat Eliminasi Malaria kepada Kabupaten Pidie yang diterima oleh Wakil Bupati Pidie Bapak M. Iriawan, SE. Hadir dalam acara penyerahan sertifikat adalah Sekretaris Dinas Kesehatan Kab Pidie Bakhtiar, SKM, M. Kes dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Turno Junaidi, SKM, MKM
Pada akhir tahun 2016, tim dari Subdit Malaria Kementerian Kesehatan RI melakukan Verifikasi ke Kabupaten Pidie, dan Alhamdulillah hasil yang mereka simpulkan adalah bahwa tidak ada lagi kasus Malaria di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Pidie ditetapkan sebagai daerah Eliminasi (bebas) Malaria.
Turut hadir pada penerimaan Sertifikat Eliminasi Malaria dari Menkes RI tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie Bakhtiar, SKM, M. Kes dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Turno Junaidi, SKM, MKM…

sumber humas & protokoler

Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Pidie - Provinsi Aceh
Copyright © 2018 BAG.TELEKOMUNIKASIL&PDE SETDAKAB PIDIE. Jl.Prof. A.Madjid Ibrahim, Kota Sigli 24151.Fax 0653-21557. Email: setda@pidiekab.go.id
TERWUJUDNYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN PIDIE YANG MULIA, BERKUALITAS, SEJAHTERA, DAN MEMILIKI MASA DEPAN