Seputar Pidie

Usai Acara Pawai Ta’aruf MTQ provinsi aceh, Abusyik Di Hadang Wartawan

 

 

23621352_1728979540459338_7424744017625843288_n

Bupati pidie roni ahmad atau yang kerap disapa abusyik terlihat sedang diwawancarai oleh beberapa orang wartawan usai acara pawai ta’aruf MTQ provinsi aceh di aceh timur. Sabtu, 18/11/2017.

Harapan abusyik semua peserta diberikan kesehatan dan kelancaran agar dapat tampil maksimal dan bisa mendapatkan peringkat terbaik untuk mengharumkan daerah nya masing – masing.

Abusyik juga mengapresiasi kesiapan aceh timur pada ajang musabaqah tilawatil quran tahun ini.

Bupati Pidie ( Abusyik ) Jadi Pembicara Acara Annual Meeting Governor Climate Force

22046980_1678652042158755_6889482507529780341_n

Balik Papan – Bupati Pidie Roni Ahmad ( Abusyik ) didaulat menjadi pembicara pada acara Annual Meeting Governor Climate Force (GCF), di Novotel Balikpapan. Rabu, 27/09/2017.

Kegiatan GCF ini merupakan pertemuan tahunan pimpinan-pimpinan pemerintah dari seluruh dunia yang peduli terhadap lingkungan, hutan, dan iklim.

Acara GCF tahun 2017 ini dihadiri oleh Gubernur/Bupati/Walikota dari 38 negara. Dalam acara tersebut rencananya Abusyik akan mewakili Bupati/Walikota dari Indonesia yang diundang sebagai pembicara pada acara tersebut.

Mendapat penghargaan sebagai pembicara didepan seluruh hadirin, Abusyik langsung memaparkan bahwa kabupaten Pidie memiliki potensi alam yang sangat besar untuk dikembangkan. “Glee, Blang, Laot Pidie jika dikelola dengan sungguh-sungguh akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama sekali potensi ekonomi tanpa mengesampingkan kelestarian ekologi. Papar Abusyik.

Lebih lanjut Abusyik menyebutkan bahwa lingkungan dan hutan adalah sumber kehidupan, yang telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi keberlangsungan hidup kita, oleh karena itu lingkungan hutan harus kita jaga dengan kasih dan sayang agar dapat terus memberi manfaat bagi kita.

“Bagi saya pribadi, hutan bagaikan ibu dan bapak dalam wujud lain, hutan memberikan udara, memberikan air, bahkan dimasa lalu dan mungkin dimasa depan hutan adalah pelindung dan penyelamat saya didunia ini. Oleh karena itu, saya tergerak dan mengajak kita semua untuk selalu menjaga hutan dan lingkungan sebagaimana ia menjaga kita. Tutup Abusyik yang disambut aplus yang luar biasa dari hadirin.

Bupati Pidie turut didampingi oleh Asisten II Setdakab Pidie, Kepala Bappeda Pidie, Kepala BPM, Kabag Humas Setdakab Pidie, dan Tim Deutsche Gesselschaft fűr Internationale Zussamenerbeit (GIZ) untuk Aceh.

Abusyik dan Gerakan Literasi Alquran

21688108_1674224172601542_5692000771704127127_o

Gerakan Literasi Alquran perlu digalakkan mulai dari membaca dan mengartikan, sementara menulis di akhir saja. “Yang penting bisa baca dan mengartikannya, karena ini aplikasi kehidupan, baru menulis,” kata Abusyik

Menurut Abusyik, membaca praktiknya agak mudah. Mengartikan juga tidak perlu keterlibatan jari tangan. Sementara menulis harus menggambar alfabet Arab, menyambungkan huruf, dan sebagainya yang butuh ketekunan sendiri.

Abusyik melihat, ini bukan hanya masalah yang berkaitan dengan kebisaan, tapi membangun kedekatan menjadi kecintaaan sehingga nilai Alquran bisa mewarnai kehidupan anak-anak. Ada hubungan Alquran dengan pembentukkan karakter, unsur kecerdasan dan akhlak. “Membaca Alquran harus berwudhu dulu, bersikap sopan, lama-lama akan terbentuk karakter kesalihan anak-anak,” kata Abusyik.

Hal itu, bisa dimulai dengan sehari anak-anak menghafal satu ayat plus artinya. Dengan membaca, menghafal, dan mengartikan, dapat semua. “Hafalan pendek dan sedikit-sedikit pun tidak apa-apa, yang penting hasilnya membawa dampak,” ujarnya.

Konteks ini tidak lepas dari perintah membaca dulu seperti disebut dalam Alquran surat Al Alaq. Membaca dulu, baru menulis dengan pena. Penekanan dalam Al Alaq adalah membaca.

Abusyik Memberikan Kuliah Umum Di Universitas Malikussaleh, Aceh Utara

21587272_1671482396209053_815666321553072761_o

Disampaikan pada Kuliah Umum dengan Tema:
“Kepemimpinan Visioner”

Selasa, 19 September 2017

Program Studi Ilmu Politik
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Malikussaleh, Aceh Utara

Mengenal Pidie dan Abusyik
Pidie merupakan satu kabupaten dari 23 kabupaten/kota dalam wilayah Provinsi Aceh yang berpenduduk 44H3.718 jiwa yang tersebar di 23 kecamatan, 94 mukim 730 gampong (desa). Kabupaten dengan pusat pemerintahannya di Kota Sigli itu memiliki perbatasan wilayah di sebelah utara dengan Selat Malaka, sebelah Selatan dengan Kabupaten Aceh Jaya, sebelah Barat dengan Kabupaten Aceh Besar, dan sebelah Timur dengan Kabupaten Pidie Jaya.

Pemimpin Visoner
Dalam rangka mewujudkan visi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, suatu daerah tidak lepas dari peran para pemimpin visioner yang menentukan arah pembangunan daerah, bangsa, dan negaranya. Pemimpin visioner dilahirkan dan dibentuk tidak hanya melalui suatu proses belajar di sekolah, tapi juga berasal dari berbagai pengalaman penting di kehidupan sosial masyarakat. Identitas masyarakat yang berperadaban mutlak ditentukan oleh peran dari pemimpin yang baik dan berkualitas.

Kepemimpian Visioner
Secara umum, kepemimpinan visioner diartikan sebagai kepemimpinan yang berdasarkan visi. yaitu pemimpin yang mampu melihat realitas, mencurahkan perhatiannya secara terus-menerus untuk meyakinkan orang lain bahwa visinya akan menjadi kenyataan. Dalam konteks ini, visi merupakan kekuatan dalam (inner force) yang memberikan energi kepada pemimpin untuk bertindak.
Pemimpin harus memahami bahwa kepemimpinan merupakan pengembangan visi dan strategi, maka perlu orang-orang yang relevan di belakang strategi-strategi ini, serta secara intensif dilaksanakan pemberdayaan SDM organisai untuk membuat visi ini berhasil secara maksimal.

Pemimpin Visioner ‘Ala Abusyik’

Dalam memimpin pembangunan Kabupaten Pidie, Abusyik mengusung selogan ‘Pidie Meusigrak’, yang memiliki makna: terjalinnya senegitas tiga aktor pembangunan di kabupaten Pidie (pemerintah, masyarakat sipil, dan dunia usaha) serta terlibat aktif dalam menyukseskan visi pembangunan. Prinsip ini punya kaitan dengan peunutoh Abusyik yaitu “carong hana diduek bak urueng sidroe, carong bak urueng rame.” Prinsip ini memiliki makna, kepintaran, kehebatan, dan kekuatan berasal dari orang banyak, bukan karena satu orang. Implementasi prinsip ini sebagai upaya merangkul dan mengapresiasi atas partisipasi semua elemen masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan yang menekankan budaya gotong royong, bekerja ikhlas, dan sinergis.
Untuk mewujudkan Pidie Meusigrak, menurut Abusyik (Bupati), pembangungan harus dilandasi dengan gaseh sayang (kasih sayang), yaitu kasih sayang pemerintah kepada rakyat, rakyat kepada pemerintah, dan rakyat sesama rakyat serta kepada lingkungan dan seluruh alam. Landasan ini terinspirasi dari pesan Bismillahirrahmanirrahim, sebuah kalimat yang dianjurkan ajaran Islam ketika ingin memulai sesuatu hal. Dalam kalimat tersebut menggambarkan dua sifat Allah, yaitu rahman (Maha Pengasih) dan Rahim (Maha Penyayang). Dengan terjalinnya kasih sayang antara pemerintah, rakyat, dan alam maka akan terbentuk rasa kepedulian, kekeluargaan, dan kekompakan yang mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam setiap agenda pembangunan.

Menurut Abusyik, Kabupaten Pidie memiliki potensi alam yang komplek. Sumber daya alam yang berasal dari Gle, Blang, dan Laot (Gunung, Persawahan/Pertanian, dan Laut) sangat potensial dikelola dengan baik untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Kerena itu, Wakil Bupati Kabupaten Pidie, Fadhlullah TM Daud menyampaikan, untuk mengelolanya, Pidie butuh tangan (jaringan) Birokrasi yang tertib dan melayani.

Birokrasi yang tertib adalah pemerintahan/birokrasi yang disiplin, taat azas, taat hukum, aturan, nilai-nilai, komitmen pembangunan serta efektif dan efisien dalam bekerja. Prinsip birokrasi tertib, Abusyik sering menyebutnya dalam falsafah Aceh yaitu ‘Darah njang butoi, hareum meusulet’ artinya darah (manusia) yang benar, haram (tidak akan) berbohong/berkhianat. Prinsip ini menekankan pada perbaikan moral pemerintah dan masyarakat.

Sedangkan Birokrasi yang melayani merupakan pemerintah/birokrasi yang mampu memberikan pelayanan prima untuk memenuhi hak-hak masyarakat secara adil, transparan, akuntabel, cepat, tepat, mudah, murah, dan berkualitas. Pemerintah harus mampu mengelola potensi dan sumber daya demi kesejahteraan rakyat. Sehingga kehadiran pemeritah benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat. Birokrasi yang tertib dan melayani adalah bentuk kasih sayang pemerintah kepada rakyat.

Abusyik dan Forkopimda Pidie Gotong Royong di Beureuenuen

20638575_1635005556523404_3186258289412857668_n

SIGLI – Bupati Pidie, Roni Ahmad akrab disapa Abusyik bersama Forkopimpa Pidie melakukan gotong-rotong di pusat Pasar Beureuenuen, Kamis (10/8/2017).

Program gotong royong sengaja digulirkan Bupati Pidie Roni Ahmad ( Abusyik) dalam rangka menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah. Gotong royong juga menjadi salah satu kearifan lokal yang harus dijaga.

20728055_1635005033190123_8893775973554650071_n

“Alhamdulillah gotong royong sudah menjadi budayadi masyarakat. Lewat gotong royong, masyarakat tergerak untuk bersama-sama menjaga lingkungannya. Saya apresiasi sekali, mudah-mudahan ini bisa dijalankan secara konsisten di seluruh Gampong di Pidie,” ungkap Abusyik, Kamis, (10/08/2017.)

 

Dia menambahkan, gotong royong yang dilakukan warga tidak hanya sebatas aksi bersih-bersih lingkungan, tetapi juga memperbaiki infrastuktur-infrastuktur yang rusak, seperti jalan, jembatan dan lainnya. Tak hanya berpangku tangan pada pemerintah, warga juga diajak untuk bergerak dan berbuat.

“Lewat gotong royong, mari kita ciptakan mindset warga untuk langsung bergerak membenahi persoalan di lapangan dengan cepat dantanggap. Jangan menunggu pemerintah, terlebih Pidiesangat luas, masih banyak jalan yang rusak. Gotong royong solusi atas permasalahan tersebut,” imbuhnya.

20708081_1635005213190105_8804585958665431324_n

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh Dandim 0102 Pidie, Kajari Pidie, Kepala Dinas Kebersihan dan Camat Mutiara dan puluhan pejabat Pidie lainnya.

 

sumber serambi

Saat Abusyik ‘Mewakili’ Bupati dan Wali Kota se Aceh

20292649_1621602967863663_146826297355104532_n

BANDA ACEH – Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyik) ternyata tidak hanya populer di Pidie saja, namun juga di kalangan kepala daerah yang ada di Aceh.

Hal ini dapat terlihat saat ia mewakili seluruh kepala daerah tingkat kabupaten kota di Aceh untuk menandatangani berita acara serah terima PKB/PKLB Kabupaten/Kota dari Pemerintah Pemerintah Daerah ke Pemerintah Pusat di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh. Kamis 27 Juli 2017.

20265063_1621603097863650_6830074972274006303_n

Bupati Pidie di depan puluhan Bupati Se-Aceh disambut hangat oleh tamu undangan bahkan Abusyik menjadi Icon di Aceh.

Staf khusus Abusyik, Afdal mengatakan sangat bangga melihat sambutan hangat dari kepala daerah lainnya terhadap Abusyik. “Ini menjadi sebuah pertanda yang baik, Abusyik dipilih sebagai bupati yang mewakili bupati-bupati seluruh Aceh untuk menandatangani Berita Acara Serah terima PKB/PLKB Kabupaten/ Kota Dari Pemerintah Daerah ke Pemerintah Pusat,” ungkapnya.

sumber klikkabar.com

Abusyik akan Berantas Preman-preman yang Berkeliaran di Pemerintah Pidie

IMG_2696

Sigli  | Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik) menegaskan akan memberantas praktik premanisme yang selama ini terjadi di lingkup pemerintahan Pidie.

Hal ini disampaikannya di depan peserta audensi yang berasal dari jajaran Rumah Sakit Umum Tgk Chik Ditiro, Selasa (25/07/2017).

Namun Abusyik tak menjelaskan siapa preman-preman yang berkeliaran di jajaran pemerintah tersebut.

Dia hanya meminta agar aparatur tak takut terhadap tindakan-tindakan premanisme tersebut. “Jangan takut, kedepan tidak ada lagi preman di semua SKPK,” kata Abusyik.

Abusyik menegaskan, masa transisi pemerintahan sudah berakhir dan saat ini pemerintah Pidie dijabat oleh bupati dan wakil bupati yang baru.

Karena itu, dia meminta agar aparatur bisa bekerja dengan semangat baru.

Abusyik Beri Waktu Tiga Bulan Pejabatnya Tingkatkan Kinerja
Bupati Pidie Roni Ahmad pimpin apel perdana

Bupati Pidie Roni Ahmad pimpin apel perdana

Sigli | Bupati Pidie Roni Ahmad atau Abusyik mewanti-wanti para pejabatnya agar berkerja maksimal jika ingin tetap bertahan di posisinya.

“Kami memberi waktu tiga bulan untuk memperbaiki kinerja, coba buktikan lebih baik, dan saya yakin kalian bisa, karena jika tidak, maka kami tidak segan-segan menganti,” kata Abusyik saat memimpin apel perdananya sebagai bupati Pidie, di halaman kantor bupati, Senin (24/7/2017).

Abusyik menegaskan agar semua pegawai mematuhi aturan yang ada. “Jangan coba-coba melanggar, sebab yang menjaga kalian bukan saya, tapi aturan itu,” kata Abusyik.

Abusyik memaparkan bahwa dia sangat paham aturan. Keberadaannya bersama Wakil Bupati Fadhlullah juga untuk memastikan semua pegawai menaati aturan tersebut.

Para pegawai, kata Abusyik, tidak perlu takut meski nantinya kepemimpinan mereka akan melakukan sejumlah perubahan di sistem pemerintahan.

“Berkerjalah seperti yang sudah dibebankan kepada kita semua, tidak ada istilah anak kandung dalam peraturan, semua sama,” katanya.

sumber beritakini.co

Abusyik Lepas PSAP Bertanding di Liga Nusantara
Tim PSAP Pidie bersama Abusyik di Meuligoe Bupati sebelum bertolak ke Banda Aceh, Rabu 19 Juli 2017

Tim PSAP Pidie bersama Abusyik di Meuligoe Bupati sebelum bertolak ke Banda Aceh, Rabu 19 Juli 2017

SEBANYAK 26 pemain PSAP Pidie, empat pelatih, empat ofisial dan dua orang pembantu tim, dijamu Bupati Roni Ahmad (Abusyik) di Meuligoe Bupati Pidie sebelum bertolak ke Banda Aceh, Rabu 19 Juli 2017.

Saat melepaskan tim kebangaan masyarakat Pidie untuk bertanding pada Liga Nusantara itu, Abusyik berharap PSAP mampu menggangkat marwah masyarakat Pidie di bidang olahraga.

“Tunjukkan bahwa kita mampu menjadi juara, prestasi kalian hari ini akan menjadi cermin di masa yang akan datang,” ujarnya.

Selain meminta manajemen untuk lebih profesional dan transparan, Abusyik juga berjanji akan memperhatikan dan mengupayakan sponsor untuk tim yang berjuluk laskar aneuk nanggroe, agar bergerak maju dan mampu bertanding pada liga yang lebih tinggi sehingga marwah sepokbola Pidie kembali berjaya.

Sebelum diberangkatkan, tim di bawah manajer Iptu Andi Permadi ini juga dipakaikan kopiah merah dan berfoto bersama Abusyik di teras rumah dinas Bupati Pidie.

sumber humas protokol

Pemain Persimura Dikasih Kopiah Merah, Ini Alasan Abusyik

abusyik-hadiahkan-kopiah-merah_20170721_213043

SIGLI –  Bupati Pidie, Roni Ahmad atau kerap disapa Abusyik, menyerahkan kopiah merah kepada 24 pemain Persimura di meuligoe bupati setempat, Jumat (21/7/2017).

Penyerahan kopiah merah dilakukan Abusyik saat melepas pemain Persimura, untuk bertolak ke Bireuen dalam rangka mengikuti kompetisi liga 3 tahun 2017, Regional Aceh.

Dalam kegiatan itu juga diserahkan baju klub Persimura oleh Pimpinan Bank Aceh Sigli, H Muslim AR, yang diterima Manejer Persimura, Khairullah.

“Saya menghadiahkan kopiah merah kepada pemain Persimura, agar mereka teringat kewajiban seorang muslim untuk menunaikan shalat,” ucap Abusyik di depan pemain di Meuligoe Bupati Pidie, Jumat (21/7/2017.

Lanjutnya, pemain harus kosentrasi penuh selama bermain bola, dan mereka harus melupakan kegiatan lain.

” Beuk teungeh meuen bola teuingat keuweu leumou (jangan sedang main bola teringat kandang lembu),” kata Abusyik. (*)

Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyik) menyerahkan kopiah merah kepada pemain Persimura yang diterima ketu rombongan tim, Serda Muzakir, di Meuligoe Bupati Pidie, Jumat (21/7/2017)

sumber serambi

Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Pidie - Provinsi Aceh
Copyright © 2017 BAG.TELEKOMUNIKASIL&PDE SETDAKAB PIDIE. Jl.Prof. A.Madjid Ibrahim, Kota Sigli 24151.Fax 0653-21557. Email: setda@pidiekab.go.id
TERWUJUDNYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN PIDIE YANG MULIA, BERKUALITAS, SEJAHTERA, DAN MEMILIKI MASA DEPAN