Seputar Pidie

Korban Vaksin MR asal Pidie Tidak Lumpuh

FB_IMG_1534650009576

PIDIEKAB.GO.ID | BANDA ACEH-Bupati Pidie Roni Ahmad membezuk anak asal Pidie yang sedang di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) di Banda Aceh, pasien yang masih tercatat sebagai pelajar Sekolah Dasar (SD) Negeri Pasie Rawa, Kabupaten Pidie, yang bernama T M Helmi Sultansyah (7) sempat dikabarkan menderita lumpuh setelah disuntik vaksin Measles Rubella (MR) di sekolah beberapa waktu lalu.

Namun hal itu tidak benar, terbukti, saat kedatangan Abusyik keruangan pasien ditemani oleh seorang dokter bernama Dr.dr.Sulaiman Yusuf, dihadapan bupati, dokter langsung meminta pasien untuk menggerakkan kakinya, ternyata kedua kakinya masih bisa bergerak,hanya saja masih lemas. “Ini tidak lumpuh,kemarin hanya lemas,” ucap dokter tersebut.

Bupati Pidie Roni Ahmad dalam kesempatan itu berharap agar ayah pasien perlu menggaris bawahi, pemerintah kabupaten Pidie ingin melakukan yang tidak baik untuk gerasi Pidie termasuk menjaga kesehatan anak-anak Pidie.

“Suntik Vaksin MR ini merupakan perintah kementerian kesehatan, jadi jangan berfikir bahwa ini kesengajaan tim di Pidie sehingga mengakibatkan anak kita masuk rumah sakit, kebetulan musibah, insya Allah akan cepat sembuh,” ujar Bupati yang berdiri disamping pasien dan disaksikan oleh orang tua.

Aalagi sebelum dilakukan imunisasi tersebut yang bersangkutan mengalami demam.

“Ini adalah Aset bagi kabupaten Pidie, semoga cepat sehat Nak,” ucap Abusyik sambil memegang badan Helmi yang didampingi keluarga.

Kunjungan itu dilakukan Kamis 16 Agustus 2018 sekita pukul 10: 45 WIb di sambut oleh keluarga pasien di ruang Arafah, RSUDZA.

 

Dinas Sosial Aceh | Peringati Hari Anak Nasional di Pidie

IMG-20180729-WA0015

PIDIEKAB.GO.ID | PIDIE- Dinas Sosial Provinsi Aceh menggelar peringatan hari anak nasional (one day for children) 2018 di Pidie, Minggu 29 Juli 2018.

Acara yang digelar di lapangan bola kaki Bereunuen itu dibuka oleh Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud dihadiri Isteri Bupati Pidie, Mahdalena dan unsur forkopimda kabupaten setempat.

Peringatan hari anak bertema, “Aku Anak Indonesia, Aku Bahagia dan Sejahtera” diikuti oleh ratusan anak dari Paud hingga SMA dan Panti Asuhan yang ada di sekitar Kecamatan Mutiara Timur, Pidie.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs Alhudri MM, dalam sambutannya mengatakan, peringatan hari anak harus dimaknai sebagai kepedulian terhadap perlindungan anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal, dengan mendorong keluarga Indonesia menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak.

“Sehingga akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, ceradas, ceria, berakhlak mulia dan cinta tanah air,” pesan Alhudri.

Alhudri menuturkan, saat ini, kasus-kasus kekerasan terhadap anak, ketelantaran anak, marak terjadi. Sejak 2016 hingga Juni 2018, Dinas Sosial Aceh telah menangani kasus kekerasan terhadap anak sejumlah 1.089, yang terdiri dari; 377 kasus pada 2016, 512 kasus pada 2017 dan 200 kasus per Juni 2018.

Salah satu penyebabnya menurut Alhudri, karena kelalaian dan ketidak mampuan orang tua atau keluarga dalam melakukan kewajibannya, sehingga kebutuhan jasmani, rohani maupun sosial anak tidak terpenuhi secara wajar.

Masalah ketelantaran semakin nampak karena terbatasnya ketersediaan sumber daya yang dimiliki oleh keluarga dan masyarakat untuk mengatasi permasalahan sosial.

“Saya berpendapat perlu adanya kesadaran yang mendorong keluarga Indonesia agar memiliki pengasuh yang berkualitas, berwawasan, keterampilan dan pemahaman yang komprehensif dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak,” katanya.

Karena itu, kata Alhudri, keluarga merupakan awal mula pembentukan kematangan individu dan struktur kepribadian seorang anak. Anak-anak akan mengikuti dan mencontoh perilaku karena anak adalah kelompok makhluk yang rentan karena berusia kurang dari 18 tahun.

“Tidak dipungkiri upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk memenuhi hak anak dan perlindungan terhadap anak telah mengalami kemajuan yang cukup signifikan,” katanya.

Upaya tersebut melalui beberapa program yang telah dilaksanakan, seperti program kesejahteraan sosial anak (PKSA), Program Keluarga Harapan (PKH), Program Kartu Indonesia Pinter (KIP), Program Jaminan Kesehatan (JKA) dan lainnya.

“Berdasarkan hal tersebut kesejahteraan sosial anak, memerlukan komitmen dan dukungan bersama hak-hak kesejahteraan sosial dan anak memerlukan tanggungjawab bersama antar pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Alhudri juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah ikut berpartisipasi di dalam penyelenggaraan kegiatan one day for childrens.

“Tidak lupa kami atas nama seluruh panitia juga ingin meminta maaf apa bila dalam penyelenggaraan acara ini ada hal-hal yang kurang berkenan.”

“Kepada anak-anak ku tercinta mudah-mudahan segala cita-cita mu dan impian mu akan terwujud kelak,” tambahnya.

Untuk itu, katanya, jangan lupa rajin belajar, disiplin, mempunyai tekad kuat untuk berhasil dalam hidup kalian, banggalah menjadadi anak Indonesia.

Selain itu, Alhudri berpesan agar jangan lupa untuk saling menyayangi, menghargai diantara teman, orang tua, guru, dan adik-adik maupun kakak-kakak.

“Rajinlah beribadah karena pemerintah dan semua kalangan masyarakat sekuat tenaga akan mendukung dan membantu anak-anak ku untuk menjadi manusia yang berkualitas dan berbudi pekerti mulia,” tutupnya.

Wakil Bupati Fadhlullah dalam sambutannya mengajak semua pihak terutama keluarga dan orang tua untuk bekerja keras mempersiapkan masa depan anak-anak untuk lebih baik, karena masa depan anak adalah masa depan bangsa.

“Jika ingin melihat masa depan bangsa ini lihatlah anak kita saat sekarang,” katanya.

Namun dia mengaku prihatin, karena masih banyak didapatkan anak – anak yang terlantar, disabilitas dan anak-anak yang bermasalah denda hukum.

“Harusnya kenyataan ini tidak bole terjadi lagi, untuk itu mari kita siapkan masa depan anak kita untuk menjadi generasi yang lebih baik dan berkarakter,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Panitia Acara yang juga Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Aceh, Devi Riansyah AKS MS, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pemenuhan atas hak anak secara optimal dan memperkuat peran dan fungsi sosial di masyarakat.

“Dalam kegiatan ini, kami melibatkan banyak anak, dan banyak keluarga dan masyarakat,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Devi Riansyah berharap, seluruh masyarakat dapat menciptakan kesempatan yang luas bagi anak Indonesia dalam meningkatkan kepasitasnya untuk mencapai kualitas kehidupan yang lebih baik.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi anak, dalam mengaktualisasi potensi dan kreatifitasnya dengan penuh keceriaan dan mandiri serta menjadikan mereka sebagai tamu kehormatan.

Mengarustamakan hak anak dalam setiap aspek kehidupan sosial dari tingkat keluarga, masyarakat termasuk di dalam penyelenggaraan tata kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Serta menumbuh kembangkan kepedulian, kesadaran dan peran atif mesyarakat dan stekholder dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak,” katanya.

Amatan media ini, acara tersebut berlangsung semarak dengan penampilan berbagai tarian mulai dari Paud hingga SMA dan Panti Asuhan yang ada di sekitar Kecamatan Mutiara Timur.

Di penghujung acara, Kepala Dinas Sosial Aceh menyerahkan bantuan sosial secara simbolis yang diterima Kepala Dinas Sosial Pidie, Malik Musa, disaksikan Wakil Bupati Fadhlullah TM Daud dan turut dihadiri oleh Kepala Pimpinan Bank BNI Cabang Pidie, Surya Darma, sebagai bank penyalur.

Adapun bantuan tersebut berupa :

Bantuan Tabungan Sosial Anak (TASA) Provinsi Aceh yang bersumber dari APBN Kemensos 2018 dengan total bantuan Rp 1 miliar untuk 1000 anak.

Penyerahan bantuan tabungan Sosial Anak (Tasa) untuk Kabupaten Pidie tahun 2018 dengan totral bantuan Rp 95 juta, untuk 95 anak

Penyerahan hibah permakanan anak di dalam panti untuk Kabupaten Pidie bersumber dari APBA 2018 Dinsos Aceh, sebesar Rp 604.800.000 untuk 224 anak.

Penyerahan bantuan sarana dan prasarana untuk LKSA di Kabupaten Pidie yang bersumber dari APBA 2018 Dinsos Aceh dan bantuan perlengakapan sekolah untuk 100 anak di Kabupaten Pide yang bersumber dari APBN Kemensos RI tahun 2018. []

sumber klikkabar.com

Rombongan TP. PKK Pidie, Kunjungi Penderita Stroke

FB_IMG_1532272777996

PIDIEKAB.GO.ID | Alhamdulillah ..Rombongan Ibu Mahdalena bersama Ibu wikan Wistihartati.sh selaku Ket.Tp.Pkk pidie dan Wkl.ket 1. Hari ini mengunjungi salah satu masyarakat Buloh pedaya yang menderita Stroke sudah 8 tahun Lamanya dan tidak dapat berjalan lagi..beliau adalah kakek kita yang bernama M.jafar yang beralamat BULOH PEDAYA Kec.Pd.tiji pidie…alhamdulillah menerima 1 unit kursi roda sebagai alat bantu..bukan hanya M.jafar saja Tp.Pkk juga memberikan bantuan tongkat 3 kaki kepada Asnawi salah satu warga ds.geledieng pd.tiji beliou juga menderita lumpuh sebelah badan sehingga susah untuk bejalan.terimakasih kami ucapkan semoga Tp.Pk Pidie tambah exis didalam membantu masyarakat yg membutuhkan…amiin####Alat bantu disabilitas….sangan kami butuhkan..

Kontingen Pidie Raih 9 Emas di Porseni Subulussalam | Ini Pesan Abusyik

37074021_2013836101981796_2381521617164435456_n

PIDIEKAB.GO.ID | SIGLI – Kontingen Pidie meraih sembilan emas pada Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) XVI dan Expo Madrasah V, yang berakhir, Jumat (13/7/2018), malam, di lapangan Beringin Pusat Kota Subulussalam.

Pidie berada di posisi ketiga setelah Pidie Jaya yang meraih 12 emas. Sementara juara umum berhasil di bawa pulang kontingen Kota Banda Aceh.

Pada Porseni tahun ini, tercatat 5.618 peserta dengan mempertandingkan 90 cabang olahraga dan seni.

“Kontingen Pidie sempat dikunjungi Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik. Mereka sukses membawa pulang 9 emas, 7 perak dan 9 perunggu,” kata Kabag Humas dan Protokoler Setdakab Pidie, M Fadhil kepada Serambinews.com, Minggu (15/7/2018).

Ia menambahkan, dalam kunjungan itu, Abusyik berpesan kepada kontingen Pidie supaya bersyukur terhadap hasil yang diperoleh di Porseni di Kota Subulussalam.

Menurut Abusyik, Porseni merupakan merupakan ajang silaturrahmi antarpeserta dari kabupaten dan kota di Aceh.

“Silaturrahmi yang dilakukan melalui ajang Porseni, bisa memperpanjang umur dan mengandung nilai ibadah,” pungkasnya. (*)

sumber serambi
Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Hadi Al Sumaterani

Pidie raih WTP ke tiga kali

PIDIEKAB.GO. ID |Sigli – Kabupaten Pidie kembali meraih Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan tahun 2017. Penyerahan WTP tersebut dilakukan di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh di Banda Aceh, Selas (5/6).

FB_IMG_1528429160898

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Sekdakab Pidie Muhammad Fadhil kepada kanalaceh.com, Rabu (6/6) mengatakan, WTP itu diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Aceh, Isman Rudy kepada Bupati Pidie Roni Ahmad Alias Abusyik, Selasa (5/6).

Bahkan Kabupaten Pidie sudah tiga kali mendapatkan WTP laporan keuangan, pertama pada tahun 2015, kedua 2016 dan ketiga tahun 2017. “Kita sangat bersyukur bisa mempertahankan WTP ini,” jelasnya.

Menurut Kabag Humas, meraih WTP tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan, akan tetapi harus dengan perjuangan dan pada penyusunan keuangan benar-benar bisa dilakukan dengan baik, sehingga Pidie bisa memperoleh WTP yang diharapkan.

Artinya, lanjut dia, butuh kerja sama yang baik untuk meraih hasil yang terbaik, yang jelas Pidie sudah mampu menyusun laporan keuangan lebih baik. “Saya berharap Kabupaten Pidie bisa terus mempertahankan WTP Setiap tahunnya,” harapnya. [Amir Sagita]

Sumber kanalaceh.com

Pidie Sembelih 1.962 Ekor Ternak, Kabid Peternakan | Awas Cacing Hati!

 

PIDIEKAB.GO.ID | SIGLI – Jumlah ternak yang disembelih pada meugang menyambut bulan Suci Ramadhan 1439 H di Pidie berjumlah 1.962 ekor.

Jumlah ternak yang disembelih itu tersebar di sebelas kecamatan di Pidie.

Yakni, Kota Sigli, Padang Tiji, Muara Tiga, Mutiara, Grong-grong, Kembang Tanjong, Sakti, Indrajaya, Tangse, Glumpang Tiga dan Pidie.

“Kita imbau kepada masyarakat, agar tidak membeli hati lembu dan kerbau yang diserang cacing hati karena tidak nyaman dikonsumsi,” tukas Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, Ishak Ibrahim, kepada masyarakat, Senin (14/5/2018).

199814

Ia menambahkan, ciri-ciri secara fisik hati lembu dan kerbau diserang cacing hati. Di mana hampir semua bagian hati telah mengalami perubahan, tidak normal.

“Di dalam hati tersebut lebih banyak pasir dan lendir. Kalau dibelah dari lorong-lorong dan jika dipencet keluar cacing banyak sekali,” sebutnya.

Untuk itu, kata Ishak, jika warga menemukan hati telah diserang cacing hati, agar tidak mengkonsumsi karena akan menimbulkan penyakit.

Lanjutnya, pihak dinas juga akan menurunkan petugas untuk memantau kerbau dan lembu yang disembelih pada meugang. Sehingga ternak yang disembelih itu benar-benar sehat.

Ia menyebutkan, dari 1.962 ternak yang disembelih, tercatat 1.106 kerbau dan 856 ekor lembu.

 

sumber serambi

Hadiri wisuda MUQ, Abusyik | serahkan bonus MTQ Aceh 2017

IMG_20180512_185411
PIDIEKAB.GO.ID | Pidie –  Roni Ahmad ( Abusyik ) Bupati Piidie sedang menyampaikan Kata2 Sambutan pada acara Wisuda Akbar Ke – II Santriwan / ti Madrasah Ulumul Qur’an Kab. Pidie Tahun 2018 .
Sabtu , 12/05/18 di Gedung Meusapat Ureung Pidie.
Sekaligus Penyerahan Bonus MTQ Aceh Ke -33 Tahun 2017 di Aceh Timur , dengan rincian sbb ;
Para Juara Pertama, Kedua dan Ketiga
1. Juara Pertama 6 orqng
Bonus Umrah Rp. 25 Juta/ Perorang
2. Juara Kedua 4 Orang
Bonus Rp. 15 Juta
3. Juara Ketiga 6 orang
Bonus Rp. 10 Juta
FB_IMG_1526126085903

Juara Harapan Pertama, Kedua dan Ketiga
1. Juara Harapan Pertama
Bonus Rp. 5 Juta
2. Juara Harapan Kedua
Bonus Rp. 4 Juta
3. Juara Harapan Ketiga
Bonus Rp. 3 Juta

Dan untuk Para Non Juara juga mendapat Bonus sebanyak 1 Juta / Perorang
Dan para Panitia masing2 mendaoat 1 juta/ Perorang.
dan Offcial juga mendapat Bonus 2 juta / Perorang
FB_IMG_1526126098117

T. Sabirin , SH,MM mengucapkan terimakasih kepada Bupati Pidie , atas pemberian Bonus untuk Para Kafilah MTQ Kabuoaten Pidie sehingga Kafilah MTQ Kabuoaten menjadi bertambah semangat yang telah mengharum nama baik kabupaten pidie dengan peringkat ke -5 pada ajang MTQ Tingkat Provinsi tahun.2017 di Aceh Timur. Atas dukungan Pemerintahan Kabupaten Pidie untuk MTQ ke -34 tahun 2019 di tetapkan sebagai Tuan Rumah MTQ Tingkat Provinsi. Mohon doa dan dukungan.semua pihak.semoga sukses dan berhasil.

FB_IMG_1526126090258

Sumber iswadi

Jelang Ramadhan, BI Bersama Bupati Pidie Tinjau Pasar

FB_IMG_1524373793738

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis bersama Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik), meninjau transaksi jual beli di Pasar Pante Teungoh, Sigli, Pidie, Kamis 19 April 2018.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengunjungi dan memetakan kesiapan para pedagang pasar menjelang bulan Ramadhan. Ikut serta dalam kegiatan tersebut, pimpinan Bank Aceh Cabang Sigli, Fakhri, Asisten II Setdakab Pidie Drs. H. Maddan M.Si dan unsur SKPK dilingkungan Pemkab Pidie.

Kepala BI Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis Kamis usai meninjau pasar Pante Teungoh mengatakan, peninjauan itu untuk mengindentifikasi pokok persoalan menyangkut pasokan barang yang dijual di pasar. Misalnya, apakah barang tersebut berasal dari Pidie, luar Pidie, atau bahkan dari luar Aceh.

“Sebab, pasokan barang jika tak sesuai dengan permintaan konsumen, maka dengan sendirinya akan menyebabkan harga akan terus naik sehingga memicu angka inflasi. Menjelang Ramadhan kami terus berupayan meminimalisirnya,” kata Zainal.

Selain itu, peninjauan secara langsung ini guna mengantisipasi segala lonjakan harga pasar sehingga pemerintah dapat terbantu dengan sendirinya oleh pihak BI selaku bank non-provit dalam mendukung mengedalikan inflasi.

Karenanya, untuk menunjang stabilitas perekonomian patut diperlukan kerja antar kabupatan saat pasokan barang minim agar tidak masuk dari luar daerah serta patut mempersiapakan petani lokal yang memmpuyai animo tinggi dalam menghasilkan produk sembako yang menjadi permintaan pasar.

Sementara itu, Abusyik selaku Bupati Pidie berharap agar pihak Bank Indonesia agar bisa membantu dan membina para pelaku usaha agar adanya peningkatan ekonomi bagi masyarakat.

“Kiranya BI memberi support kepada perbankan agar terus melakukan pembinaan dan peningkatan usaha masyarakat dalam segala aspek, baik pengetahuan dan pendampingan,” tutup Abusyik.

sumber klikkabar.com

Foto budi adc

Abusyik Serahkan 40 Unit Rumah Bantuan Korban Penggusuran, 84 KK Lagi Sedang Diupayakan

rumah-warga-blok-sawah_20180410_183105

Bupati Pidie, Roni Ahmad atau lebih kerap disapa Abusyik, Selasa (10/4/2018) petang menyerahkan sebanyak 40 unit rumah bantuan untuk korban penggusuran pembangunan masjid di Gampong Blok Sawah, Kecamatan Sigli, Pidie.

Penyerahan bantuan rumah ini sempat molor selama empat bulan  terakhir dikarenakan proses pengundian penerima pada awal lebih tepat sasaran dari 124 penerima.

Selain itu juga belum rampungnya fasilitas pendukung seperti fasilitas air bersih dan sarana Mandi Cuci Kakus (MCK).

“Saya beharap bagi 40 Kepala Keluarga (KK) yang menerima bantuan awal dari ini agar agar digunakan dengan baik semoga  bermanfaat bagi  pemilik rumah. Saya juga berpesan agar rumah yang ditempati nanti membawa berkah, banyaklah beribadah didalamnya sehingga mendatangkan berkah,” harap Abusyik kepada Serambinews.com, Selasa (10/4/2018) usai penyerahan kunci rumah.

Rumah layak huni ini dibangun dengan Dana APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR).

Untuk tahap pertama ini telah dibangun 40 unit, sedangkan untuk tahap berikutnya 84 lagi sedang di upayakan secara bertahap.

Karenanya, kepada masyarakat Gampong Blok Sawah yang belum mendapatkan bantuan rumah layak huni pada tahap ini senantiasa bersabar seraya menunggu proses pembangunan tahap berikutnya.

Sementara Keuchik Gampong Blok Sawah, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Rizal Rasyidin SPd kepada Serambinews.com, Selasa (10/4/2018) mengatakan, penyerahan rumah bantuan bagi warga setelah dilakukan pengundian rumah pada pertengahan  Januari lalu. Sasaran fokus penerima yang pertama, yaitu janda miskin dan wanita sebatang kara.

“Dari 71 warga yang diundi maka yang berhak menerima pada tahap awal ini adalah untuk 40 penerima yang benar-benar memiliki strata sosial sangat miskin,” jelasnya.

Sementara sisanya, 84 unit pembangunan rumah telah diusulkan oleh pemerintah kabupaten dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) ke pusat untuk dapat ditindaklanjuti pembangunan berikutnya.(*)

Sumber serambi

Abusyik Serap Aspirasi Untuk Program 2019

 

IMG_20180409_222417
PIDIEKAB.GO.ID |Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik turun ke sejumlah kecamatan di Pidie untuk melakukan pemetaan program tahun 2019. “Tadi kita sudah turun kelapangan untuk melakukan pemetaan langsung serta melihat kebutuhan masyarakata.” sebut Abusyik Senin (9/4/2018). Kunjungan yang di lakukan Abusyik tadi yakni, di kecamatan Delima yaitu kemukiman Beuah dan Kampoeng Aree, Kecamatan Batee dan Mila. Adapun yang dilakukan ke daerah tadi yaitu melihat jalan, jembatan dan irigasi. “Daerah yang telah kita kunjungi tadi dan yang akan di kunjungi selanjutnya adalah skala prioritas untuk tahun 2019.” sebut Abusyik.

Dalam kunjungan itu Abusyik di dampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Pidie M. Adam, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muhammad Nazar. ST, Kadis Pertanian Ainal Mardiah, Kadis Perkim, Zulkifli, unsur muspika dan sejumlah tokoh masyarakat. “Alhamdulillah kita sudah mendengar dan mewawancara masyarakat, lalu kita lihat langsung apa yang mereka butuhkan,seperti jalan, jembatan dan irigasi, mudah-mudahan tahun 2019 akan terwujud.” ujar Abusyik.

Menurut Abusyik dalam membangun daerah, Pidie mengusung slogan Pidie Meusigrak yang memiliki makna terjalinnya sinergisitas tiga aktor pembangunan yaitu pemerintah, masyarakat sipil, dan dunia usaha yang terlibat aktif dalam menyukseskan visi pembangunan.

Foto: adc Bupati
Acehaktual

Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Pidie - Provinsi Aceh
Copyright © 2018 BAG.TELEKOMUNIKASIL&PDE SETDAKAB PIDIE. Jl.Prof. A.Madjid Ibrahim, Kota Sigli 24151.Fax 0653-21557. Email: setda@pidiekab.go.id
TERWUJUDNYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN PIDIE YANG MULIA, BERKUALITAS, SEJAHTERA, DAN MEMILIKI MASA DEPAN