Profil

Golkar Pidie Peusijuek JCH

Selasa, 27 September 2011 09:28 WIB

 


SIGLI – Partai Golkar Pidie, Senin (26/9) melaksanakan peusijuek Jamaah Calon Haji (JCH) Pidie. Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah ketua partai tersebut, T Zoelbaharsyah.

Hj Cut Nursulaili kepada Serambi mengatakan, kegiatan menepung tawari JCH Pidie dilaksanakan sebagai bentuk silaturrahmi antar jamaah calon haji asal Pidie. Sehingga momentum tersebut bisa dimamfaatkan JCH untuk saling kenal satu sama lain.

Semua JCH yang dipeusijuk tersebut, kata Cut Nursulaili, semua dari kecamatan di Pidie. Hanya tiga kecamatan tidak bisa datang karena jauh seperti Kecamatan Tangse, Mane dan Geumpang.

Pada acara tersebut, lanjutnya, DPD II Golkar Pidie memberikan santunan dan selembar kain sarung kepada JCH. Acara tersebut dirangkaikan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Drs Tgk Mukhtar A Wahab alias Abon, Ketua MPU Pidie. Hadir pada acara tersebut, Wakil Ketua DPRA Aceh, Drs Sulaiman Abda, dan anggota DPRA Aceh lainnya Nurlaila.(naz)

http://aceh.tribunnews.com/2011/09/27/golkar-pidie-peusijuek-jch

SAMBUTAN KETUA DPRK PIDIE

Tgk. MUHAMMAD AR

Assalamu’alaikum Wr,Wb.

Puji Syukur kehadirat Allah SWT, Kita menyambut baik, kerja Pemerintah Kabupaten Pidie telah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan akses informasi dan data elektronik secara online melalui website : www.pidiekab.go.id kepada seluruh lapisan masyarakat.

Semoga perkembangan proses pembangunan disegala bidang di Kabuapten Pidie dapat diakses langsung oleh masyarakat, dengan demikian masyarakat Pidie yang terkenal perantau dapat berbartisipasi secara aktif dalam proses pembangunan disegala bidang walaupun berada di belahan bumi manapun.

Informasi dan data yang disajikan hendaknya bisa lebih lengkap, dari berbagai Badan, Dinas, Kantor dan Kecamatan serta lembaga lainnya disamping Potensi-potensi lainnya di berbagai bidang Pembangunan, yang tentunya dibutuhkan oleh masyarakat serta berbagai pihak.

Informasi dan data yang disajikan menjadikan tampilan masing-masing dari wajah SKPK dalam berlomba-lomba untuk kebaikan, masyarakat tidak akan tahu apabila kita tidak memberikan informasi dan data tentang perkembangan proses Pembangunan yang telah, sedang dan akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah.

Pada prinsipnya DPRK sangat mendukung langkah-langkah informasi dan data yang di sajikan melalui proses elektronik dan online ini. Karena para ahli berpendapat kalau Teknologi Informasi (IT) diarahkan dalam hal positif, 1 % perkembangan Teknologi akan menumbuhkan 14 % lebih pertumbuhan ekonomi.

Semoga kedepan masyarakat kita tidak kekurangan informasi, nilai lebih apabila semua SKPK dapat dan mampu memberikan informasi dan data yang vit dan lengkap kepada masyarakat melaui pusat Bank Data yang ada di Bagian Sandi, Telekomunikasi dan Data Elektronik Setdakab Pidie.

Semoga Teknologi Informasi (IT) dapat berkembang serta berkelanjutan di Kabupaten Pidie.

Billahi’ Taufiq Walhidayah,


Wasalamu’alaikum Wr.Wb.

 

Tgk. MUHAMMAD, AR.

 

 

KONDISI GEOGRAFIS

Kabupaten Pidie yang membentang di antara 04,30 – 04,60 Lintang Utara dan 95,75 – 96,20 Bujur Timur merupakan salah satu kabupaten dalam wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Wilayah Kabupaten Pidie yang terkenal dengan sebutan Krupuek Mulieng merupakan wilayah hulu Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Luas wilayah Kabupaten Pidie mencapai 3.086,90 km2. wilayah Kabupaten Pidie sebelah timur berbatasan dengan kabupaten Pidie Jaya, sebelah barat berbatasan dengan kebupaten Aceh Besar, sebelah utara berbatasan dengan selat malaka dan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Aceh Barat.

Secara administratif, Kabupaten Pidie terdiri dari 30 Kecamatan, 128 Kemukiman, 29 Kelurahan, dan 923 Desa, namun pada tanggal 15 Juni tahun 2007 melalui undang-undang Nomor 7 Tahun 2007 tentang pembentukan Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Pidie mengalami pemekaran menjadi 2 (dua) Kabupaten yaitu Pidie sebagai Kabupaten Induk dan Pidie Jaya sebagai Kabupaten pemekaran, sehingga saat ini wilayah Kabupaten Pidie terdiri atas 23 Kecamatan, 94 Kemukiman, 732 Gampong (yang sebelumnya 15 gampong di Kecamatan Kota Sigli, 4 di Grong-grong dan 1 di Kec.Mutiara yang sesuai dengan Qanun menjadi Kelurahan ,.

Sedangkan wilayah yang termasuk dalam Kabupaten Pidie Jaya merupakan wilayah bekas Kewedanaan Meureudu yang melingkupi 8 (delapan) Kecamatan (Bandar Baru, Pante Raja, Trenggadeng, Meureudu, Meurah Dua, Jangka Buya, Bandar Dua dan Ulim).

Pembentukan Kabupaten Pidie Jaya diyakini akan memberikan manfaat bagi pembangunan nasional pada umumnya dan pembangunan daerah pada khususnya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus dapat memberikan dampak positif yaitu meningkatkan pendapatan daerah. Melalui pemekaran tersebut diharapkan akan semakin efektifnya pelaksanaan fungsi-fungsi utama pemerintah Kabupaten, baik Kabupaten Induk maupun Kabupaten pemekaran di bidang perlindungan, pemberdayaan dan pelayanan masyarakat dengan berbagai produk regulasi kebijakan yang akan menyertainya.

Pada sisi lain, bentuk-bentuk pelayanan yang diaktualisasikan oleh pemerintah Kabupaten tersebut akan semakin terarah dan berorientasi pada kebutuhan riel masyarakat setempat termasuk dalam hal mengoptimalkan pemanfaatan potensi unggulan yang memiliki baik oleh Kabupaten Induk maupun Kabupaten pemekaran. Adapun rincian wilayahnya adalah sebagai berikut:

JUMLAH GAMPONG DAN KEMUKIMAN DIRINCI MENURUT KECAMATAN DALAM KABUPATEN PIDIE TAHUN 2007

No

Kecamatan

Banyaknya

Luas

(km2)

GAMPONG

Kelu

rahan

Kemukiman

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

Kota Sigli

Pidie

Delima

Padang Tiji

Mutiara Tiga

Batee

Simpang Tiga

Kb. Tanjong

Peukan Baro

Indra Jaya

Grong-Grong

Mutiara

Mutiara Timur

Tiro/Truseb

Mila

Sakti

Titeu

Keumala

Tangse

Geumpang

Mane

Glp. Tiga

Glp. Baro

15

64

44

64

18

28

52

45

49

49

19

26

48

19

20

49

31

28

5

4

34

21

8

4

6

3

4

7

6

6

5

2

4

7

4

3

7

4

4

1

1

4

4

5,90

33,00

43,32

241,60

60,70

74,40

25,10

26,00

17,00

23,00

33,18

30,11

67,19

121,90

25,00

40,30

48,70

811,70

461,20

816,50

57,19

23,19

Jumlah

712

20

94

3.086,90

Sumber:BAPPEDA Kabupaten Pidie, Tahun 2007.

JUMLAH GAMPONG DAN KEMUKIMAN DIRINCI MENURUT KECAMATAN DALAM KABUPATEN PIDIE JAYA

TAHUN 2007

No

Kecamatan

Banyaknya

Luas (km2)

Gampong

Kelurahan

Kemukiman

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Meureudu

Ulim

Bandar Baru

Jangka Bunya

Trenggadeng

Pante Raja

Bandar Baru

Meurah Dua

27

30

39

18

27

10

43

19

3

6

4

5

5

4

5

2

8

3

97,00

22,20

12,13

135,87

47,14

31,26

232,00

496,00

Jumlah

213

9

36

1.073,60

Sumber:BAPPEDA Kabupaten Pidie, Tahun 2007.

Dalam data-data yangdisajikan dalam penulisan buku profil ini merupakan gabungan 2 (dua) kabupaten (Pidie dan Pidie Jaya), karena kabupaten Pidie Jaya terbentuk sejak tanggal 15 Juni 2007 sedangkan data-data yang digunakan merupakan kumpulan data-data yang dilakukan sejak Januari-Juli 2007.


 


Topografi

Dilihat dari aspek topografi, Kabupaten Pidie bisa dibagi menjadi empat bagian yaitu:

  1. Daerah dengan kedalaman < 30 cm : 0,41 % dari seluruh areal
  2. Daerah dengan kedalaman 30-60 cm : 3,56 % dari seluruh areal
  3. Daerah dengan kedalaman 60-90 cm : 1,25 % dari seluruh areal
  4. Daerah dengan kedalaman > 90 cm : 94,78 % dari seluruh areal

Jenis Tanah

keadaan tanah di Kabupaten Pidie dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis, yaitu:

  1. Tanah Podzolid (Coklat) : 5.86 % dari luas wilayah
  2. Tanah Padsolid (Merah Kuning) : 45,36 % dari luas wilayah
  3. Tanah Organosal/Litosol : 1,95 % dari luas wilayah
  4. Tanah Latosal : 0,96 % dari luas wilayah
  5. Tanah Regosal : 5,58 % dari luas wilayah
  6. Tanah Alluvial : 6,31 % dari luas wilayah
  7. Tanah Hidromorf : 12,98 % dari luas wilayah
  8. Tanah Renzina : 19,10 % dari luas wilayah
  9. Lain-Lain : 1,90 % dari luas wilayah

Kemiringan Tanah

Kemiringan atau lereng di kabupaten Pidie dapat di rinci sebagai berikut:

  1. daerah dengan kemiringan antara 0 – 3 % seluas 68,699 Ha atau 16,51 % dari luas wilayah
  2. daerah dengan kemiringan antara 3 -15 % seluas 33,698 Ha atau 8,10 % dari luas wilayah
  3. daerah dengan kemiringan antara 15 – 40 % seluas 32,269 Ha atau 7,76 % dari luas wilayah
  4. daerah dengan kemiringan lebih besar40 % seluas 281,389 Ha atau 67,63 % dari luas wilayah

Iklim

Kabupaten Pdie beriklim tropis dengan dua musim yaitu kemarau dan hujan. Suhu udara rata-rata sekitar 24 – 30o C. Pada tahun 2005, jumlah hari hujan adalah 115 hari, dengan curah hujan rata-rata 232,67 mm, tertinggi pada bulan desember (614 mm) dan terendah bulan juni (52 mm).

 

download file demografis

Tongkat Po Teumeureuhom

Siapa yang pernah masuk ke Mesjid Labui tentu melihat sebuah tongkat kuningan yang tersandar pada mimbar. Tongkat tersebut digunakan khatib saat membacakan khutbah sebagai penyangga. Perilaku demikian didasarkan pada pandangan bahwa dalam menjalankan amar ma’ruf nahi munkar kita sepantasnya bertopang pada kekuasaan Allah swt. Hal ini dikemukakan dalam hikayat Juhan Meusapi: “barang peue buet tameung peulaku, ta lakee bantu bak Tuhan Asa, tameu tungkat di lee bak Tuhan, beuroh tuan pakri nyang hawa”. Artinya: apapun yang akan dikerjakan, mintalah bantuan pada Tuhan Yang Esa, sebelumnya bertongkatlah pada Tuhan agar tercapai apa yang diinginkan.

Tongkat Po Teumeureuhom merupakan pemberian Sultan Iskandar Muda saat baginda singgah di Mesjid Labui. Dalam masa pemerintahan baginda banyak mesjid dibangun. Mesjid Labui dibangun tahun 1612 M dan ketika singgah di sana baginda meninggalkan sebuah tongkat kuningan yang berukuran panjang 1,2 meter dan berat lima kilogram serta bentuknya beruas-ruas seperti batang tebu. Pada setiap kali bermara ke medan perang, Sultan Iskandar Muda menempuh jalan darat berkendaraan gajah putih dam singgah pada tempat-tempat tertentu untuk menghimpun kekuatan.

Semula tongkat tersebut dimaksudkan untuk pegangan khatib saat berkhutbah di atas mimbar. Dalam perjalanan waktu, fungsi tongkat itu meluas, yaitu juga menjadi obat penawar untuk menyembuhkan penyakit-penyakit tertentu atau prasarana nazar karena mendapatkan kembali barang yang hilang. Bila sembuh, atau ditemukan kembali barang yang hilang, maka yang bersangkutan minum atau menyiramkan diri dengan air rendaman tongkat tersebut. Air untuk merendam tongkat bersumber dari sumur di halaman depan mesjid. Sumur itu berukuran keliling 2,5 meter dan kedalaman 4 meter.

Lokasi Mesjid Labui lebih kurang 4 km sebelah barat Kota Sigli. Mesjid tua yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda sejak beberapa tahun lalu dilestarikan sebagai cagar budaya. Kegiatan kemasjidan dialihkan ke mesjid baru di halaman yang sama. Dalam komplek Mesjid Labui juga terdapat sebuah Diniyah Islamic Center. Karena itu, komplek mesjid tersebut ramai dikunjungi orang untuk shalat, melepas nazar, ataupun untuk belajar. Lokasinya berbatasan dengan kawasan persawahan Blang Meuseujid, sehingga suasana nyaman akan terasa saat berada di sana. Sambil menikmati suasana lingkungan yang nyaman, pengalaman spiritual dengan Tongkat Po Teumeureuhom juga terasa mengalir di alam kesadaran, pengunjung Mesjid Labui juga dapat mendengar ceritera-ceritera hikayat, seperti ceritera Cut Intan yang bertukar wujud menjadi hantu laut setelah makan telur ular atau ceritera tentang umong geuntot.

OBJEK WISATA SPIRITUAL

 

Sultan Iskandar Muda yang memerintah Kerajaan Aceh Darussalam 1607–1636 banyak membangun mesjid sebagai wujud pembinaan persatuan umat. Kemanapun baginda pergi, tempat singgah yang baginda utamakan adalah mesjid. Di tempat inilah baginda memberikan wejangan dan menghimpun kekuatan untuk bermara ke medan perang atau untuk konsolidasi pertahanan di dalam negeri. Karena itu, dalam masa pemerintahan baginda, Kerajaan Aceh Darussalam dan daerah-daerah taklukannya berada dalam susana aman dan damai, makmur dan sejahtera, serta memiliki jati diri dan martabat. Itulah sebabnya dalam masyarakat berkembang ungkapan: “Si ge geulangkah Po Teumeureuhom saboh meuseujid teudong”.

Mesjid Po Teumeureuhom dibangun kira-kira pata tahun 1621 M (?). Lokasinya di Gampong Kliebeut Kecamatan Pidie, kira-kira 25 km arah ke selatan Kota Sigli, berbatasan dengan lahan sawah masyarakat tempatan. Dalam halaman yang sama, pada sisi sebelah timur dan selatan dilengkapi dengan sebuah dayah, tempat penduduk sekitar mempelajari pengetahuan agama Islam. Untuk tempat berwudhuk tersedia dua buah kolam, yaitu di sebelah selatan yang disebut Lampoh Kulam dan di sebelah utara yang dinamakan Kulam Cot Leupe. Penampilan fisik mesjid memperlihatkan gaya arsitektur lama, dindingnya dihiasi dengan ukiran kaligrafi. Di dekat mesjid terdapat bekas sebuah kolam, yang dipercayai masyarakat tempatan sebagai tempat gajah tunggangan baginda berkubang saat singgah di tempat itu.

Bagi masyarakat Kemukiman Busu, Mesjid Po Teumeureuhom berfungsi sebagai tempat ibadah dan balai pengajian. Karena itu mesjid ini ramai dikunjungi, terutama pada sore dan malam hari, oleh warga masyarakat yang menunaikan ibadah shalat dan mengikuti pengajian. Suasananya bertambah ramai pada hari-hari Jumat dan malam-malam bulan Ramadhan dengan jamaah Shalat Tarawih. Pada musim tanam, para petani memanfaatkan lingkungan sekitar mesjid sebagai tempat berteduh, karena terlindung dari sengatan terik matahari siang oleh rindangnya pohon-pohon kayu besar dan pohon kelapa yang tumbuh di sekitarnya.

JENIS IZIN YANG DIKELOLA DI UPT-SIMTAP

KAB. PIDIE TAHUN 2008

NO

JENIS IZIN

PENGELOLA IZIN

1

Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Dinas KIMPRASWIL

2

Surat Izin Pemakaian Kekayaan Daerah (SIPKD)

Dinas KIMPRASWIL

3

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

DISPERINDAG

4

Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

DISPERINDAG

5

Tanda Daftar Industri (TDI)

DISPERINDAG

6

Surat Izin Trayek Angkutan (SITA)

Dinas Perhubungan

7

Surat Izin Usaha Angkutan (SIUA)

Dinas Perhubungan

8

Pajak Galian Gol. C

DISPENDA

9

Pajak Reklame

DISPENDA

10

Izin Gangguan (HO)

Bagian Perekonomian

11

Surat Izin Tempat Usaha (SITU)

Bagian Perekonomian

12

Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK)

Bagian Adm. Pembangunan


JENIS IZIN YANG DIKELOLA DI P2TSP

KAB. PIDIE TAHUN 2009

NO

JENIS IZIN

PENGELOLA IZIN

1

Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Dinas KIMPRASWIL

2

Surat Izin Pemakaian Kekayaan Daerah (SIPKD)

Dinas KIMPRASWIL

3

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

DISPERINDAG

4

Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

DISPERINDAG

5

Tanda Daftar Industri (TDI)

DISPERINDAG

6

Surat Izin Trayek Angkutan (SITA)

Dinas Perhubungan

7

Surat Izin Usaha Angkutan (SIUA)

Dinas Perhubungan

8

Pajak Galian Gol. C

DISPENDA

9

Pajak Reklame

DISPENDA

10

Izin Gangguan (HO)

Bagian Perekonomian

11

Surat Izin Tempat Usaha (SITU)

Bagian Perekonomian

12

Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK)

Bagian Adm. Pembangunan

13

Izin Operasional ALSINTAN

Dinas Pertanian

14

Izin Usaha Rumah Makan

DISPENDA

15

Izin Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum

DISPENDA

16

Tanda Daftar Gudang (TDG)

DISPERINDAG

17

Izin Praktek Dokter Bersama

DINKES

18

Izin Praktek Pengobatan Tradisional

DINKES

19

Izin Pendirian Pusat Kebugaran

Dinas Perikanan

20

Izin Usaha Perikanan Tambak/ Kolam

Dinas Perikanan

21

Izin Pemeriksaan Ternak dan Hasil Ternak

Dinas Perikanan

22

Izin Penjualan Obat-obatan Hewan

Dinas Peternakan

23

Izin Pelatihan Keterampilan Tenaga Kerja Oleh Lembaga Swasta

Ketenagakerjaan

24

Izin Penggilingan Padi

Bagian Ekonomi

Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Pidie - Provinsi Aceh
Copyright © 2019 BAG.TELEKOMUNIKASIL&PDE SETDAKAB PIDIE. Jl.Prof. A.Madjid Ibrahim, Kota Sigli 24151.Fax 0653-21557. Email: setda@pidiekab.go.id
TERWUJUDNYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN PIDIE YANG MULIA, BERKUALITAS, SEJAHTERA, DAN MEMILIKI MASA DEPAN