Peran Wanita Nelayan Pidie Dapat Dioptimalkan

Selasa, 10 Desember 2019 / 12 Rabiul Akhir 1441 Belum ada komentar

SIGLI : Peningkatan peran wanita nelayan di kawasan pesisir Kabupaten Pidie dapat dioptimalkan dalam pemanfaatan hasil tangkapan nelayan. Ini menjadi perhatian khusus dalam pengembangan usaha perikanan berwawasan gender, kata bupati Pidie Roni Ahmad. Rabu (6/11).

Bupati Pidie Roni Ahmad alias Abusyik menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para nelayan di Aula kantor Camat Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, Rabu (6/11) Waspada/Muhammad Riza

Bupati Pidie Roni Ahmad alias Abusyik menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para nelayan di Aula kantor Camat Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, Rabu (6/11) Waspada/Muhammad Riza

Peryataan ini disampaikan Roni Ahmad, yang biasa disapa Abusyik saat menghadiri acara pembukaan Pengembangan dan Diversifikasi Usaha Nelayan, yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie. Rabu (6/11).

Turut hadir pada acara ini Kasubddit Usaha Nelayan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Novia Trirahmawati, sejumlah kepala dinas terkait dan para pimpinan BUMN, BUMD dan pimpinan organisasi kelautan serta alim ulama dan tokoh masyarakat Pidie.  Pada acara tersebut juga diserahkan bantuan kredit untuk usaha nelayan senilai Rp 2,1 Miliyar, pemberian asuransi nelayan dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Lanjut Abusyik, dalam upaya peningkatan usaha gender , itu diperlukan keterampilan nelayan dan keluarga melalui kegiatan diversifikasi usaha para nelayan. Kegiatan ini sebutnya berupaya untuk pengembangan potensi Sumber Daya Manusia (SDM),  dan Sumber Daya Alam (SDA) di sekitar nelayan.

Kegiatan Pengembangan dan Diversifikasi Usaha Nelayan  yang difasilitasi oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan, Republik Indonesia di Kabupaten Pidie, ini  bertujuan untuk mengajak nelayan dan istri nelayan untuk mengembangkan dan mendiversifikasi usaha mereka sebagai nelayan.

Begitupun kata Abusyik, kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat dalam menumbuh kembangkan usaha nelayan di berbagai kawasan pesisir di daerah itu. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pidie berperan aktif dalam kegiatan Pengembangan dan Diversifikasi Usaha Nelayan.

Dalam kesempatan itu, bupati Pidie Roni Ahmad mengingatkan  para nelayan di seantero Kabupaten Pidie untuk selalu menjaga lingkungan laut,dengan menjaga kebersihanan pantai. Roni Ahmad  juga meminta para nelayan di daerahnya itu tidak menggunakan bahan pengawet berbahaya seperti formalin untuk produk ikan yang  jual.

Hal ini sangat berbahaya bagi konsumen karena mengancam kesehatan manusia. Penggunaan formalin dan bahan berbahaya lainnya dalam penanganan dan pengolahan ikan yang membahayakan kesehatan dan jiwa hukumnya haram. Dan ini sesuai dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia ( MUI). Ketentuan haram ini, kata Abusyik  juga berlaku bagi orang yang melakukan kegiatan penggunaan formalin dan zat berbahaya lainnya untuk ikan maupun pangan lainnya.(b10)

 

sumber Waspada/Muhammad Riza

Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Pidie - Provinsi Aceh
Copyright © 2019 BAG.TELEKOMUNIKASIL&PDE SETDAKAB PIDIE. Jl.Prof. A.Madjid Ibrahim, Kota Sigli 24151.Fax 0653-21557. Email: setda@pidiekab.go.id
TERWUJUDNYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN PIDIE YANG MULIA, BERKUALITAS, SEJAHTERA, DAN MEMILIKI MASA DEPAN