Tim KP3: Alokasi Pupuk Selalu Kurang 50 Persen

Senin, 20 November 2017 / 1 Rabiul Awal 1439 Belum ada komentar

* Minta Distan Usul Penambahan Alokasi

SIGLI – Tim Komisi Pengawasan Pupuk Pestisida (KP3) Kabupaten Pidie menggelar rapat pada Kamis (19/1) bersama stakeholder, termasuk distributor dan pedagang yang selama ini sering dituduh menjadi penyebab kelangkaan. Dalam rapat, tuduhan adanya penyelewengan pupuk oleh distributor dan pedagang tidak terbukti, apalagi pengawasan pun cukup ketat.

pupuk-1

Kesimpulan yang didapat, penyebab sulitnya petani di Pidie mendapatkan pupuk seperti Urea dan Phonska, karena alokasi pupuk dari pemerintah pusat selalu kurang 50 persen dari Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). “Sehingga tiap tahun memasuki musim tanam pupuk selalu langka,” kata Ketua KP3 Pidie, H Maddan yang juga menjabat Asisten II Pemkab Pidie untuk bidang Kesejahteraan.

Seperti diberitakan Serambi berdasarkan laporan petani, kelangkaan pupuk terjadi sejak Desember 2016 hingga saat ini. Padahal, perusahaan pupuk telah mendistribusikan ke kios-kiosdan kelompok tani, tapi pupuk tetap saja langka. meski pengawasan sudah melibatkan semua elemen seperti Pemkab Pidie, polisi kejaksaan, dan instansi terkait lainnya, kelangkaan pupuk tetap saja tak teratasi. Karena jumlahnya memang kurang, sehingga tidak perlu mencurigai pedagang dengan tuduhan menyelundupkan atau menimbun pupuk.

Atas persoalan ini, Tim KP3 Pidie, hanya bisa menyurati Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Aceh, agar menambah kuota pupuk dengan merelokasi pupuk dari kabupaten lain yang lebih dari kebutuhan. Sedangkan untuk menghindari adanya permainan harga, para pihak sepakat untuk menindak pihak kios yang menjual harga pupuk melebihi kewajaran, dengan menerbitkan surat tunda salur.(aya)

Social Media Share!

    Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Pidie - Provinsi Aceh
    Copyright © 2017 BAG.TELEKOMUNIKASIL&PDE SETDAKAB PIDIE. Jl.Prof. A.Madjid Ibrahim, Kota Sigli 24151.Fax 0653-21557. Email: setda@pidiekab.go.id
    TERWUJUDNYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN PIDIE YANG MULIA, BERKUALITAS, SEJAHTERA, DAN MEMILIKI MASA DEPAN