Debat Cabup Pidie Ricuh

Sabtu, 22 Juli 2017 / 27 Syawal 1438 Belum ada komentar

* Pasangan Abusyik Walk Out

SIGLI – Debat calon bupati dan calon wakil bupati (cabup/cawabup) Pidie di Hotel Grand Blang Asan Sigli, Pidie, Selasa (10/1) terpaksa ditunda setelah terjadi kericuhan antarmassa pendukung Roni Ahmad (Abusyik)-Fadhullah dengan massa pendukung Sarjani Abdullah-M Iriawan.

kericuhan-massa-pendukung-pasangan-sarjani-abdullah-dan-m-iriawan_20170111_152655

Dalam peristiwa itu seorang pendukung Sarjani-M Iriawan bernama Muhammad Nasir Usman (56) atau kerap disapa Apa Sit, warga Gampong Cot Baroh Teupin Raya, Kecamatan Glumpang Tiga, menjadi korban pemukulan.

Berdasarkan informasi dihimpun Serambi kemarin, pasangan Abusyik-Fadhullah meninggalkan forum debat kandidat karena tidak terima pada putusan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie yang tidak memperbolehkan mereka memakai peci/kopiah merah yang biasanya mereka kenakan.

Pihak KIP melarang karena kopiah merah itu dianggap merupakan atribut pasangan Abusyik-Fadhullah. Malah, bukan saja pasangan calon kepala daerah itu yang selalu mengenakan kopiah merah akhir-akhir ini, tapi tim kampanye/tim sukses mereka pun ikut rutin mengenakan kopiah merah sebagai atribut/identitas.

Karena terjadi dakwa-dakwi mengenai kopiah merah tersebut, debat kandidat pun molor. Apalagi debat tak mungkin dilanjutkan karena belum dimulai, pasangan Abusyik-Fadhullah sudah menyatakan walk out (WO). Alhasil, KIP Pidie pun menundanya.

Debat kandidat itu sedianya dipandu Saifuddin Bantasyam SH MA selaku moderator. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala ini merangkap panelis bersama Syarifah Rahmatillah SH (Direktur LSM Mitra Sejati Perempuan Indonesia/MiSPI) dan Umar Mahdi SH MH (Dosen Fakultas Hukum Universitas Jabal Ghafur Sigli).

Debat sedianya akan berlangsung untuk tiga pasangan, masing-masing Abusyik-Fadhullah, Sarjani Abdullah-M Iriawan, dan Teuku Tarmiyus-Khalidin.

Amatan Serambi, kericuhan terjadi saat massa pendukung Abusyik-Fadhullah yang berada di halaman Hotel Grand Blang Asan Sigli bertemu dengan massa pendukung pasangan Sarjani-M Iriawan yang sedang berkumpul di halaman hotel tersebut. Pemicunya, karena larangan mengenakan kopiah merah bagi pasangan yang akan ikut debat kandidat.

Polisi berpakaian dinas dan preman yang berada di lokasi kejadian berhasil melerai kedua massa pendukung pasangan cabup dan cawabup tersebut. Hanya seorang pendukung Sarjani yang terkena pukulan. Namun, tak sempat menimbulkan aksi saling balas karena polisi cepat bertindak untuk melerai perseteruan mereka.

Pascainsiden itu, para pendukung Abusyik langsung meninggalkan hotel. Hanya massa pendukung Sarjani yang tetap bertahan di hotel. Namun, karena satu pasangan sudah walk out, otomatis debat kandidat tak mungkin dilanjutkan.

Kericuhan itu sempat menyebabkan arus lalu lintas di jalan nasional terganggu. Anggota polantas Polres Pidie pun turun tangan mengatur lalu lintas agar mobilitas kendaraan tak terjebak macet.

Kapolres Pidie, AKBP M Ali Kadhafi SIK, kepada Serambi, Selasa (10/1) mengatakan, KIP Pidie menggelar debat kandidat di Hotel Grand Blang Asan, Sigli. Masing-masing pasangan cabup telah mengetahui aturan main debat kandidat, sebab KIP sudah membuat technical meeting jauh-jauh hari.

Dalam technical meeting itu ditegaskan bahwa setiap massa pendukung tidak diperbolehkan mengenakan atribut kampanye saat menghadiri debat kandidat.

Menurut Ali Kadhafi, saat debat kandidat hendak digelar ternyata ada massa pendukung yang memakai atribut pasangan, sehingga ditegur oleh komisioner KIP. Tapi, massa pasangan tersebut tak bisa terima teguran itu, sehingga proses debat kandidat harus dihentikan.

“KIP sempat menggelar rapat dua kali terkait penggunaan atribut pasangan yang menyebabkan debat molor, tapi tetap tidak membuahkan hasil,” kata Ali Kadhafi.

Mengenai adanya clash antara massa pendukung Abusyik dan Sarjani, kata Ali Kadhafi, kejadian itu sebetulnya bukanlah bentrok, tetapi hanya salah paham belaka.

Diakuinya, akibat kesalahpahaman itu, seorang pendukung pasangan Sarjani, yakni M Amin Usman, menjadi korban pemukulan dalam insiden kecil itu.

“Kasus pemukulan itu kini sedang ditangani polisi. Saya yakin, masyarakat Pidie tidak menginginkan terjadinya insiden seperti ini karena mereka bersaudara. Mereka ingin proses pilkada di Pidie berlangsung damai dan sukses,” kata Ali Kadhafi.

Terhadap pemukulan yang menimpa M Amin Usman, polisi sedang meminta keterangan saksi korban dan hasil visum et repertum. “Kasus pemukulan terhadap M Amin yang terjadi di luar hotel, tetap kita proses sesuai hukum yang berlaku,” kata M Ali Kadhafi. (naz)

 

http://aceh.tribunnews.com/2017/01/11/debat-cabup-pidie-ricuh

Social Media Share!

    Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Pidie - Provinsi Aceh
    Copyright © 2017 BAG.TELEKOMUNIKASIL&PDE SETDAKAB . Jl.Prof. A.Madjid Ibrahim, Kota Sigli 24151.Fax 0653-21557. Email: setda@pidiekab.go.id
    TERWUJUDNYA MASYARAKAT PIDIE YANG ISLAMI, SEHAT, CERDAS, MAKMUR, DAMAI DAN BERMARTABAT