BPN Penuhi Tuntutan Ukur Ulang Lahan Terkait Sengketa Lahan Pabrik Semen Laweung.

Senin, 20 November 2017 / 1 Rabiul Awal 1439 Belum ada komentar

Sigli…… – Asisten I Bidang Pemerintahan Setdakab Pidie, Drs H Yusri Malik, Rabu 11/1 melaporkan bahwa pihak Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Pidie telah memenuhi tuntutan  warga gampong cot, kecamatan muara tiga (Laweung) dan desa Kulee kecamatan batee, yang meminta dilakukan pengukuran ulang terhadap lahan yang akan dijadikan lokasi pendirian pabrik semen Laweung.

“Luas lahan yang diukur ulang pihak BPN Pidie adalah sebagian dari 1.500 Ha lahan yang masuk dalam areal pembangunan pabrik. dari luas itu ada beberapa lahan yang diklaim warga belum tuntas pembayaran gantu rugi. hasil ukur ulang ini akan disampaikan langsung oleh pihak BPN Nantinya.”

pengukuran lahan ini dilakukan karena sebagian warga mengklaim bahwa mitra PT.Semen Indonesia, yakni PT Samana Citra Agung (SCA) belum menuntaskan proses ganti lahan. warga mengatakan  ada lahan. warga mengatakan ada lahan yg dilokasi itu yang belum diganti rugi. Sementara pihak PT SCA mengaku seluruh lahan yang akan masuk dalam areal pabrik, sudah diganti pada tahun 1990. Namun karena rencana pembangunan pabrik saat itu terhenti akibat konflik di Aceh. Beberapa warga keudian menggunakan kembali lahan itu bercocok tanam atau mengembala ternak. lahan inilah yang kemudian menjadi sengketa . Terkait klam lahan ini, warga yang mengaku belum menerima uang ganti rugi menuntut pengukuran ulang lahan tersebut.

Saat ini, tuntutan masyarakat untuk melakukan pengukuran ulang dilahan tersebut telah selesai dilakukan pihak BPN Pidie. Selanjutnya  Pemkab Pidie akan memfasilitasi pertemuan para pihak untuk mencari solusi atas persoalan ini. katanya.

Kepada Serambi Yusri tidak menjelaskan detail hasil pengukuran ulang lahan tersebut. Menurutnya hal ini akan diungkap dalam forum musyawarah antara warga dengan pihak PT SCA, Muspida dan stakeholder terkait.

“luas lahan yang diukurulang pihak BPN Pidie adalah sebagian dari 1.500 Ha lahan yang masuk dalam areal pembangunan pabrik. dari luas itu ada beberapa lahan yang diklaim warga belum tuntas pembayaran ganti  rugi. Hasil ukur ulang ini akan disampaikan langsung oleh pihak BPN nantinya. jelas Yusri.

 

 

Segera Jadwalkan Pertemuan.

Asisten I Pemkab Pidie Yusri Malik mengatakanbahwa terkait perkembangan ini , pihaknya segera menjadwalkan pertemuan parapihak. Khususnya perwakilan dari dua pihak. Khususnya perwakilan  dari dua desa bersangkutan, pihak PT SCA, Muspida Pidie, BPN Pidie dan sejumlah pihak lainnya, untuk menemukan titik temu atas persoalan saling klaim ini.

PT Samana memiliki bukti sertifikat  kepemilikan  lahan yang sudah diganti rugi. sementara masyarakat  mengatakan ada beberapa lahan yang belum diganti rugi. karena itu perlu dihadirkan semua pihak untuk menuntaskan persoalan ini., ujarnya.

kalau proses secara musyawarah itu nantinya tidak bisa menyelesaikan persoalan ini. Maka pihak-pihak yang keberatan bisa menempuh jalur hukum. (aya)

Social Media Share!

    Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Pidie - Provinsi Aceh
    Copyright © 2017 BAG.TELEKOMUNIKASIL&PDE SETDAKAB PIDIE. Jl.Prof. A.Madjid Ibrahim, Kota Sigli 24151.Fax 0653-21557. Email: setda@pidiekab.go.id
    TERWUJUDNYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN PIDIE YANG MULIA, BERKUALITAS, SEJAHTERA, DAN MEMILIKI MASA DEPAN