Aceh Luluh Duka

Kamis, 12 Desember 2019 / 14 Rabiul Akhir 1441 Belum ada komentar

* 114 Korban Gempa Meninggal, 400 Cedera

MEUREUDU – Gempa tektonik berkekuatan 6,4 skala Richter (SR) yang tergolong gempa dangkal (10 km), meluluhlantakkan Pidie Jaya (Pijay) dan sebagian Bireuen pada Rabu (7/12) pukul 05.03 WIB. Goyangan gempa juga dirasakan hampir dua menit di seluruh Aceh bahkan Sumatera Utara, sehingga ratusan ribu warga panik dan histeris.

bangunan-yang-hancur-akibat-gempa-bumi-berkekuatan-64-sr-mengguncang-pidie-jaya_20161208_115752

Karena tertimpa bangunan yang ambruk, korban jiwa pun tidak sedikit. Hingga pukul 23.30 WIB tadi malam, korban meninggal yang terdata sudah mencapai 114 orang dan 617 orang mengalami luka ringan hingga luka berat. Ini membuat Aceh larut dalam duka.

Apalagi hampir separuh dari 400 korban cedera tersebut merupakan korban yang patah tulang, sehingga tidak mampu dirawat di puskesmas setempat, melainkan harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Tgk Chik Ditiro di Sigli, Pidie. Di sini satu per satu korban dioperasi di tengah situasi terbatasnya jumlah dokter bedah dan minimnya stok obat bius maupun obat pascaoperasi.

Di sisi lain, karena cederanya sangat parah, 16 korban gempa harus dirujuk bertahap dari Sigli ke Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) di Banda Aceh untuk menjalani operasi bedah tulang. Sedianya, sebagian korban kritis akan diangkut ke Banda Aceh, namun di atas pukul 22.00 WIB tadi malam persoalan baru muncul. Hampir semua ambulans dan mobil dinas yang hendak bergerak dari Pijay ke Banda Aceh kehabisan minyak. Tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kabupaten itu yang bangunannya rusak karena gempa belum sepenuhnya bisa melayani penjualan BBM. Pertamina akhirnya mengirim satu unit mobil tangki dari Banda untuk melayani kebutuhan darurat minyak ambulans dan mobil dinas kesehatan agar bisa mengangkut pasien, sambil menunggu dua dari tiga SPBU yang rusak tersebut bisa berfungsi normal kembali.

Gempa yang berada di Sesar Samalanga-Sipopok Fault ini juga menimbulkan kerusakan infrastruktur yang luar biasa. Ratusan rumah warga, toko, kantor pemerintah, sekolah, dan sejumlah masjid serta jembatan ambruk. Badan jalan pun terbelah di beberapa bagian. Namun, masih bisa dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat.

Bangunan yang rusak akibat gempa, bukan saja terjadi di Pijay dan Samalanga, Bireuen, tapi juga tiga rumah di Sabang dan sedikitnya 15 rumah di Bener Meriah.

Hingga tadi malam, proses pencarian dan evakuasi korban terus dilakukan. Difokuskan di puing-puing bangunan yang runtuh, mulai dari rumah, ruko, pesantren, hingga masjid.

Proses pencarian korban tadi malam relatif terhambat karena setelah gempa kemarin listrik langsung padam hingga tadi malam. Alhasil, warga menggunakan lilin dan lampu teplok sebagai penerangan di tempat-tempat pengungsian.

Sebagian korban mengungsi di titik yang ditunjuk pemerintah setempat, namun banyak juga yang hanya mengungsi di depan rumah atau rukonya yang sudah rata dengan tanah.

Ribuan relawan termasuk paramedis bergerak dari Banda Aceh, Pidie, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Aceh Timur, bahkan Medan untuk membantu evakuasi korban, sekaligus menyerahkan bantuan.

Pihak RSUZA dan RSUD Meuraxa Banda Aceh kemarin juga mengirim tim medis ke Pijay. Kedua tim dari rumah sakit di Banda Aceh itu akan merawat korban gempa di lokasi, termasuk operasi darurat.

Direktur RSUZA, dr Fachrul Jamal SpAN KIC melalui Wadir Bidang Pelayanan Medis, Dr dr Azharuddin SpOT(K) mengatakan, pihaknya mengirimkan tim yang terdiri atas dua ahli ortopedi, satu anastesi, dan enam paramedis. “Dengan tiga ambulans, tim juga membawa alat-alat untuk keutuhan operasi, khususnya bedah tulang,” ujarnya.

Namun, untuk kasus multitrauma dan serius, seperti cedera tulang belakang dan kelumpuhan, pasien akan dirujuk ke RSUZA. “Untuk operasi biasa dapat dilakukan di Pidie Jaya. Tapi untuk kasus multitrauma, harus ditangani di Banda Aceh,” jelas Azharuddin.

RSU Meuraxa yang dipimpin Direktur Dr dr Syahrul SpS(K) juga mengirim 15 orang ke lokasi gempa. Terdiri atas spesialis saraf, spesialis bedah, spesialis bedah tulang, dokter umum, dua penata anestesi, lima perawat bedah kamar operasi, dan ahli gizi. “Kami akan mengoperasi pasien di RS Abdullah Syafii Beureunun. Jika kasusnya berat, maka akan dirujuk ke RS Meuraxa,” ujar Syahrul.

Menurutnya, jumlah pasien yang dirawat di RS Beureunun pada Rabu (7/12) malam mencapai 120 orang. “Sebagiannya sudah berobat jalan. Yang masih dirawat 37 orang lagi,” kata Fachrul seraya menyebut jumlah korban meninggal sementara menurut P2KK yaitu 114 orang.

Presiden Jokowi memberi respons cepat atas peristiwa gempa ini. Kemarin, ia mengutus Staf Khusus Presiden, Teten Masduki, ke Pijay untuk meninjau kondisi korban gempa dan infratruktur yang rusak.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Soedarmo yang kemarin pagi masih berada di Jakarta, siangnya langsung terbang ke Banda Aceh. Ia telah menetapkan bencana Pijay tersebut sebagai bencana provinsi.

Kemudian, bersama rombongan Plt Gubernur Aceh terbang lagi naik heli dari Bandara Sultan Iskandar Muda ke Meureudu, ibu kota Pijay. Soedarmo juga mendatangi sejumlah titik pengungsian dan melihat proses evakuasi korban. Hal yang sama juga dilakukan Pangdam Iskandar Mudata, Mayjen TNI Tatang Sulaiman dan Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak. Di lokasi bencana juga terlihat dua calon gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Tarmizi Karim. (aya/naz/dik/her/dan/fit/yus/c43)

http://aceh.tribunnews.com/2016/12/08/aceh-luluh-duka?page=2

Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Pidie - Provinsi Aceh
Copyright © 2019 BAG.TELEKOMUNIKASIL&PDE SETDAKAB PIDIE. Jl.Prof. A.Madjid Ibrahim, Kota Sigli 24151.Fax 0653-21557. Email: setda@pidiekab.go.id
TERWUJUDNYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN PIDIE YANG MULIA, BERKUALITAS, SEJAHTERA, DAN MEMILIKI MASA DEPAN