Pidie Tuan Rumah Hari Aksara Internasional ke-51

Jumat, 22 November 2019 / 24 Rabiul Awal 1441 Belum ada komentar

PELAKSANAAN Hari Aksara Internasional (HAI) ke 51 di Aceh dipusatkan di Kabupaten Pidie. Perayaan  HAI sebagai bentuk konsistensi komitmen Pemerintah Aceh terhadap pemberantasan tuna aksara.h-munawar-menyampaikan-sambutan-di-kuta-asan-660x330

Upacara pembukaan berlangsung di Stadion Kuta Asan, kemudian dilanjutkan dengan defile perwakilan 23 kontingen kabupaten, kota, menuju ke Alun-alun Kota Sigli tempat digelarnya pameran Hari Aksara Internasional ke 51 yang akan berlangsung hingga Minggu 20 November 2016.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Pidie, Dr. H. Munawar A Jalil mengatakan, perayaan HAI dan menjadikan Pidie sebagai tuan rumah, merupakan sebuah penghormatan bagi daerah yang juga dikenal sebagai penghasil emping melinjoe itu.

“Saat ini, sebanyak 96.93 persen penduduk Pidie sudah melek aksara, ini semua tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam memberantas tuna aksara atau buta huruf,” ujarnya dalam sambutan peringatan HAI di stadion Kuta Asan, Sigli. Kamis 17 november 2016.

Peringatan HAI ke-51 tahun 2016 ini ditetapkan tema Literasi dan Vokasi untuk Pembangunan Berkelanjutan dengan sub tema: Melalui Peringatan Hari Aksara Internasional KE-51 Kita Tingkatkan Keberaksaraan Masyarakat Abad 21 untuk Membangun Keadaban dan Keunggulan Pembangunan Berkelanjutan.

Disebutkan, UNESCO terus menerus menyampaikan pesan agar semua negara memberi perhatian dalam peningkatan keaksaraan, keterampilan yang meluas dan kecakapan hidup yang berkesinambungan untuk mengentaskan kemiskinan dalam konteks keunggulan pembangunan berkelanjutan.

“Melalui tema ini diharapkan seluruh masyarakat dapat menyadari pentingnya keaksaraan sebagai instrumen dan penanda peradaban Bangsa Indonesia yang harus dikembangkan secara berkelanjutan,” kata H. Munawar.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Aceh Hasnuddin Darjo, mewakili Plt Gubernur Aceh Soedarmo mengatakan, keaksaraan bukan hanya sekedar perioritas pendidikan, tetapi investasi yang berkesinambungan oleh sebab itu pemerintah terus berupaya memberantas tuna aksara dengan berbagai program, salah satunya adalah melalui PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat).

Dia menjelaskan, sebanyak 1,75 persen dari 5.1 juta penduduk Aceh masih  tuna aksara, rata-rata berusia di atas 45 tahun, dan pemerintah menargetkan pada tahun 2020 Aceh sudah bebas dari buta huruf.

“Masyarakat tuna aksara tersebar diseluruh Aceh, yang paling sedikit Kabupaten Simeulu dan paling banyak berada di Gayo Lues,” ucapnya.[](HP)

Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Pidie - Provinsi Aceh
Copyright © 2019 BAG.TELEKOMUNIKASIL&PDE SETDAKAB PIDIE. Jl.Prof. A.Madjid Ibrahim, Kota Sigli 24151.Fax 0653-21557. Email: setda@pidiekab.go.id
TERWUJUDNYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN PIDIE YANG MULIA, BERKUALITAS, SEJAHTERA, DAN MEMILIKI MASA DEPAN