Jumlah Gampong di Pidie Bertambah

Selasa, 12 November 2019 / 14 Rabiul Awal 1441 Belum ada komentar

* Tiga Gampong Persiapan Kini Berstatus Definitif

SIGLI – Jumlah desa/gampong di Kabupaten Pidie yang diakui Pemerintah Pusat, bertambah tiga dari sebelumnya 727 gampong menjadi 730. Setelah tiga gampong yang sejak tahun 2015 berstatus persiapan, kini menjadi gampong definitif, berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Dalam Negeri RI.

22

Pengesahan ketiga gampong ini ditandai dengan penyerahan kode gampong, dari Kasubdit Fasilitasi Penamaan dan Kode Desa Ditjen Bina Pemdes Kemendagri, Dra Roos Maryati MSi, diterima Plt Bupati Pidie, Dr Munawar A Djalil MA di Setdakab Pidie, Senin (14/11). “Mulai tahun 2017 nanti, ketiga gampong baru ini akan mendapat ADG dan Dana Desa seperti gampong lainnya,” ujar Plt Bupati Pidie.

Ketiga gampong yang naik tingkat dari status persiapan menjadi definitif yakni, Gampong Blang Pandak di Kecamatan Tangse, Gampong Pasi Beurandeh di Kecamatan Batee, dan Gampong Simpang Beutong di Kecamatan Muara Tiga.

Sebenarnya, gampong-gampong ini sudah ada sejak tahun 2003 saat kabupaten ini dipimpin Bupati Abdullah Yahya (almarhum). Namun keberadaannya belum diakui pemerintah pusat, dan sejak tahun 2015 tidak mendapat Alokasi Dana Gampong (ADG) maupun Dana Desa (sumber APBN) seperti gampong-gampong lainnya.

Warga dan aparatur di tiga gampong ini telah lama menunggu status definitif ini. Perjuangan untuk mendapat pengakuan pemerintah pusat pun terus dilakukan oleh Pemkab Pidie. “Kita bersyukur sekarang sudah memberikan hasil dan tiga gampong ini sudah mendapat SK sebagai gampong definitif,” ujarnya.

Keuchik Simpang Beutong, Nurdin Nurdin Wahed yang ditemui Serambi, kemarin, mengaku lega dengan terbitnya SK Definitif terhadap gampongnya dan dua gampong lain, yang sejak bertahun-tahun mereka perjuangkan.

“Kini kami sudah merdeka,” ujar Nurdin diiyakan M Yaska, Keuchik Pasi Beurandeh, Kecamatan Batee, sambil mengucapkan terimakasih kepada pihak Pemkab Pidie dan Kemendagri.

Keduanya mengaku, sejak tahun 2015 sampai saat ini, bekerja mengelola pemerintahan tanpa mendapat jerih. Sebelumnya, para aparatur gampong sempat menikmati jerih dari program PNPM. Namun sejak berhentinya program tersebut seiring dengan berlakunya UU Desa, dana jerih untuk mereka tidak dikucurkan lagi. “Sehingga, jangankan untuk memikirkan pembangunan, untuk jerih saja tidak ada sumber dana,” kisah M Yaska.

Selanjutnya, aparatur dari tiga gampong itu (Pasi Beurandeh, Blang Pandak dan Simpang Beutong) pun gencar melakukan lobi agar gampongnya diakui. “Termasuk mendatangi Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Pak Wakil Bupati M Iriawan (sekarang non aktif) untuk memperjuangkan hal ini,” ungkap M Yaska.

Kini, dengan status definitif yang diperoleh, kehidupan masyarakat di tiga gampong ini seharusnya menjadi lebih baik, yang sangat ditentukan oleh profesionalitas aparatur yang mengelola pemerintahan gampong tersebut. (aya)

http://aceh.tribunnews.com/2016/11/15/jumlah-gampong-di-pidie-bertambah

Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Pidie - Provinsi Aceh
Copyright © 2019 BAG.TELEKOMUNIKASIL&PDE SETDAKAB PIDIE. Jl.Prof. A.Madjid Ibrahim, Kota Sigli 24151.Fax 0653-21557. Email: setda@pidiekab.go.id
TERWUJUDNYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN PIDIE YANG MULIA, BERKUALITAS, SEJAHTERA, DAN MEMILIKI MASA DEPAN