Konversi Bank Aceh Perkuat Syariat Islam

Jumat, 22 November 2019 / 24 Rabiul Awal 1441 Belum ada komentar
BANDA ACEH – Sebagai sebuah sejarah baru, Gubernur Aceh, H Zaini Abdullah berharap konversi PT Bank Aceh dari bank umum konvensional menjadi bank syariah, dijadikan sebagai momentum untuk memperkuat dasar pelaksanaan Syariat Islam di Bumi Serambi Mekkah.
peresmian-k-bank-aceh-syariah-1

Hal tersebut diungkapkan oleh pria yang akrab disapa Doto Zaini itu, dalam sambutan singkatnya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Aceh Dermawan MM di Banda Aceh, Senin (3/10/2016).
“Langkah ini merupakan upaya kami selaku Kepala Pemerintahan Aceh, untuk memperkuat implementasi Syariat Islam dalam berbagai sisi kehidupan masyarakat di berbagai sektor, termasuk pada sektor ekonomi dan perbankan,” ujar Doto Zaini.
Gubernur menambahkan, proses perjalanan konversi Bank Aceh  berdasar pada tiga landasan utama, yaitu landasan filosofis, karena umat Islam diwajibkan untuk menerapkan Syariat Islam dalam setiap aspek kehidupan termasuk aspek ekonomi dan perbankan.
“Ini sesuai dengan perintah Allah yang termaktub dalam  Surat Al-Baqarah ayat 275, yang artinya: ‘Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.’ Dalam surat ini, Allah secara tegas mewajibkan kita untuk menjauhi Riba,” kata Gubernur.
Selanjutnya, sambung Gubernur, adalah landasan sosiologis, di mana masyarakat Aceh telah sejak dahulu menerapkan Syariat Islam dalam setiap interaksi ekonomi. “Hal ini dikarenakan, nilai-nilai Islam sudah lebih dahulu menyatu dan integral dengan setiap gerak dan nafas masyarakat Aceh, yang tercermin dari pola interaksi antara sesama warga, dan tercermin pula dalam adat istiadat dan tradisi masyarakat Aceh.”
Terakhir adalah landasan yuridis, yaitu ketentuan perundang-undangan sebagai payung hukum bagi implementasi Syari”at Islam, termasuk dalam bidang ekonomi, antara  lain Undang-undang Nomor 44 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Aceh, Undang-undang Nomor 18 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Aceh.
Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh, serta berbagai Qanun tentang Pelaksanaan Syariat Islam, khususnya Qanun Nomor 9 Tahun 2014 Tentang Pembentukan Bank Aceh Syariah.
“Alhamdulillah, setelah melewati proses yang panjang, akhirnya  pada hari ini kami berhasil mewujudkan cita-cita mulia untuk mengantarkan Bank Aceh yang selama ini beroperasi dengan sistem perbankan konvensional beralih menjadi bank berbasis syariah,” ungkap Doto Zaini.
Gubernur menambahkan, konversi Bank Aceh tidak hanya penting bagi masyarakat Aceh, tapi juga tercatat sebagai sejarah baru bagi perbankan nasional, sebab Bank Aceh merupakan bank milik Pemerintah Daerah pertama yang beralih menjadi bank syariah.
“Dampak konversi ini pun cukup terasa, sebab konversi Bank Aceh telah mampu mendukung pertumbuhan kinerja perbankan syariah hingga mampu menembus angka psikologis 5 persen dari total aset perbankan nasional. Dengan indikator ini, Insya Allah Bank Aceh tidak hanya mampu berkontribusi bagi pembangunan Aceh, tapi siap berperan untuk pembangunan nasional,” tambah Gubernur.
“Kami sendiri sangat bangga atas kinerja Bank Aceh selama beberapa tahun ini, sehingga mampu memperkuat fondasi bisnis Bank Aceh semakin kokoh dan berpengaruh secara nasional. Dari tahun ke tahun pencapaian kinerja perbankan ini terus meningkat.”
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengungkapkan, bahwa ada empat aspek penting yang dihadirkan oleh Bank Aceh setelah beralih ke sistem perbankan syariah, yaitu Bank Aceh akan mampu mendorong peningkatan pasar bank syariah di Indonesia hingga melebihi lima persen.
“Selama ini, lima persen dianggap sebagai angka psikologis yang sulit untuk dicapai. Artinya, Bank Aceh memiliki peran besar untuk melebihi angka psikologis itu. Selanjutnya, dengan konversi ini Aceh akan menjadi daerah dengan pangsa pasar perbankan syariah terbesar di Indonesia,” kata Gubernur. (Rizki Aulia/Rilis).
http://acehonline.info/detail.php?no_berita=14252

Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Pidie - Provinsi Aceh
Copyright © 2019 BAG.TELEKOMUNIKASIL&PDE SETDAKAB PIDIE. Jl.Prof. A.Madjid Ibrahim, Kota Sigli 24151.Fax 0653-21557. Email: setda@pidiekab.go.id
TERWUJUDNYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN PIDIE YANG MULIA, BERKUALITAS, SEJAHTERA, DAN MEMILIKI MASA DEPAN