Pemerintah kabupaten Pidie Tawarkan Dua Solusi Kisruh Laweung

Kamis, 12 Desember 2019 / 14 Rabiul Akhir 1441 Belum ada komentar

* Dibahas Tertutup

SIGLI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie menawarkan dua solusi untuk penyelesaian konflik yang mencuat dalam pembangunan pabrik semen di Kecamatan Batee dan Kecamatan Muara Tiga (Laweung), Pidie.laweung-membara3_20160730_152652

Solusi pertama, pihak PT Semen Indonesia (SI) dan PT Samana Citra Agung (SCA)–selaku pemegang mandat dari PT SI untuk mengurus pembebasan lahan–melakukan musyawarah dengan melibatkan masyarakat dari dua kecamatan itu.

Solusi kedua, dalam urusan administrasi pembebasan lahan, pihak Pemkab Pidie hanya sebatas menjadi fasilitator bagi kelancaran tugas PT SCA di lapangan.

Dua solusi itu dicapai dalam pertemuan tertutup tiga pihak, masing-masing Pemkab Pidie dengan PT SI dan PT SCA sejak Selasa (2/8) malam hingga Rabu (3/8) pukul 03.00 WIB di Pendapa Bupati Pidie.

Seusai pertemuan tertutup itu, Asisten I Setdakab Pidie, Drs Yusri A Malik bersama Kepala Humas dan Protokoler Pidie, Safrizal Mec Dev kepada Serambi, Rabu (3/8) pagi, di ruang kerja humas mengatakan, dalam pertemuan itu Pemkab Pidie hanya menawarkan dua solusi.

Rapat itu dihadiri Bupati Pidie Sarjani Abdullah, Wakil Bupati HM Iriawan SE, Ketua DPRK Muhammad AR SPd, Kapolres Pidie AKBP M Ali Kadhafi SIK, serta Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Usik Samwa Parana. Juga dihadiri Gatot Kustyadji, Agus Subroto, dan Bahar Syamsu dari PT SI. Sedangkan dari PT SCA hadir Deni Fahlevi.

Semua pihak, kata Yusri A Malik, sepakat dan mendukung penuh untuk mewujudkan pembangunan proyek semen di kecamatan paling barat Pidie itu. “Sebagai tindak lanjutnya direncanakan pada Rabu (10/8) depan semua pihak duduk bermusyawarah untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.

Menurut Yusri A Malik, munculnya sengketa atas tanah hingga bermuara pada aksi anarkis di Laweung, Sabtu lalu, lebih disebabkan oleh masih lemahnya koordinasi dan tertutupnya komunikasi antara PT SCA–selaku perusahaan perpanjangan tangan PT SI–dengan pemerintah setempat.

Tapi dengan adanya rapat tripartit itu, ia yakin semua kendala yang mengganjal dapat segera diselesaikan secara komprehensif (menyeluruh). “Jikapun ada klaim tanah yang masih menyisakan persoalan itu tetap menjadi prioritas penyelesaian. Misalnya, dengan mengukur ulang agar lebih transparan di mata masyarakat,” kata Yusri.

Ia tambahkan, dalam penyelesaian kisruh soal lahan ini, tidak ada pihak yang ingin merugikan ataupun dirugikan. Semua pihak harus merespons positif pembangunan pabrik semen ini karena diyakini bisa mendatangkan manfaat (multiplier effect) dan kesejahteraan bagi semua elemen masyarakat maupun investor. “Inilah inti dari segala masalah yang harus sama-sama kita tuntaskan agar proyek strategis ini bisa segera terwujud di Pidie,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Lawueng sempat membara pada Sabtu lalu saat ratusan massa memprotes pembersihan lahan oleh PT Hase Alam untuk lokasi pembangunan pabrik semen. Massa mengklaim pembebasan atau ganti rugi lahan oleh PT SCA belum tuntas. Sebaliknya, PT SCA menganggap sudah selesai, sehingga BPN sudah menerbitkan sertifikat hak guna usaha (HGU) dan hak pakai bagi PT SI untuk memulai pembangunan pabrik semen di Lawueng.

PT SCA menyatakan iktikad baiknya untuk membayar ganti rugi atas setiap meter tanah warga yang diklaim warga belum diganti rugi. Tapi di sisi lain PT CSA menuntut warga untuk membawa bukti atau dokumen yang sah atas klaimnya itu.

Beda cara pandang itu memicu massa dalam jumlah besar mengamuk di lokasi proyek pembangunan pabrik semen, kawasan perbukitan Kecamatan Muara Tiga (Laweung), Pidie, Sabtu (30/7) pukul 10.00 WIB.

Sejumlah fasilitas proyek jadi sasaran pembakaran, mencakup satu pikap BL 8737 AF, tangki berisi 16.000 liter solar, kamp direksi yang digunakan sebagai kantor karyawan, dua pos jaga, satu tempat ibadah, satu MCK, dan dua alat berat. Peralatan kerja, termasuk sarana lainnya yang dibakar massa itu adalah milik PT Hase Alam yang sedang melakukan pekerjaan pembersihan lahan.

Ekses dari peristiwa tersebut, Polda Aceh sudah menetapkan dua dari ratusan massa yang beraksi Sabtu lalu itu sebagai tersangka. Hingga tadi malam mereka masih mendekam di sel Mapolda Aceh. (c43)

http://aceh.tribunnews.com/2016/08/04/pemkab-tawarkan-dua-solusi-kisruh-laweung?page=3

Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Pidie - Provinsi Aceh
Copyright © 2019 BAG.TELEKOMUNIKASIL&PDE SETDAKAB PIDIE. Jl.Prof. A.Madjid Ibrahim, Kota Sigli 24151.Fax 0653-21557. Email: setda@pidiekab.go.id
TERWUJUDNYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN PIDIE YANG MULIA, BERKUALITAS, SEJAHTERA, DAN MEMILIKI MASA DEPAN