Seminar IBI: Pemkab Pidie Ajak Bidan Kurangi Angka Kematian Ibu dan Bayi

Jumat, 22 November 2019 / 24 Rabiul Awal 1441 Belum ada komentar

BIDAN yang bekerja di Kabupaten Pidie diminta untuk membantu program pemerintah terutama dalam mengurangi kematian ibu dan bayi sehingga Pidie ke depan “nihil” angka kematian ibu dan bayi. Hal itu dikatakan Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, dalam sambutannya yang disampaikan oleh Staf ahli Bupati, Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Drs. H. Arifin, pada acara seminar sehari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) cabang Pidie, di Balee Meusapat Ureung Pidie. Sabtu, 23 Januari 2016.IMG_20160123_231229-660x330

Seminar yang bertemakan peran bidan terhadap tumbuh kembang generasi sehat islami tersebut, menghadirkan empat pembicara dari bidang masing-masing dan turut dihadiri Ketua IBI Pidie Ainal Mardhiah, Kepala Dinas Kesehatan Pidie dr. Fajriman, anggota DPRK Pidie Mahfuddin Ismail, serta sejumlah undangan lainnya.

Mewakili Bupati, Arifin mengatakan, berdasarkan data tahun 2015 di Kabupaten Pidie tercatat sebanyak 12 kasus kematian ibu dan 165 kasus kematian bayi, angka tersebut sangat tinggi, mengingat jumlah bidan di Pidie yang lebih dari 1000 orang. Sebelumnya Pemkab Pidie mempunyai target angka kematian ibu menurun dari 228/100.000 kelahiran hidup menjadi 102/100.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian bayi seharusnya menurun dari 34/1000, kelahiran hidup menjadi 23/1000 kelahiran hidup pada 2015 lalu, namun data terakhir angka tersebut masih jauh dari target, yang seharusnya diharapkan walaupun terjadi sedikit penurunan.

“ini adalah PR bagi ibu-ibu bidan dalam meminimalisir kematian ibu dan bayi, sehingga perlu proses dan belajar lagi, baik secara formal dan non formal. Ini bukan suatu hal yang tidak mungkin kita lakukan secara bersama, dengan pelayanan yang baik, sosialisasi kebidanan bagi wanita, penyuluhan yang tiada henti, pelayanan optimal tanpa pamrih, saya yakin, apa yang kita cita-citakan dapat terwujud,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Pidie, dr. fajriman mengatakan, melihat angka kematian ibu dan bayi, pihaknya akan mengadakan kompetensi atau uji kelayakan pada bidan seluruh Pidie, diharapkan nantinya akan tersaring bidan-bidan yang profesional dan dapat memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Pidie.

Ketua IBI Pidie Ainal Mardhiah mengatakan, tingginya angka kematian bayi dan ibu di Pidie, didasari banyak faktor, antara lain kurangnya pendidikan warga yang masih menggunakan jasa dukun di gampong, kemudian kurangnya bidan memahami warga atau etitude bidan yang masih lemah, sehingga tingkat kepercayaan warga kepada bidan masih kurang. Maka dari itu Ainal menjelaskan, seminar tentang etika dan pemahaman penting lainnya di tubuh IBI sendiri masih sangat diperlukan, terutama pengembangan ilmu yang bermamfaat bagi bidan dalam menghadapi masyarakat nantinya.

Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Pidie - Provinsi Aceh
Copyright © 2019 BAG.TELEKOMUNIKASIL&PDE SETDAKAB PIDIE. Jl.Prof. A.Madjid Ibrahim, Kota Sigli 24151.Fax 0653-21557. Email: setda@pidiekab.go.id
TERWUJUDNYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN PIDIE YANG MULIA, BERKUALITAS, SEJAHTERA, DAN MEMILIKI MASA DEPAN