Atasi Kelangkaan Pupuk, Pemkab Pidie Rapat Bersama Distributor

Selasa, 12 November 2019 / 14 Rabiul Awal 1441 Belum ada komentar

MENGATASI masalah kelangkaan pupuk di musim tanam padi, Pemerintah Kabupaten Pidie telah melakukan rapat bersama distributor pupuk. Rapat gabungan tersebut berlangsung di ruang rapat Setdakab. Pidie, Senin, 18 Januari 2016, yang membahas masalah teknis operasionalisasinya.pupuk-1-660x330

Asisten II Bidang Kesejahteraan Sekretariat Daerah Kabupaten Pidie H. Maddan, SE mengatakan, rapat tersebut melahirkan tiga usulan dalam mengatasi kelangkaan pupuk, yaitu, mengenai pelaksanaan operasi pasar (OP) pupuk, monitoring sistem penyaluran pupuk yang lebih intensif, dan pembenahan jangka panjang sistem subsidi pupuk.

Terkait OP pupuk, dijelaskan sudah ada mekanisme, tapi rinciannya seperti menyangkut daerah mana saja, berapa besarnya, masih perlu pembahasan lebih lanjut. Sementara monitoring yang lebih intensif ditujukan untuk mencegah adanya kegiatan spekulasi terkait pupuk seperti penimbunan.

“Monitoring sistem yang lebih intensif ini termasuk penyediaan hotline informasi kepada masyarakat, khususnya petani mengenai keberadaan pupuk bersubsidi dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah,” ujar Maddan. Sabtu, 23 Januari 2016.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa, sistem subsidi pupuk juga perlu dibenahi termasuk kemungkinan menerapkan targeted subsidy kepada petani. Pemerintah saat ini sedang menyiapkan data base usaha tani di keseluruhan Kabupaten Pidie yang mencakup 23 Kecamatan.

Kalau itu sudah jadi kata Maddan, akan lebih mudah membuat sistem alternatif, menurutnya, hingga saat ini rekapitulasi kebutuhan pupuk urea, SP-36, ZA, Phoska dan organik tahun 2015 bersubsidi menurut sub sektor dalam Kabupaten Pidie setelah beberapa kali realokasi di antaranya jenis pupuk urea 8.004 ton, SP-36 2.359 ton, ZA 1.888 ton, Phoska 7.173 ton, dan Organik 900 ton.

Sementara rekapitulasi kebutuhan pupuk tahun 2016 untuk pupuk urea berjumlah 8.200 ton, SP-36 2.310 ton, ZA 1.046 ton, PHOSKA 4.500 ton, dan Organik 100 ton. Sehingga saat ini para petani mengalami kekurangan pupuk mencapai 2.673 ton.

“Penggunaan pupuk organik sebenarnya mampu menekan tingkat pemakaian pupuk urea pada tanaman pangan. Namun, rupanya pupuk organik ini belum begitu familiar bagi petani sehingga mereka lebih memilih pupuk urea,” sebut mantan kepala Bappeda ini.

http://humasprotokol.pidiekab.go.id/atasi-kelangkaan-pupuk-pemkab-pidie-rapat-bersama-distributor/

Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Pidie - Provinsi Aceh
Copyright © 2019 BAG.TELEKOMUNIKASIL&PDE SETDAKAB PIDIE. Jl.Prof. A.Madjid Ibrahim, Kota Sigli 24151.Fax 0653-21557. Email: setda@pidiekab.go.id
TERWUJUDNYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN PIDIE YANG MULIA, BERKUALITAS, SEJAHTERA, DAN MEMILIKI MASA DEPAN