Tiga Tahun Kepemimpinan Sarjani Abdullah – M. Iriawan SE

Jumat, 15 Desember 2017 / 26 Rabiul Awal 1439 Belum ada komentar

Benahi Infrastruktur Wujudkan Generasi Berkualitas

TAHUN 2015, merupakan tahun ketiga Kabupaten Pidie dipimpin oleh pasangan Bupati Sarjani Abdullah dan Wakil Bupati M. Iriawan SE, pasangan yang diusung oleh Partai Aceh ini dipercayakan oleh masyarakat Pidie untuk memimpin kabupaten penghasil kerupuk mulieng periode 2012- 2017.

bupati-dan-wakil-bupati-pidie-660x330

Secara geografis Kabupaten Pidie meliputi dataran rendah, pantai dan dataran tinggi pengunungan. dengan luas Sawah 29.391 hektar, pekarangan 9.175 hektar, tegalan/kebun 26.857 hektar, ladang/huma 19.772 H\ hektar, padang penggembalaan 16.194 hektar, hutan rakyat 23.782 hektar, Hutan negara 81.448, Perkebunan 21.212 hektar, Rawa- Rawa 2.128 Hektar dan tambak 2.890 hektar. Dengan jumlah penduduk Pidie 410.580 jiwa yang tersebar di 730 gampong di dalam 23 kecamatan.

Kabupaten Pidie memiliki potensi sumber daya alam yang terkenal dengan kesuburan tanahnya, berbagai potensi ekonomi antara lain, potensi di sektor pertanaian, tanaman pangan dan holtikultura seperti padi, kedelai, jagung, tomat, bawang merah, cabai, semangka, ubi kayu, serta potensi di sektor perkebunan lainnya seperti, kakau, kopi dan rotan.

Areal pertanian di daerah ini yang memiliki luas sawah mencapai 29.391 hektar dan luas tanam padi setiap tahunnya di musim gadu dan rendengan mencapai 43.761 hektar dengan luas panen 41.542 hektar, memiliki irigasi yakni saluran induk sepanjang 13,87 km, saluran skunder 127,44 km, saluran pembuang 12,52 km, dan saluran tersier sepanjang 12,02 km, selain jaringan irigasi tersebut, Pidie juga memiliki 82 unit embung serta bangunan bagi sebanyak 206 unit.

Dalam rangka peningkatan produksi padi Pemkab Pidie tiap tahun selalu menganggarkan dana untuk melakukan peningkatan pembangunan saluran irigasi.

Begitu juga untuk tahun 2015 ini akan dibangun sebanyak 78 unit irigasi tersier atau saluran cacing di tengah sawah yang pencanangannya secara simbolis telah dilakukan oleh Bupati Pidie di Kecamatan Mila beberapa waktu yang lalu.

Dengan terealiasinya pembangunan irigasi tersebut akan mampu memenuhi empat ribu hektar areal persawahan di daerah ini, dalam satu hektar sawah diharapkan dapat memproduksi enam hingga tujuh ton gabah. dan diharapkan tahun 2015 ini hasil produksi gabah petani dapat bertambah dari tahun sebelumnya sebesar 210 ribu ton.

Tidak hanya sampai di situ bantuan-bantuan untuk petani akan terus diupayakan, baik dengan dukungan dana Pemerintah Kabupaten hingga ke tingkat nasional sekalipun, saat menteri pertanian RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pidie tahun lalu lalu sudah dijanjikan pengadaan Hand Tractor yang akan disalurkan kepada masyarakat kelompok tani.

Selain itu, melalui pemerintah pusat pula, sudah membangun Waduk Rajui di Kecamatan Padang Tiji, dan tahun ini akan diselesaikan pembangunan saluran yang akan mengaliri irigasi kepersawahan masyarakat sehingga waduk tersebut dapat berfungsi sesuai dengan harapan petani, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pidie terus berupaya melakukan percepatan pembangunan Waduk Rukoh dan Tiro.

Pembangunan waduk tersebut diharapkan akan mencukupi kebutuhan air bagi 19 ribu hektar areal persawahan sehingga dapat mengembalikan Kabupaten Pidie sebagai penyumbang pangan terbesar di Aceh dalam rangka mensuskseskan program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintahan Jokowi-JK.

Di usia pemerintahan yang ketiga tahun ini, pasangan yang dilantik pada tanggal 12 Juli 2012 oleh Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah telah melakukan berbagai terobosan dalam memajukan Kabupaten Pidie, di antaranya dengan melakukan reformasi birokrasi, peningkatan infrastruktur pembangunan khususnya di bidang pertanian dan peningkatan mutu pendidikan, serta peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di kabupaten yang bermotto ”Pang Ulee Buet Ibadat, Pang Ulee Hareukat Meugoe” .

Program untuk mensinergikan tiga pilar kekuatan pembangunan ternyata telah mampu mendongkrak percepatan pembangunan di Kabupaten Pidie, terutama pada perioritas pembangunan di sektor Infrastruktur, Pendidikan dan kesehatan, namun tidak pernah mengabaikan sektor-sektor lainnya.

Sejak awal kepemimpinan mantan Panglima GAM bersama mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie ini telah berkomitmen untuk melakukan harmonisasi kelembagaan bersama legislatif, Muspida dan instansi vertikal lainnya, dengan tekad kebersamaan pasangan ini terus mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersatu padu dalam pembangunan.

Sebagai salah satu titik berat rencana pembangunan menegah RPJM Pidie 2012- 2017, peningkatan kualitas infrastruktur pengairan menjadi prioritas utam pembangunan sehingga pemerintah daerah terus mengalokasikan anggaran pembangunan dan perbaikan irigasi.

Infrastruktur, jalan, pertanian terus dibenahi, akses perekonomian masyarakat terus ditingkatkan, serta pembangunan generasi muda yang merupakan penyambung estafet pembangunan dijadikan modal dasar untuk melakukan perubahan di Kabupaten Pidie.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Bina Marga dan Cipta Karya, ruas jalan di kabupaten Pidie saat ini memiliki panjang mencapai 847. 43 kilometer, dari jumlah tersebut sepanjang 467.43 Km sudah dilakukan pengaspalan hot mix, jalan latasir atau lapisan tipis aspal pasir 87.30 Km, sementara ruas jalan yang masih berstruktur tanah  mencapai 95.35 Km dan jalan yang masih kerikil sepanjang 197.35 Km.

Untuk tahun 2013 jalan yang telah dibangun mencapai 74 Km dan sapanjang 29.40 Km lagi sudah dibangun pada tahun 2014 lalu, serta di tahun 2015 ini Pemerintah Daerah berencana melakukan pembenahan infra struktur jan sepanjang 50 Km.

Selain itu, bidang insfrastuktur jembatan Dinas BMCK telah membangun puluhan unit jembatan yang berlokasi di berbagai kecamatan di antaranya, jembatan Gampong Sukon Baroh Kecamatan Glumpang Tiga, jembatan Blang Gapu Kecamatan Kembang tanjong, jembatan Lhok Panah Kecamatan Sakti, jembatan Kubang kecamatan Indra Jaya, jembatan Blang Bungong Kecamatan Tangse, jembatan Cot Jaja Kecamatan Simpang Tiga, jembatan Jambo Mi Kecamatan Mane.

Program monumental lainnya adalah rencana perluasan Masjid Agung Alfalah dengan melakukan pembangunan masjid baru yang peletakan batu pertama pembangunanya akan dilakukan pada 30 Juli 2015.

Bidang pendidikan, juga banyak mengalami kemajuan, baik itu dari segi peningkatan mutu pendidikan, siswa berprestasi hingga pembangunan fisik sekolah.

Program satu hari satu ayat bagi pelajar di Kabupaten Pidie yang pencanangannya dilakukan pada 4 Februari 2014 telah mampu memberi warna baru di dunia pendidikan Pidie dan mendapat apresiasi khusus dari Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Republik Indonesia Anis Baswedan saat berkunjung di Kabupaten Pidie beberapa waktu yang lalu.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan hingga kini lulusan sekolah tingkat SMA telah banyak ditampung di berbagai universitas di Aceh maupun nasional dan berdasarkan data yang diperoleh di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh siswa-siswi Pidie menempati peringka ke empat terbanyak yang ditampang di Unsyiah, Ini tentunya sebuah kebanggaan bagi pemerintah kabupaten pidie karena alumni dari SMA dan SMK mampu bersaing di perguruan tinggi favorit

Selain itu, Sekolah kejuruan di Kabupaten Pidie berupaya terus meningkatkan kualitas lulusannya untuk memiliki keahlian mumpuni dan profesional agar dapat bersaing dari lulusan sekolah lainnya dalam memasuki persaingan dunia kerja dan mampu menyiapkan generasi bangsa yang berkeahlian dan mandiri dalam membuka dunia usaha serta lebih dari itu membuka

lapangan pekerjaan.

Kabupaten Pidie juga terus berusaha meningkatkan siswa-siswi berprestasi agar mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. Untuk tahun 2014 tiga siswa SMP dari Kabupaten Pidie berhasil mewakili Aceh pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang diselenggarakan di Padang Sumatera Barat. ketiga siswa yang berprestasi tersebut dua diantara merupakan siswa SMP Unggul Yayasan Pendidikan Pembinaan Ummat (YPPU) Sigli yaitu Taufiq Ramadhan dan Citra Mutiara sedangkan Muzakki adalah siswa SMPN Unggul Sigli.

Bupati Sarjani terus melakukan pembenahan di bidang pendidikan, tiga unit gedung sekolah baru telah direncanakan pembangunannya pada tahun 2015 ini, yaitu, satu unit gedung SMP di Kecamatan Keumala dan unit lagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berlokasi di Kecamatan Glumpang Baro dan di Kecamatan Batee,

Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie saat ini memiliki 9 Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) yang tersebar di beberapa kecamatan dengan jumlah sekolah Sekolah Dasar (SD) sebanyak 277 unit dengan jumlah siswa mencapai 36.351 siswa dengan tenaga pengajarnya mencapai 4.440 guru.

Sedangkan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) memiliki 58 unit sekolah dengan jumlah siswa 14.556 siswa dan tenaga pengajar 1.987 guru. Selanjutnya untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 27 unit sekolah dengan jumlah siswa 6.749 ribu siswa dengan tenaga pengajarnya 1.146 guru dan tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 10 unit sekolah dengan jumlah 1.981 siswa dengan tenaga pengajarnya 378 guru.

Sedangkan di bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Pidie terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui 23 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di 23 kecamatan, untuk menunjang pelayanan bagi masyarakat di daerahnya, saat ini banyak puskesmas sudah ditetapkan menjadi status rawat inap, di antaranya Puskesmas Kecamatan Padang Tiji, Puskesmas Kecamatan Kembang Tanjong, Puskesmas Kecamatan Tangse, Puskesmas Kecamatan Muara Tiga dan Puskesmas Kecamatan Sakti. Begitu juga puskesmas pembantu (Pustu) yang jumlahnya kini mencapai 15 unit serta memiliki Puskesdes sebanyak 16 unit.

Guna memaksimalkan pelayanan masyarakat di kawasan terisolir di beberapa kecamatan Pemerintah Kabupaten Pidie juga telah menyediakan 16 unit ambulan untuk disiagakan di masing-masing puskesmas agar mudah untuk mengantar pasien yang membutuhkan pertolongan.

Bupati berharap tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh karena tidak tersedianya mobil ambulan untuk mengantar pasien yang akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU). Karena bagaimanapun sektor pelayanan ini yang harus mendapatkan perhatian oleh Dinas Kesehatan.

Di samping itu untuk meningkatkan pelayanan di Rumah Sakit Daerah, Pemerintah Kabupaten Pidie juga terus berbenah, perubahan nomenklatur dari RSUD Sigli menjadi BLUD RSU Tgk Chik Di Tiro serta perubahan status dari tipe C menjadi tipe B.

Pemerintahan Sarjani- Iriawan juga terus melakukan berbagai program yang menyentuh langsung dengan masyarakat dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki, namum Pemkab Pidie terus melakukan pengalokasian anggaran bantuan beasiswa serta anggaran untuk anak yatim dan fakir miskin di Kabupaten Pidie.

Selain itu untuk memperkenalkan Pidie, Pemerintah Daerah juga menggelar berbagai even baik skala daerah maupun nasional, Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Provinsi Aceh telah sukses diselenggarakan di kabupaten ini.

Di bawah kepemimpinan Sarjani-Iriawan pula even kebudayaan tingkat kabupaten pertama sekali di selenggarakan, yaitu Pedir Raya Festifal (PRF-I) dengan menampilkan tradisi adat dan budaya endatu Pidie. Dan di tahun 2015 ini tepatnya tanggal 30 Juli akan diselenggarakan Jambore Bawang Merah Tingkat Nasional.[] (Tim)

*Tulisan ini sudah dipublis di Pidie Buletin edisi xiii

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Social Media Share!

    Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Pidie - Provinsi Aceh
    Copyright © 2017 BAG.TELEKOMUNIKASIL&PDE SETDAKAB PIDIE. Jl.Prof. A.Madjid Ibrahim, Kota Sigli 24151.Fax 0653-21557. Email: setda@pidiekab.go.id
    TERWUJUDNYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN PIDIE YANG MULIA, BERKUALITAS, SEJAHTERA, DAN MEMILIKI MASA DEPAN