Visi dan Misi DINKES

Sabtu, 23 September 2017 / 2 Muharram 1439 Belum ada komentar

Visi

“Pidie Sehat dan Mandiri secara Islami”

 

Misi

a.  Meningkatkan profesionalisme SDM kesehatan

Tenaga kesehatan di Kabupaten Pidie berjumlah 1562 orang. Jumlah ini sudah cukup memadai  dengan distribusinya menurut kecamatan relatif sudah baik. Namun melihat rendahnya kinerja upaya kesehatan, perlu upaya sistematis selama 5 tahun mendatang untuk meningkatkan profesionalisme staf. Profesionalisme menyangkut aspek pengetahuan dan ketrampilan teknis tenaga di lini pelayanan maupun lini penunjang (manajemen). Peningkatan profesionalisme memerlukan sistem insentif dan reward yang efektif sehingga juga tidak  boleh dilupakan berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan sumberdaya manusia tersebut.

b. Meningkatkan kinerja, mutu, akses, kelengkapan dan distribusi sarana kesehatan

Peningkatan kesehatan penduduk memerlukan peningkatan kinerja pelayanan kesehatan. Untuk itu baik sisi supply maupun sisi demand perlu ditingkatkan. Sisi supply menyangkat aspek peningkatan akses dan mutu pelayanan serta melengkapi dan mencukup sumberdaya yang diperlukan (tenaga, sarana, dana dan teknologi). Sisi demand menyangkut aspek promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

c. Meningkatkan kemandirian dan peran serta masyarakat untuk hidup sehat

Determinan utama kesehatan penduduk adalah lingkungan hidup yang sehat dan perilaku yang sehat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk mewujudkan kedua determinan utama tersebut. Oleh sebab itu, masyarakat dan rumah tangga perlu digerakkan agar secara mandiri melakukan upaya-upaya menyehatkan dan menjaga lingkungannya, sekaligus mengatur dan mengendalikan dirinya untuk beperilaku hidup sehat.

d.  Meningkatkan pembiayaan kesehatan

Pembiayaan kesehatan dari pemerintah di Kabupaten Pidie relatif masih rendah dibandingkan dengan kabupaten lain, yaitu mencapai US $ 4,4 /kapita/tahun, atau 7,9 % dari total APBD Pemkab (anggaran kesehatan pemerintah secara nasional pada tahun 2005 adalah US $ 7/kapita/tahun). Namun angka tersebut masih lebih rendah dari pada perkiraan normatif yang dibuat oleh Bank Dunia, yaitu US $15/kapita/tahun untuk program kesehatan esensial (program pelayanan kesehatan individu dan program kesehatan masyarakat). Bahkan WHO (2000) memperkirakan bahwa untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan yang khas di negara berkembang, diperlukan US$ 32/kapita/tahun. Peningkatan pembiayaan kesehatan di Kabupaten Pidie bukan saja untuk mencukupi jumlahnya, akan tetapi yang sama pentingnya adalah meningkatkan efektifitas dan efisiensi pemanfaatan anggaran tersebut.

e. Meningkatkan kerja sama lintas sektor

Kesehatan penduduk di wilayah Kabupaten Pidie juga dipengaruhi oleh kegiatan sektor lain termasuk sektor pendidikan, agama, ekonomi, perdagangan, industri, Impraswil, dll. Ada masalah kesehatan tertentu yang faktor resikonya dipengaruhi oleh kegiatan sektor lain, misalnya gizi kurang (ketahanan pangan), malaria (pertambangan, Perikanan dan Kehutanan), diare (air bersih), dll. Oleh sebab itu, untuk mewujudkan kesehatan di Kabupaten Pidie, diperlukan kerja sama lintas sektor secara formal.

Social Media Share!

    Tags:

    Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Pidie - Provinsi Aceh
    Copyright © 2017 BAG.TELEKOMUNIKASIL&PDE SETDAKAB PIDIE. Jl.Prof. A.Madjid Ibrahim, Kota Sigli 24151.Fax 0653-21557. Email: setda@pidiekab.go.id
    TERWUJUDNYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN PIDIE YANG MULIA, BERKUALITAS, SEJAHTERA, DAN MEMILIKI MASA DEPAN