Geografis dan Topografis

Jumat, 15 Desember 2017 / 26 Rabiul Awal 1439 Belum ada komentar

KONDISI GEOGRAFIS

Kabupaten Pidie yang membentang di antara 04,30 – 04,60 Lintang Utara dan 95,75 – 96,20 Bujur Timur merupakan salah satu kabupaten dalam wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Wilayah Kabupaten Pidie yang terkenal dengan sebutan Krupuek Mulieng merupakan wilayah hulu Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Luas wilayah Kabupaten Pidie mencapai 3.086,90 km2. wilayah Kabupaten Pidie sebelah timur berbatasan dengan kabupaten Pidie Jaya, sebelah barat berbatasan dengan kebupaten Aceh Besar, sebelah utara berbatasan dengan selat malaka dan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Aceh Barat.

Secara administratif, Kabupaten Pidie terdiri dari 30 Kecamatan, 128 Kemukiman, 29 Kelurahan, dan 923 Desa, namun pada tanggal 15 Juni tahun 2007 melalui undang-undang Nomor 7 Tahun 2007 tentang pembentukan Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Pidie mengalami pemekaran menjadi 2 (dua) Kabupaten yaitu Pidie sebagai Kabupaten Induk dan Pidie Jaya sebagai Kabupaten pemekaran, sehingga saat ini wilayah Kabupaten Pidie terdiri atas 23 Kecamatan, 94 Kemukiman, 732 Gampong (yang sebelumnya 15 gampong di Kecamatan Kota Sigli, 4 di Grong-grong dan 1 di Kec.Mutiara yang sesuai dengan Qanun menjadi Kelurahan ,.

Sedangkan wilayah yang termasuk dalam Kabupaten Pidie Jaya merupakan wilayah bekas Kewedanaan Meureudu yang melingkupi 8 (delapan) Kecamatan (Bandar Baru, Pante Raja, Trenggadeng, Meureudu, Meurah Dua, Jangka Buya, Bandar Dua dan Ulim).

Pembentukan Kabupaten Pidie Jaya diyakini akan memberikan manfaat bagi pembangunan nasional pada umumnya dan pembangunan daerah pada khususnya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus dapat memberikan dampak positif yaitu meningkatkan pendapatan daerah. Melalui pemekaran tersebut diharapkan akan semakin efektifnya pelaksanaan fungsi-fungsi utama pemerintah Kabupaten, baik Kabupaten Induk maupun Kabupaten pemekaran di bidang perlindungan, pemberdayaan dan pelayanan masyarakat dengan berbagai produk regulasi kebijakan yang akan menyertainya.

Pada sisi lain, bentuk-bentuk pelayanan yang diaktualisasikan oleh pemerintah Kabupaten tersebut akan semakin terarah dan berorientasi pada kebutuhan riel masyarakat setempat termasuk dalam hal mengoptimalkan pemanfaatan potensi unggulan yang memiliki baik oleh Kabupaten Induk maupun Kabupaten pemekaran. Adapun rincian wilayahnya adalah sebagai berikut:

JUMLAH GAMPONG DAN KEMUKIMAN DIRINCI MENURUT KECAMATAN DALAM KABUPATEN PIDIE TAHUN 2007

No

Kecamatan

Banyaknya

Luas

(km2)

GAMPONG

Kelu

rahan

Kemukiman

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

Kota Sigli

Pidie

Delima

Padang Tiji

Mutiara Tiga

Batee

Simpang Tiga

Kb. Tanjong

Peukan Baro

Indra Jaya

Grong-Grong

Mutiara

Mutiara Timur

Tiro/Truseb

Mila

Sakti

Titeu

Keumala

Tangse

Geumpang

Mane

Glp. Tiga

Glp. Baro

15

64

44

64

18

28

52

45

49

49

19

26

48

19

20

49

31

28

5

4

34

21

8

4

6

3

4

7

6

6

5

2

4

7

4

3

7

4

4

1

1

4

4

5,90

33,00

43,32

241,60

60,70

74,40

25,10

26,00

17,00

23,00

33,18

30,11

67,19

121,90

25,00

40,30

48,70

811,70

461,20

816,50

57,19

23,19

Jumlah

712

20

94

3.086,90

Sumber:BAPPEDA Kabupaten Pidie, Tahun 2007.

JUMLAH GAMPONG DAN KEMUKIMAN DIRINCI MENURUT KECAMATAN DALAM KABUPATEN PIDIE JAYA

TAHUN 2007

No

Kecamatan

Banyaknya

Luas (km2)

Gampong

Kelurahan

Kemukiman

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Meureudu

Ulim

Bandar Baru

Jangka Bunya

Trenggadeng

Pante Raja

Bandar Baru

Meurah Dua

27

30

39

18

27

10

43

19

3

6

4

5

5

4

5

2

8

3

97,00

22,20

12,13

135,87

47,14

31,26

232,00

496,00

Jumlah

213

9

36

1.073,60

Sumber:BAPPEDA Kabupaten Pidie, Tahun 2007.

Dalam data-data yangdisajikan dalam penulisan buku profil ini merupakan gabungan 2 (dua) kabupaten (Pidie dan Pidie Jaya), karena kabupaten Pidie Jaya terbentuk sejak tanggal 15 Juni 2007 sedangkan data-data yang digunakan merupakan kumpulan data-data yang dilakukan sejak Januari-Juli 2007.


 


Topografi

Dilihat dari aspek topografi, Kabupaten Pidie bisa dibagi menjadi empat bagian yaitu:

  1. Daerah dengan kedalaman < 30 cm : 0,41 % dari seluruh areal
  2. Daerah dengan kedalaman 30-60 cm : 3,56 % dari seluruh areal
  3. Daerah dengan kedalaman 60-90 cm : 1,25 % dari seluruh areal
  4. Daerah dengan kedalaman > 90 cm : 94,78 % dari seluruh areal

Jenis Tanah

keadaan tanah di Kabupaten Pidie dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis, yaitu:

  1. Tanah Podzolid (Coklat) : 5.86 % dari luas wilayah
  2. Tanah Padsolid (Merah Kuning) : 45,36 % dari luas wilayah
  3. Tanah Organosal/Litosol : 1,95 % dari luas wilayah
  4. Tanah Latosal : 0,96 % dari luas wilayah
  5. Tanah Regosal : 5,58 % dari luas wilayah
  6. Tanah Alluvial : 6,31 % dari luas wilayah
  7. Tanah Hidromorf : 12,98 % dari luas wilayah
  8. Tanah Renzina : 19,10 % dari luas wilayah
  9. Lain-Lain : 1,90 % dari luas wilayah

Kemiringan Tanah

Kemiringan atau lereng di kabupaten Pidie dapat di rinci sebagai berikut:

  1. daerah dengan kemiringan antara 0 – 3 % seluas 68,699 Ha atau 16,51 % dari luas wilayah
  2. daerah dengan kemiringan antara 3 -15 % seluas 33,698 Ha atau 8,10 % dari luas wilayah
  3. daerah dengan kemiringan antara 15 – 40 % seluas 32,269 Ha atau 7,76 % dari luas wilayah
  4. daerah dengan kemiringan lebih besar40 % seluas 281,389 Ha atau 67,63 % dari luas wilayah

Iklim

Kabupaten Pdie beriklim tropis dengan dua musim yaitu kemarau dan hujan. Suhu udara rata-rata sekitar 24 – 30o C. Pada tahun 2005, jumlah hari hujan adalah 115 hari, dengan curah hujan rata-rata 232,67 mm, tertinggi pada bulan desember (614 mm) dan terendah bulan juni (52 mm).

 

download file demografis

Social Media Share!

    Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Pidie - Provinsi Aceh
    Copyright © 2017 BAG.TELEKOMUNIKASIL&PDE SETDAKAB PIDIE. Jl.Prof. A.Madjid Ibrahim, Kota Sigli 24151.Fax 0653-21557. Email: setda@pidiekab.go.id
    TERWUJUDNYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN PIDIE YANG MULIA, BERKUALITAS, SEJAHTERA, DAN MEMILIKI MASA DEPAN